Print

Tingkatkan Kerja Sama, LIPI Diseminasi Iptek di Luwu Utara

 

ida

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (kiri) dan Kepala Bidang Dokumentasi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI Hendro Subagyo (kedua dari kiri) terlibat diskusi di Aula Lagaligo, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar diseminasi Iptek di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Diseminasi yang digelar di Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Masamba, dihadiri aparat pemerintah setempat, Kamis (24/5/2018).

Diseminasi Iptek LIPI merupakan kegiatan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada pemerintah maupun masyarakat.

Kepala Bidang Dokumentasi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, Hendro Subagyo mengatakan kegiatan terselenggara berkat adanya kerja sama LIPI dengan Pemkab Luwu Utara yang terjalin baik.

"Selama ini kerja sama LIPI dengan Pemkab Luwu Utara sudah berjalan dengan baik dan ini tentu ingin kita tingkatkan lagi," kata Hendro.

Dalam diseminasi Iptek itu, Kepala Bidang PDHP Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Syamsidah Rahmawati dan Kepala Bidang Pengembangan Sarana Pusat Pengembangan TTG LIPI Cecep Erwan mamaparkan program yang dikembangkan.

Print

Ilmuwan Indonesia Kembangkan Supermikroba dengan Rekayasa Genetika, Begini Hasilnya

Sabtu, 7 April 2018 16:08 WIB

website12

 

Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi yang tergabung dalam Konsorsium Peneliti Bioproses Biorefineri tengah fokus mengembangkan Super Mikroba untuk menghasilkan energi alternatif dengan rekayasa genetika. Super Mikroba ini berasal dari mikroba asli Indonesia.

Potensi mikroba lokal untuk dijadikan Super Mikroba amatlah besar, terutama guna mendukung teknologi proses untuk biorefineri. “Secara sederhana, biorefineri sama seperti oilrefineri atau bahan bakar minyak dari fosil yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sumber energi,” jelas Yopi, peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI sekaligus Manajer Proyek Biorefineri.

Yopi melanjutkan, biorefineri akan menjadi alternatif baru dan sesuai untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini karena biorefineri berbasis bahan mentah lokal seperti biomassa non-pati yang merupakan kumpulan biomassa hasil industri pertanian, kehutanan, perkebunan dan lainnya yang cukup melimpah di Indonesia. Biomassa ini misalnya saja berasal dari sisa industri kelapa sawit, tebu yang menghasilkan sisa-sisa daun, tandan kosong dan batang tumbuhan, dan sebagainya.

Print

LIPI Bangun Laboratorium BSL-3 Untuk Jamin Kualitas Riset Pangan

Oleh : Budi Seno P Santo 06 April 2018 21:04 WIB

website11

JAKARTA: Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar Good Laboratory Practice (GLP). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencermati bahwa fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Untuk itulah, LIPI membangun Laboratorium Biosafety Level-3, di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada acara peletakan batu pertama, Jumat (6/4/2018), Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto dalam sambutannya menyatakan, laboratorium ini kelak juga bisa digunakan kalangan umum. "Khususnya, untuk penelitian kalangan perguruan tinggi di bidang pangan dan obat-obatan," tuturnya.

Di satu sisi, dia juga berharap, pembangunan laboratorium ini bisa berjalan tepat waktu. Paling tidak, ujarnya, akhir tahun 2018 ini sudah selesai.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI