Print

LIPI Bangun Laboratorium BSL-3 Untuk Jamin Kualitas Riset Pangan

Oleh : Budi Seno P Santo 06 April 2018 21:04 WIB

website11

JAKARTA: Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar Good Laboratory Practice (GLP). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencermati bahwa fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Untuk itulah, LIPI membangun Laboratorium Biosafety Level-3, di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada acara peletakan batu pertama, Jumat (6/4/2018), Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto dalam sambutannya menyatakan, laboratorium ini kelak juga bisa digunakan kalangan umum. "Khususnya, untuk penelitian kalangan perguruan tinggi di bidang pangan dan obat-obatan," tuturnya.

Di satu sisi, dia juga berharap, pembangunan laboratorium ini bisa berjalan tepat waktu. Paling tidak, ujarnya, akhir tahun 2018 ini sudah selesai.

Print

Laboratorium BSL-3 LIPI Siap Beroperasi Tahun Depan

website10

Peletakan batu pertama fasilitas BSL3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Jumat (6/4). ( Foto: Suara Pembaruan/Ari Supriyanti Rikin ) Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sangat diperlukan di Indonesia. LIPI siap mengoperasikan laboratorium obat dan pangan fungsional di awal 2019.

Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 6 April 2018 | 16:05 WIB

Bogor - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menargetkan di awal 2019 laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) siap beroperasi untuk menjamin kualitas riset obat dan pangan fungsional. Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar good laboratory practice (GLP). Untuk itu, LIPI mencermati bahwa fasilitas laboratorium sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, mengatakan, kehadiran labolatorium ini diharapkan memperkecil ketimpangan (gap) antara fasilitas penelitian di dalam dengan luar negeri. Dengan ketersedian labolatorium yang cukup canggih bisa menarik diaspora untuk kembali berkarya di tanah air.

"Proyek fasilitas BSL3 dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBDN) senilai Rp 55 miliar. Diharapkan labolatorium ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, penguna lainnya, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya," katanya di sela-sela peletakan batu pertama fasilitas BSL3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Jumat (6/4).

Print

LIPI Bakal Miliki Laboratorium Riset Virus

website9

 

INDOPOS.CO.ID – Indonesia akhirnya memiliki laboratorium canggih dan dilengkapi keamaan tinggi untuk riset obat dan makanan. Khususnya terkait riset obat dan makanan yang melibatkan virus atau patogen. Laboratorium canggih itu bernama Bio Safety Lab (BSL) Level 3 milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pembangunan laboratorium yang menelan biaya Rp 56 miliar itu dilakukan di Pusat Penelitian Bioteknologi di Cibinong, Bogor. Menariknya lagi, anggaran pembangunan laboratorium itu tidak menggunakan uang APBN seperti umumnya. Tetapi menggunakan utang atau pinjaman dari sukuk atau surat berharga syariah negara (SBSN).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, laboratorium ini memiliki standar keamanan tinggi. Sebab diantara yang menjadi bahan riset adalah virus atau patogen.

’’Jangan sampai virusnya bisa keluar (laboratorium, red) dan membahayakan masyarakat,’’ katanya saat peletakan batu pertama pembangunan laboratorium BSL Level 3, Jumat (6/4).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI