Print

LIPI: Evaluasi kualitas pakan tingkatkan produktivitas sapi

Senin, 12 Agustus 2018 16:41 WIB

pakanIlustrasi - Peternakan sapi. (Humas IPB/Wahyu Darsono dan Tim)

Hal ini dilakukan agar pakan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan ternak sapi.

Bogor (Antaranews Megapolitan) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong dilakukan evaluasi terhadap kualitas pakan untuk meningkatkan produktivitas sapi perah maupun potong guna mewujudkan swasembada daging dan susu.

"Hal ini dilakukan agar pakan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan ternak sapi," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Bioteknologi LIPI Syamsidah Rahmawati pada kegiatan workshop bertajuk "Evaluasi Kualitas Pakan dan Ekologi Rumen untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong dan Sapi Perah" di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut Syamsidah, penggunaan pakan berkualitas dan suplemen pakan yang tepat fungsi dan teruji unggul di dalam rumen sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong dan sapi perah di Indonesia.

Kadar nutrisi dan kualitas pakan, lanjutnya, penting untuk, diketahui dan diuji terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak sapi.

Print

LIPI Dorong Peningkatan Kualitas Sapi Lewat Evaluasi Kualitas Pakan

13 Aug 2018

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupaya membantu pemerintah mewujudkan swasembada daging dan susu dengan riset untuk mengembangkan jenis sapi unggul, baik potong maupun perah lewat pakan berkualitas serta menciptakan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan ternak sapi. Khusus untuk pakan, lembaga riset ini melalui Pusat Penelitian Bioteknologi mendorong evaluasi kualitas pangan untuk meningkatkan produktivitas sapi. Menjawab kebutuhan evaluasi pakan tersebut, LIPI pun menyelenggarakan Workshop Evaluasi Kualitas Pakan dan Ekologi Rumen untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong dan Sapi Perah pada Senin, 13 Agustus 2018 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bogor, 13 Agustus 2018Penggunaan pakan berkualitas dan suplemen pakan yang tepat fungsi dan teruji unggul di dalam rumen sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong dan sapi perah di Indonesia. Kadar nutrisi dan kualitas dari pakan penting untuk diketahui dan diuji terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak sapi. “Hal ini dilakukan agar pakan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan ternak sapi untuk dapat berproduksi secara optimal baik untuk produksi daging ataupun susu,” kata Plt. Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Syamsidah Rahmawati.
 
Sayangnya, kata Syamsidah, selama ini pengujian kualitas pakan dilakukan dengan menggunakan analisa standar laboratorium yang terkadang melalui prosedur yang rumit dan memerlukan waktu yang lama, serta memerlukan bahan kimia lain dalam analisanya. Hal ini memungkinkan timbulnya pencemaran lingkungan sebagai akibat dari penggunaan bahan kimia selama proses pengukuran dan pengujian. “Inilah yang perlu dievaluasi,” tekannya.

Print

Kemenag Dituntut Berperan Aktif dalam Program Kesehatan & Vaksin

vaksinPetugas menyuntikkan vaksin Campak dan Measles Rubella (MR) pada salah satu siswa Sekolah Dasar di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 109 Sako Palembang,sumsel, Rabu (1/8/2

Peran Kemenag dalam membantu program kesehatan pemerintah dipertanyakan setelah Kemenkes menunda pemberian vaksin MR bagi warga yang mempersoalkan kehalalannya.

tirto.id - Kementerian Agama diminta lebih berperan aktif membantu sosialisasi program-program kesehatan pemerintah. Peran Kemenag dinilai vital sebab masyarakat masih menganggap penting pandangan keagamaan dari pemuka agama sebelum memutuskan untuk turut serta dalam program kesehatan yang dicanangkan pemerintah.

Pernyataan itu ditegaskan Kepala Laboratorium Terapetik dan Vaksin Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adi Santoso kepada Tirto, Senin (6/8/2018). Hal itu sebagai respons terkait banyaknya masyarakat yang masih menolak program vaksinasi karena alasan kehalalan.

Semestinya, kata Adi, pemerintah memaksimalkan peran Kemenag untuk lebih aktif membantu sosialisasi program-program kesehatan pemerintah. Lebih-lebih program kesehatan yang masih memicu perdebatan di masyarakat, seperti deteksi dini HIV dan vaksinasi.

“Seperti vaksinasi atau sosialisasi deteksi dini HIV itu, kan, juga agak tidak enak karena menggunakan teknik yang demikian [dianggap tabu]. Bantuan dari sisi Kemenag saya pikir sangat membantu [untuk meyakinkan masyarakat] bahwa deteksi dini itu penting," ujar Adi.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI