• banner biotek2
Print

Antibacterial Activity Test, Evaluation of Pharmacognosy and Phytochemical Screening of Some Extract of Globe Amaranth (Gomphrena globosa)

on .

amaranthIndonesia is a rich biodiversity country where various medicinal plants have existed. One species of medicinal plants is Globe Amaranth (Gomphrena globosa, Amaranthaceae). This species is native to Central America and has been widely spread to the tropics. To date, the species can be easily found in the home gardens as an ornamental plant. Medicinal plants have been used for generations by traditional people. It was empirically proven that medicinal plants have the ability to cure certain diseases such as dysentery. All parts of this plant can be used as medicine. However, only the flower of the species was used in this study. The objective of the study was to identify the highest antimicrobial activity of Gomphrena globosa flower extract using ethanol, petroleum ether, ethyl acetate and n-butanol solvents. Gomphrena globosa flower was extracted using 96 persen ethanol and then was by partitioned using petroleum ether, ethyl acetate, and n-butanol respectively. The extracts were then evaporated using a rotapavor until condensed extract was obtained. Phytochemical screening was done on both of the flower powder and extract.

Print

Aktivitas Antioksidan Daun dan Umbi dari Enam Jenis Singkong (Manihot utilissima Pohl)

on .

SingkongKetela pohon merupakan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung di Indonesia. Bagian tanaman singkong yang umumnya dikonsumsi adalah daun dan umbi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan daun dan umbi dari enam jenis singkong (Manihot utilissima Pohl). Daun dan umbi tanaman singkong dari Cibinong masing-masing diekstraksi secara terpisah menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh diukur persentase daya inhibisinya menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan reagen DPPH pada konsentrasi 100 bpj. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa bagian daun singkong jenis Pucuk Biru mempunyai daya inhibisi yang paling tinggi yaitu 88,09 persen dan IC50 sebesar 45,16 bpj.

Fauzy Rachman, Sri Hartati, Enny Sudarmonowati dan Partomuan Simanjuntak dalam Biopropal Industri, Volume 7, Nomer 2, Desember 2016, halaman 47-52. p-ISSN 2089-0877 dan e-ISSN 2502-2962

 Sumber:

 

http://perpus.biotek.lipi.go.id/index.php?p=fstream&fid=3131&bid=15577 

http://ejournal.kemenperin.go.id/biopropal/article/view/709/pdf_10

https://intra2.lipi.go.id/datapublikasi/1484020251.pdf 

 

Print

Efisiensi grafting enam genotip ubi kayu hasil seleksi untuk mendukung peningkatan produksi

on .

Efisiensi grafting enam genotip ubi kayu hasil seleksi untuk mendukung peningkatan produksiGrafting (teknik sambung) atau lebih dikenal dengan mukibat ubi kayu merupakan salah satu cara manipulasi genetika ubi kayu dengan cara menyambung genotip ubi kayu biasa untuk target peningkatan produksi dengan ubi kayu racun atau lebih dikenal dengan singkong karet. Efisiensi grafting merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk menilai keberhasilan grafting ubi kayu. Sebagai material penelitian digunakan 6 genotip ubi kayu unggul yang berproduksi tinggi, yaitu Adira 1, Mentega 2, dan Baros Kencana dengan umur 9 bulan, serta Apuy, Manggu dan Menti dengan umur 12 bulan. Selain berproduksi tinggi, Adira 1 dan Mentega 2 merupakan ubi kayu tinggi beta karoten yang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk mendukung industri mocaf kaya beta karoten. Ada tiga metode grafting yang digunakan yaitu grafting pucuk, grafting tunas dan grafting batang. Hasil yang diperoleh berdasarkan nilai rata-rata persentase hasil grafting yang hidup menunjukkan bahwa yang paling tinggi tinggi tingkat keberhasilan penyambungannya adalah teknik grafting pucuk (96,6 persen), dan diikuti dengan grafting batang (80 persen) dan grafting tunas (60 persen).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

icon-pelatihan-b

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI