Cegah Wabah Covid-19, LIPI Selenggarakan Pelatihan Penanganan SARS-Cov-2

Cibinong, Humas LIPI. Kiprah LIPI terhadap pencegahan mewabahnya Covid-19 tidak berhenti sebatas produksi bahan hand sanitizer dan desinfektan semata. Pembentukan tim penanganan melalui kegiatan Pelatihan Penanganan Sars-Cov-2 pun dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam Gugus Tugas Covid-19. Pelatihan Sesi I yang merupakan pelatihan perdana dilakukan secara online pada Selasa (31/3) yang selanjutnya akan dilakukan pelatihan secara langsung pada Rabu dan Kamis (1-2/ 4) di fasiltas BSL-3 (Biosafety Level 3) LIPI yang berstandar WHO.

Khasiat Jahe Merah

Cibinong, Humas LIPI. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu jenis unggul tanaman rimpang jahe yang ada di Indonesia. Jenis ini merupakan varietas unggul karena memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya. Sehingga jahe merah banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional. Secara morfologi, jahe merah mempunyai rimpang berwarna merah hingga jingga muda serta memiliki aroma tajam dan rasa yang pedas.

Beberapa bulan terakhir, masyarakat Indonesia diresahkan dengan merebaknya COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Persebaran virus ini berpusat di Wuhan, Cina yang saat ini sudah menjadi pendemik di seluruh dunia. Berdasarkan publikasi di Jurnal Military Medical Research, kombinasi beberapa tanaman herbal (Traditional Chinese Medicine) dengan jahe merah sebagai salah satu komposisinya, telah digunakan untuk pencegahan dan mengurangi gejala penyakit COVID-19.

Teknologi Genome Editing untuk Kualitas Tanaman Pangan Lebih Baik

Kemajuan di bidang bioteknologi ditandai dengan munculnya produk-produk hasil rekayasa genetika dan genome editing. Namun, pengembangan penerapan genome editing belum dibarengi dengan regulasi yang tepat dan jelas. Di Indonesia, pemanfaatan teknologi rekayasa genetika diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik yang mengelompokkan hasil genome editing sebagai Genetically Modified Organisms (GMO) sehingga dalam proses pelepasannya akan mengikuti aturan pelepasan tanaman hasil rekayasa genetika. “Harapan kami pada tahun ini  Indonesia sudah mempunyai keputusan tentang kebijakan regulasi terkait pemanfaatan genome editing yang dibedakan kategorinya dengan produk rekayasa genetik yang lain,” ujar Plt. Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Yan Rianto pada FGD “Genome Editing: Status Riset Pengembangan dan Regulasinya”di Cibinong. (13/01)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI