• banner biotek2
Print

Pengembangan Obat Biosimilar: human erythropoietin (hEPO), human granulocyte-colony stimulating factor (hG-CSF), dan human interferon alfa-2a (hIFNα2a)

on .

CHKO-K1

Dengan banyaknya obat terapetik protein yang telah habis masa patennya maka pengembangan produk obat berbasis biosimilar sangat layak untuk dikembangkan di Indonesia. Walaupun tantangan penelitian semacam ini cukup berat tetapi mempunyai mempunyai masa depan dan multiplier effect yang sangat baik bagi penelitian drug discovery dan drug development di Indonesia khususnya dalam bidang pengembangan produk biosimilar. Sehubungan dengan hal tersebut diatas pada penelitian ini sedang dikembangkan tiga produk biosimilar, yaitu: 1) recombinant human erythropoietin (rhEPO), 2) recombinant human granulocyte-colony stimulating factor (rhG-CSF), dan 3) rekombinan human interferon alfa-2a (rhIFNα2a).

Riset tentang rhEPOsaat ini telah berhasil mendapatkan 3 klon (klon 193, 145 dan klon 223).Selan mendapatkan 3 klon tersebut diatas, juga telah didapatkan data bahwa penggunaan glukosa dapat secara signifikan meningkatkan sel densitas dan sel viabilitas.Peningkatan kondisi sel ini ahirnya berpengaruh pada titer sel yang didapatkan.Titer yang didapatkan dari klon 193, 145 dan 223 masing-masing adalah sebesar 2000, 1500 dan 1300 mg/liter media. Dengan mengunakan teknik Adaptation with Conditioned Medium dan Sequential Medium, dalam riset ini, juga telah didapatkan 2 klon sel CHO-K1 yang telah diadaptasikan untuk tumbuh dalam kondisi suspensi.

Penelitian mengenai rhG-CSF telah menunjukan hasil bahwa analisis spektrometri massa pada protein hG-CSF rekombinan yang dihasilkan oleh E. coli identik dengan hG-CSF natural.Analisis elektroforesis 2D terhadap hG-CSF rekombinan menunjukkan nilai pI antara 6.0-6.5. Pengujian stabilitas genetik galur P. pastoris telah dilakukan melalui metode subkultur sederhana sampai lebih dari 10 generasi diperoleh dua galur dengan stabilitas genetik yang baik. Analisis awal terhadap tingkat produksi protein rekombinan pada fermentor 1 liter dengan menggunakan 500 ml media menunjukkan bahwa faktor aerasi dengan okigen sangat berperan dalam produksi hG-CSF rekombinan pada P. pastoris.

Penelitian mengenai rhIFNα2apada tahun ini telah menghasilkan kerangka baca terbuka (KBT) penyandi protein fusi dan penyandi non fusi yang akan digunakan sebagai pembanding. KBT telah berhasil diekspresikan dalam Pichia pastoris dan telah dilakukan purifikasi tahap awal dan karakterisasi berdasarkan bobot molekul dan identitas secara SDS PAGE dan identitas dengan Western Blot Tahapan pekerjaan selanjutnya adalahoptimasi purifikasi dan karakterisasi yang meliputi titik isoelektrik dan urutan asam amino protein. Tahap kedua akan difokuskan pada uji biologis yang meliputi aktivitas antiproliferasi secara in vitro dan uji farmakokinetik dengan sistem penandaan radioaktif I131. Tahap ketiga akan dilakukan uji toksisitas akut dan sub kronis secara in vivo.(Tim peneliti  Dr. Adi Santoso, Dr. Ratih Asmana Ningrum dan Dr. Asrul M Fuad dalam Kegiatan Unggulan LIPI 2015)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

icon-pelatihan-b

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI