Print

Karakterisasi Biodegradasi Senyawa Poliaromatik Dibenzothiophene Oleh Bakteri Laut Novosphingobium mathurense LBF-1-0061

Karakterisasi Biodegradasi Senyawa Poliaromatik Dibenzothiophene Oleh Bakteri Laut Novosphingobium mathurense LBF-1-0061

Puspasari NoerwKarakterisasi Biodegradasi Senyawa Poliaromatik Dibenzothiophene Oleh Bakteri Laut Novosphingobium mathurense LBF-1-0061an Tanjung, Elvi Yetti, Ahmad Thontowi, Agung Suprihadi, Susiana Purwantisari & Yopi

Jurnal Biologi Indonesia 12 (2): 257-264 (2016)

Dibenzotiofen merupakan kelompok hidrokarbon polisiklik aromatik yang memiliki kandungan sulfur. Senyawa ini memiliki sifat toksik, mutagenik dan sulit terdegradasi di lingkungan. Dari uji skrining diketahui bahwa isolat LBF-1-0061 termasuk bakteri yang mampu mendegradasi dibenzotiofen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat bakteri laut LBF-1-0061 dalam mendegradasi dibenzotiofen melalui uji skrining, analisis residu dibenzotiofen dengan GC/M dan untuk mengidentifikasi isolat tersebut secara molekular. Isolat LBF-1-0061 mampu tumbuh dalam dibenzotiofen hingga konsentrasi 100 ppm dalam 14 hari inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi dibenzotiofen terjadi hingga 37,5%. Identifikasi sebagian gen isolat LBF-1-0061 dilakukan berdasarkan gen 16s rRNA. Hasil analisis menunjukkan bahwa isolat tersebut memiliki tingkat kemiripan sebesar 99% dengan Novosphingobium mathurense strain SM117.

Kata Kunci : Bakteri laut, Biodegradasi, Dibenzotiofen, Hidrokarbon polisiklik aromatik

http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=fstream&fid=3152&bid=15600

Print

Pemurnian Parsial dan Karakterisasi Amilase dari Bakteri Laut Arthrobacter arilaitensis LBF-003

Pemurnian Parsial dan Karakterisasi Amilase dari Bakteri Laut Arthrobacter arilaitensis LBF-003

Dianti Rahmasari, Wijanarka, Sri Pujiyanto, Nanik Rahmani, & Yopi

Jurnal Biologi Indonesia 12 (1): 129-136 Pemurnian parsial dan karakterisasi(2016)

Pati merupakan sumber karbon yang melimpah di alam, dan α-amilase (1,4-α-D-glukanohidrolase; EC 3.2.1.1) yang menghidrolisis ikatan α-1,4-glikosidik pada molekul berpati. Produksi α-amilase yang berasal dari mikroba dalam beberapa tahun ini telah mengalami peningkatan yang pesat karena pemanfaatan amilase yang luas dalam industri makanan, tekstil, roti dan detergen. Studi ini melaporkan pemurnian, karakterisasi, dan analisis produk hidrolisis α-amilase dari bakteri laut pada pati. Enzim dari Arthrobacter arilaitensis ini dimurnikan secara parsial dengan pengendapan aseton 90%, dan kromatografi penukar ion menghasilkan aktivitas spesifik masing-masing sebesar 0,25 U/mg dan 0,38 U/mg, serta kemurniannya meningkat 1,14 kali dibandingkan dengan ekstrak kasarnya. Amilase ekstraseluler yang telah dimurnikan mempunyai aktivitas optimal pada pH 9 dan 50°C. Berdasarkan hasil zimogram, pita protein dari enzim amilase memiliki berat molekul antara 50-75 kDa. Produk hidrolisis enzim terhadap pati ini meliputi maltoheptosa, maltotriosa dan maltosa.

Kata Kunci: alfa amilase, bakteri laut, Arthrobacter arilaitensis, pemurnian, karakterisasi

http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=fstream&fid=3149&bid=15599

Print

Antibacterial Activity Test, Evaluation of Pharmacognosy and Phytochemical Screening of Some Extract of Globe Amaranth (Gomphrena globosa)

amaranthIndonesia is a rich biodiversity country where various medicinal plants have existed. One species of medicinal plants is Globe Amaranth (Gomphrena globosa, Amaranthaceae). This species is native to Central America and has been widely spread to the tropics. To date, the species can be easily found in the home gardens as an ornamental plant. Medicinal plants have been used for generations by traditional people. It was empirically proven that medicinal plants have the ability to cure certain diseases such as dysentery. All parts of this plant can be used as medicine. However, only the flower of the species was used in this study. The objective of the study was to identify the highest antimicrobial activity of Gomphrena globosa flower extract using ethanol, petroleum ether, ethyl acetate and n-butanol solvents. Gomphrena globosa flower was extracted using 96 persen ethanol and then was by partitioned using petroleum ether, ethyl acetate, and n-butanol respectively. The extracts were then evaporated using a rotapavor until condensed extract was obtained. Phytochemical screening was done on both of the flower powder and extract.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI