Print

Kebun Plasma Nutfah Puslit Bioteknologi LIPI

kpn

Kebun Plasma Nutfah (KPN) Cibinong merupakan salah satu tapak pelestarian ex situ di kawasan Cibinong Science Centre and Botanical Garden (CSC-BG). Pada awal pendiriannya antara tahun 1977-1981 dengan luas area sekitar 6 ha, kebun ini berfungsi sebagai kebun percobaan Lembaga Biologi Nasioal (LBN). Selanjutnya KPN berkembang hingga mencapai luas lebih dari 20 ha. Pada mulanya, PN dalam KPN berupa tumbuhan, kini berkembang pula hewan ternak sapi dan domba untuk penelitian dan produksi yang dilengkapi dengan unit prosesing susu. Material genetik dalam KPN berfungsi sumber genetik penelitian bagi para peneliti di lingkungan Puslit Bioteknologi dan Kedeputian Ilmu Hayati LIPI.

Print

Mengatasi Masalah Pakan Dengan SILASE

silase

Kesulitan hijauan makanan ternak (HMT) sering terjadi di beberapa daerah, terutama pada musim kemarau salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengawetkan hijauan menjadi silase.

KegunaanSilase
1. Menyediakan pakan ternak terutama ketika musim kemarau.
2. Lebih di sukai ternak karena aroma silase yang khas
3. Meningkatkan gizi pakan
4. Bisa dibuat kapan saja dan mudah karena menggunakan teknologi yang sederhana
5. Tahan lama sehingga bisa diberikan kapan saja sesuai kebutuhan ternak
6. Menampung kelebihan HMT pada musim hujan
7. Memanfaatkan hasil ikutan dari limbah pertanian dan perkebunan

 

 

Url: Program TP Banyumulek

Informasi terkait di www.biotek.lipi.go.id    ; pada Katalog Perpustakaan

Print

UBI KAYU, MAKANAN SI MISKIN YANG KAYA NUTRISI?

hartatiDi Indonesia dan beberapa negara di belahan benua Afrika ubi kayu kerap diidentikkan sebagai makanan orang miskin, kampungan dan murahan.Berbagai laporan tentang ubi kayu menyebutkan bahwa ubi kayu adalah makanan pokok yang ditanam petani miskin di lahan marginal di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Bahkan dari media ditanah air, kita kerap membaca bahwa standar masyarakat dianggap kekurangan pangan dan gizi kalau mereka hanya mengkonsumsi ubi kayu.

Pandangan tentang ubi kayu sebagai bahan pangan miskin nutrisi,banyaknya masyarakat berekonomi lemah yang mengkonsumsi ubi kayu, serta faktor harga yang lebih murah dibanding beras menyebabkan stigma negatif ini semakin melekat. Di Indonesia bagian Timur yang sebagian besar masyarakatnya sebelumnya mengkonsumsi ubi kayu sebagai makanan pokok pun mulai bergeser meninggalkan ubi kayu, terutama dikalangan generasi mudanya, karena dianggap kurang modern. Dan jika hal ini terjadi, maka dampak jangka panjang yang akan dirasakan adalah hilang atau berkurangnya biodiversitas ubi kayu di daerah tersebut. Tak dapat dipungkiri bahwa budaya memakan ubi kayu sebagai makanan pokok ikut berkontribusi terhadap pemeliharaan keragaman ubi kayu. Seperti di daerah Maluku Tenggara yang penduduknya mengkonsumsi makanan tradisional enbal yang terbuat dari ubi kayu dengan kandungan asam sianida (HCN)tinggi, di daerah tersebut masih banyak ditemukan keragaman jenis ubi kayu dengan HCN tinggi.

Baca selengkapnya

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI