Print

Harapan Baru Kemajuan Terapi Klinis Menggunakan Sel Epitel Pigmen Retina Di Masa Depan

VitaRetina merupakan bagian mata yang mengandung reseptor penerima rangsangan cahaya. Diantara retina dan koroid terdapatsebuah monolayer seluler yang disebut selRetinal Pigmen Epithelium (RPE) yang terletak di permukaan dalam bulbus.Fungsi RPE penting untuk menjaga kesehatan dan integritas retina luar, fotoreseptor, dan choriocapillaris pada mata normal (Stanzelet al., 2014). Sel RPE yang normal berperan penting pada retina. Fungsi tersebut antara lain sebagai pengangkutan nutrisi seperti glukosa atau vitamin A dari darah ke fotoreseptor, menjaga integritas struktur retina dengan cara mengfagosit sel-sel fotoresptor yang rusak akibat radikal bebas, photo-oxidative, dan energi cahaya. Proses fagositosis ini bertujuan untuk memperbarui sel-sel fotoreseptor yang rusak (Songet al.,2015). Sel RPE juga berperandalam regulasi ion dan keseimbangan cairan, serta menjaga imunitas mata (Davis et al., 2017). Hilang atau rusaknya epitel pigmen retina (RPE) merupakan bagian penting dari proses perkembangan penyakit pada beberapa kelainan retina, sepertiAge-Related Macular Degeneration(AMD), dan Stargardt Macular Dystrophy (SMD) (Schwartz et al., 2014).

Makula atau macula lutea merupakan bagian neurosensori yang terletak di bagian posterior retina yang kaya akan pigmen xantofil dan sel- sel fotoreseptor, khususnya sel kerucut. Oksigenisasi karetenoid, lutein dan zeaxantin, berakumulasi di bagian tengah dari makula yang menyababkan makula berwarna kuning. Karatenoid memiliki kemampuan untuk menyaring gelombang cahaya sehingga dapat melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya yang masuk (Septadina, 2015).

AMD adalah penyakit degeneratif yang menjadi penyebab utama kerusakan penglihatan di negara maju pada umur <55 tahun, dengan bentuk AMD kering untuk 85% hingga 90% kasus.Bentuk kering atau non-eksudatif AMDsaat ini masih belum bisa diobati secara maksimal. Stargardt Macular Dystrophy (SMD) adalah bentuk paling umum dari degenerasi makula pada remaja yang berusia < 18 tahun. Hal ini disebabkan oleh produksi protein rim (protein sinaptik yang penting untuk melepaskan neurotransmiter normal)yang dikodekan oleh gen ABCA4 telah rusak dan menyebabkan akumulasi di-retinoid-pyridinium ethanolamine (A2E) dalam RPE (Wanget al., 2003). Dampak lainnya yaitu hilangnya sel RPE, dan kematian fotoreseptor (Kruczeket al., 2017). Degenerasi makula juga berkaitan dengan atrofi, faktor genetik dan lingkungan yang mempengaruhi pasien terhadap tekanan dan oksidasi. Hal ini pada akhirnya dapat membahayakan epitel pigmen retina. SMD juga dapat disebabkan degenerasi epitel pigmen retina yang biasanya diinduksi oleh segmen luar fotoreseptor yang diubah secara genetik.

fundus

Print

Peningkatan Performa Pertumbuhan Kultur Sel Fibroblas Dan Aplikasinya Untuk Perbaikan Jaringan Yang Rusak

feminFibroblas adalah sel yang paling banyak terdapat dalam jaringan ikat, sel nya berbentuk memanjang dan memiliki retikulum endoplasma kasar yang jumlahnya banyak. Fibroblas membuat serat-serat kolagen, retikulin, elastin, glikosaminoglikan dan glikoprotein dari substansi intercellular amorf. (Mescher, 2010). Fibroblas mensekresikan molekul pro-kolagen dalam matriks intersel. Polimerisasi dari prokolagen menjadi mikrofibril terjadi diluar sitoplasma tersebut.

 

fibroblas

 

Pada orang dewasa, fibroblas dalam jaringan ikat jarang mengalami pembelahan. Mitosis hanya tampak bila organisme memerlukan tambahan fibroblas. Hal ini terjadi apabila jaringan ikat mengalami kerusakan (Spector dan Spector, 2002). Sel fibroblas banyak dikulturkan untuk keperluan cangkok kulit berkaitan dengan fungsinya menghasilkan serat kolagen dan memperbaiki jaringan epidermis yang rusak. (Femin Damayanti, Syubbanul Wathon)

Print

Sel Punca: Harapan Baru Bagi Pasien Gagal Jantung

rochmaSeiring dengan kurangnya stok organ, pengobatan dengan metode terapi mulai menjadi incaran para pasien yang tidak kebagian stok organ. Selain metode terapi dengan menggunakan obat, pasien gagal jantung masih mempunyai kesempatan untuk mengurangi resiko gagal jantung. Saat ini, para peneliti telah meneliti metode pengobatan dengan menggunakan terapiregeneratif sel‐sel punca.Sel punca merupakan sel‐sel yang belum berdiferensiasi penuh, dapat berproliferasi, berpotensi self-renewal, yang kemudian berdiferensiasi menjadi satu atau lebih jenis sel khusus (termasuk kardiomiosit) sebagai respon terhadap stimuli sinyal yang sesuai. Sel punca memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan dengan sel‐sel yang lain.20Saat ini, telah ditemukan macam‐macam sel punca yang telah diteliti dapat mengurangi resiko gagal jantung.

Meskipun strategi penanganan intervensi dan farmakologis ditingkatkan, pengobatan gagal jantung tetap menjadi tantangan utama dalam kajian kardiologi. Strategi regenerative termasuk terapi sel,pemrograman ulang secara endogen (dari dalam jantung) serta teknik jaringan dianggap sebagai pilihan yang menjanjikan untuk mengatasi gagal jantung.

 

jantung

Terapi dengan strategi regeneratif pada jantung juga lebih efisien dalam regenerasi kardiomiosit, pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi), serta memicu sitokin dan parakrin yang memiliki kemampuan anti peradangan, anti apoptosis, serta efek anti remodeling. Terapi regenerative menggunakan berbagai jenis sel pada tahap perkembangan yang berbeda telah dipertimbangkan untuk ditransplantasikan ke jantung termasuk embrio, janin, dan sel dewasa.4. (Rochmatul Nuryu Khasanah, Syubbanul Wathon)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI