Seminar APEC – ACABT 2019, Digelar di Kebun Raya Eka Karya Bali

Bali, Humas,  Seminar APEC - ACABT digelar di Kebun Raya Eka Karya, Bali. Bioenergi berbasis bioresources adalah pilihan tepat yang dapat dimanfaatkan saat ini, bahwa Indonesia kaya akan bioresources. Adapun salah satu keluaran utama dari forum APEC ACABT pada tahun ini adalah dihasilkannya peta riset EBT di Indonesia, termasuk biohidrogen, disampaikan Enny Sudarmonowati, selaku Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan LIPI sekaligus Chair of Indonesia Branch Center APEC Research Center for Advanced Biohydrogen Technology (APEC ACABT), dipembukaan Annual “Meeting and Seminar APEC ACABT” pada Jumat (25/7) di Kebun Raya Eka Karya, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tahun 2017 OPEC mencatat bahwa cadangan minyak Indonesia hanya menyimpan 0,2% dari cadangan minyak dunia dengan jumlah 3,6 milyar barrel. Cadangan tersebut diasumsikan akan habis dalam waktu 20 tahun kedepan. Menyikapi krisis energi tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

Lanjut  Enny,  "Forum APEC ACABT diperuntukkan untuk memperkuat koordinasi riset yang lebih baik dan kerja sama antar negara anggota di wilayah Asia Pasifik". Teknologi biohidrogen di Taiwan, Malaysia, Thailand, Cina dan Korea sudah lebih maju dalam pengaplikasiannya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebagai Focal Point APEC- ACABT perlu menindaklanjuti hasil kegiatan ini sebagai aksi nyata. Enny, mengungkapkan Hasil riset yang berkontribusi untuk penyedia bahan bakar berbasis sumber daya hayati penghasil biohidrogen diantaranya mikroalga perlu terus ditingkatkan.

Dirinya mengingatkan tantangan terbesar saat ini  adalah melakukan riset sumber daya hayati dengan biaya rendah untuk mempercepat komersialisasi dan pemanfaatannya.  Peneliti Indonesia perlu lebih meng-explore sumber biomassa karena belum optimal. Banyak teknologi yang dihasilkan, namun perlu upaya untuk menghubungkannya dengan teknologi bioenergi yang dimiliki oleh negara lain.  Industri menginginkan hasil  dalam skala besar dan disinilah kemampuan kita diuji, tutur Enny.  (Sa/Est/edt ks)


 

MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL KUNJUNGI P2 BIOTEKNOLOGI

Cibinong Kamis 11 Juli 2019- Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI menerima kunjungan dari Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta. Rombongan yang terdiri dari dosen pendamping dan mahasiswa ini diterima di gedung Auditorium P2 Bioteknologi-LIPI oleh tim humas kawasan CSC-BG. Diawal kegiatan, pengunjung mendapatkan pengarahan singkat tentang kegiatan penelitian yang dilaksanakan di P2 Bioteknologi-LIPI sehingga pengunjung memiliki gambaran singkat tentang kegiatan penelitian yang dilaksanakan sebelum melakukan kunjungan ke laboratorium.

Dalam sambutannya, koordinator kunjungan kawasan CSC-BG Dodi Rosadi menyampaikan beberapa program yang dapat diikuti oleh para mahasiswa yang berminat di bidang bioteknologi seperti mengikuti kegiatan pelatihan dan bimbingan mengingat P2 Bioteknologi memiliki 15 laboratorium dengan kompetensi inti yang berbeda-beda. “Kami berharap temen-teman mahasiswa dan dosen pendamping bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dibidang bioteknologi pada kunjungan ini dan silahkan manfaatkan kesempatan untuk berdialog dengan peneliti sedalam-dalamnya sehingga tujuan yang telah ditargetkan pada kunjungan ini dapat tercapai” tutup dodi.

Pada sesi kedua, para mahasiswa yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 3 kelompok dan dipandu berkeliling ke beberapa laboratorium yang ada di Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Laboratorium yang dikunjungi antara lain Lab. Reproduksi pemuliaan dan kultur sel hewan, Lab. Bioenergi dan dan Bioproses serta Lab. Biak Sel dan Jaringan Tanaman. Masing-masing kelompok diberikan tugas oleh dosen pendamping untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya melalui tanya jawab dengan peneliti agar informasi yang diterima dapat disampaikan kembali kepada mahasiswa lain pada kegiatan seminar yang akan dilaksanakan di Universitas Nasional. Di akhir kegiatan, Dr. Ekayanti selaku wakil kepala laboratorium reproduksi, pemuliaan dan kultur sel hewan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang berminat pada bidang reproduksi pada sapi, pemuliaannya ataupun kultur sel hewan untuk melaksanakan praktek kerja lapangan ataupun penelitian di P2 Bioteknologi-LIPI.(est,dr)

 

Kecepatan Regenerasi Kalus Somatik Embriogenik Terung Pada Beberapa Media Maturasi

Kecepatan Regenerasi Kalus Somatik Embriogenik Terung Pada Beberapa Media Maturasi

Hartati, Hanifah Agani, N. Sri Hartati, Enny Sudarmonowati (2018)

Jurnal ILMU DASAR, Vol.19 (2): 125-134. ISSN-2442-5613

terungRalstonia solanacearum is one of the most important pathogen that causes bacterial wilt disease in eggplant and inhibits eggplant production. Improvement of eggplant varieties resistant to bacterial wilt can be accomplished through genetic manipulation. Regeneration of in vitro plants isone of the important tools to supports plant improvementthrough biotechnology. This study was aimed to determine the rate of eggplant regeneration in various maturation media, and to find the best medium for eggplant regeneration based on maturation rate and the number of cotyledon produced. We used resistant eggplant (accession 032)as the material to produce somatic embryogenic.There were 7 types of regeneration media used in this research. MS medium was supplemented with a certain concentration of plant growt regulators , such as: 1 mg / L + BAP 1 mg / L, NAA 4mg / L, TDZ 0.005 mg / L, TDZ 0.001 mg / L, CuSO4 2mM + BAP 1 mg / L, CuSO4 2mM + BAP 2 mg / L and Kinetin 1 mg / L + CuSO4 2mM. Three clumps of callus per plate with three replications were transferred to MS suplemented medium. The parameters observed were the color of callus before and after they were transfered to regeneration medium, the day of formation of globular, heart-shaped, tubular and cotyledonary phase, and the number of cotyledons formed. The results obtained showed the somatic embryogenic color of the 032 genotype was white with friable structure before being transferred to regeneration medium and was turned to yellowish white after being transferred to the regeneration medium. On the day sixth, friable embryogenic somatic of eggplant was developed into nodule on medium MS + NAA 4 mg / L, MS + CuSO4 2mM + BAP medium 1 mg / L, and MS + CuSO4 2mM + BAP 2 mg / L. Somatic embryogenic callus of accession 032 were able to pass complete globular, heart-shaped, tubular and cotyledonary phase. The most responsive medium for somatic embryogenic callus regeneration, based on the days of the callus phases formation and the number of early-phase cotyledons obtained, were MS medium suplemented with CuSO4 2mM + BAP,and CuSO4 2 mM + BAP 2 mg / L.

Keywords: eggplant, Ralstonia solanacearum, regeneration, cotyledonary, clump, BAP

Katalog: http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=fstream&fid=3486&bid=16092

Disusun oleh: Ludya AB/Pustakawan

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI