Diversity And Antimicrobial Activity Of Lichens Associated Actinomycetes In Cibinong Science Centre (CSC) And Cibodas Botanical Garden (CBG) Indonesia

Bioprospecting has developed to all biological taxa including procaryotic. Actinomycetes become interesting procaryotic because of the ability to produce important secondary metabolite for human life. Actinomycetes are known as the largest antibiotic producer that has a broad range habitat. Some research has been done to find new antibiotic from the various habitat of actinomycetes. One of the interesting habitats of actinomycetes which never been explored in Indonesia is lichens... Lichens as the symbiotic structure of alga and fungi areknown as the ecological niche of various kinds of microorganisms including actinomycetes. Cibinong Science Centre (CSC) and Cibodas Botanical Garden (CBG) have various species of trees as the habitat of lichens. These areas are known as one of the research locations to explore the biodiversity of Indonesia. The aims of this research is to study the diversity and antimicrobial potency of actinomycetes isolated from 10 lichen samples with various type of thallus; crustose, fructose and foliose. Lichen samples were grown on the bark of 9 trees species in CSC and CBG. Isolation process used three agar media; HV, YIM6 and YIM711 with cycloheximide and nalidixic acid. Molecular identification based on 16S rRNA gene sequence. Antimicrobial activity was tested to 65 isolates by agar diffusion method to Bacillus subtilis BTCC B.612, Escherichia coli BTCC B.614, Candida albicans BTCC Y.33, Staphylococcus aureus BTCC B.611, Micrococcus luteus BTCC B.552. Isolation process retrieved 125 isolates with the highest number grow on HV agar medium. Based on the sample, the highest number of actinomycetes were isolated from crustose lichen attached on the bark of Averrhoea carambola. A total 69 isolates were identified as the genera Actinoplanes, Amycolatopsis, Angustibacter, Kribbella, Micromonospora, Mycobacterium, and Streptomyces. The screening process showed 24 isolates have antimicrobial activity, with the highest inhibitory activity against Micrococcus luteus BTCC B.552. ( Agustina Eko Susanti , Shanti Ratnakomala , Wibowo Mangunwardoyo ,and Puspita Lisdiyanti)

lichens

 

Sumber/full text : http://jurnal.biotek.lipi.go.id/index.php/annales/article/view/368/pdf_1

(ahm)

Metode Dried Blood Spot (DBS) Sebagai Solusi Sampling Darah Daerah Terpencil

sri swasthikawatiSri Swasthikawati (Puslit Bioteknologi LIPI)


Dalam penelitian dan pengujian klinis yang menggunakan sampel darah, pengambilan sampel darah melalui intravena (venipuncture) sejauh ini merupakan metode gold standard yang umum digunakan (Ostler et al., 2014). Namun demikian, teknik sampling tersebut hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis terampil sehingga menjadi kendala jika dilakukan di daerah terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan. Sampel darah yang diperoleh melalui venipuncture, selain membutuhkan peralatan yang lebih banyak, seperti syringe, alcohol swab dan tabung vakutainer, juga memerlukan prosedur penyimpanan, transportasi maupun pengiriman yang spesifik. Untuk menjaga kestabilan molekul target dalam sampel, sampel darah harus disimpan di dalam suhu 4˚C selama maksimal atau suhu -20˚C dan -80˚C untuk penyimpanan yang lebih lama, termasuk selama proses transportasi atau pengiriman. Hal tersebut berdampak pada biaya yang diperlukan dalam proses sampling. Oleh karena itu, metode sampling Dried Blood Spot (DBS) diperkenalkan sebagai alternatif yang menawarkan solusi dari kelemahan metode sampling darah konvensional, venipuncture.

peralatan sampling metode dbs

 

Sumber/Full teks : http://terbitan.biotek.lipi.go.id/index.php/biotrends/article/download/254/216

(ahm)

Actinobacteria: Sumber Biokatalis Baru Yang Potensial

ali taufik faturahman

Alfi Taufik Fathurahman (Puslit Bioteknologi LIPI) 

Actinobacteria atau dikenal juga dengan aktinomisetes, merupakan kelompok bakteri gram positif yang memiliki kandungan nukleotida G-C (Guanine dan Cytosine) tinggi pada DNA genom (Chavan, 2013). Bakteri ini juga termasuk ke dalam jenis filamentous bacteria karena dapat membentuk spora dan miselium sehingga morfologinya mirip seperti cendawan berfilamen (Das dkk., 2008; bizuye dkk.,2013).

Gambar 1 menunjukkan salah satu contoh isolat Actinobacteria yang ditumbuhkan pada media padat ang mengandung pati dan kasein. Secara fisik bakteri ini terlihat kompak, membentuk kerucut ke permukaan media dan umumnya dilingkupi dengan miselium aerial, yakni kumpulan hifa yang tumbuh secara vertikal di atas substrat (Ranjani, Dhanasekaran, and Gopinath 2016).

actinobacteria

Sumber/full teks : http://terbitan.biotek.lipi.go.id/index.php/biotrends/article/download/257/219

(ahm)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI