Pelatihan Pembuatan Pupuk POH

Pestisida merupakan ancaman bagi kesehatan manusia dan dapat merusak kelestarian lingkungan selain itu juga mengganggu kelangsungan hidup serangga yang bertugas sebagai agen biocontrol di lingkungan. Menyikapi hal ini melalui program Biovillage Pusat Penelitian Biologi - LIPI tergerak untuk meneliti pupuk organikyang ramah lingkungan.

Dari hasil penelitian jangka panjang yang diawali isolasi, pemurnian, penapisan, uji biologi perkecambahan (seed bioassay), uji rumah kaca, uji lapangan dan akhirnya uji aplikasi pada pertanian di masyarakat luas, telah dihasilkan tidak hanya formula starter mikroba perarakaran pemacu tumbuh tanaman (MPPTT) unggulan, tetapi juga formula bahan organik yang mudah didapat dan terjangkau untuk membuat pupuk organik hayati yang murah tetapi berkualitas.

Formula starter MPPTT, atau yang sering disebut PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat pula dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik hayati( POH ). Mikroba yang digunakan ini memiliki banyak sekali manfaat diantaranya dapat meningkatkan kesuburan, peningkatan
ketahanan terhadap penyakit, perombak bahan kimia agro dan perombak bahan organik.

Hal ini dapat terjadi karena mikroba-mikroba unggul yang ada di dalam POH dapat berfungsi untuk menambat N, penghasil hormone tumbuh, pelarut fosfat dan sebagai agen biocontrol. Melihat keunggulan yang dimiliki POH, dalam program diseminasi Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI melalui kegiatan biovillage melaksanakan pelatihan yang ditujukan untuk petani, pengajar, industri dan masyrakat umum yang berminat di bidang pertanian.

Pelatihan diadakan di Kawasan CSC-BG, Cibinong pada tanggal 24 November 2016. Para peserta berasal dari kalangan masyarakat umum, petani, kelompok tani, guru-guru SMA dan akademisi perguruan tinggi. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan meliputi teori dan praktek. Beberapa materi yang disampaikan adalah Alih Teknologi Pertanian Organik, Teori Dasar Mikroba

Tanah, Penapisan Mikroba Pemacu Pertumbuhan Tanaman Agen POH, Formulasi POH, Pengembangan dan Produksi POH, Teori Aplikasi dan TeknikPembuatan POH dan Praktek Teknik Pembuatan POH.
Pada kegiatan praktek Pembuatan POH, peserta pelatihan ikut terlibat langsung dalam pembuatan POH mulai dari tahap persiapan bahan sampai pada formulasi. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan POH diantaranya tepung ikan, air kelapa muda, gula merah, telor, tauge dan lain lain. Semua bahan yang telah disediakan dicampur menjadi satu dan disimpan dalam kondisi anaerob selama kurang lebih 3 minggu.

Setelah 3 minggu POH siap diaplikasikan untuk berbagai tanaman mulai dari sayuran sampai buah-buahan. Pada akhir kegiatan diharapkan para peserta pelatihan dapat memahami pengembangan pertanian organik, alih teknologi pertanian organik, pengembangan dan produksi POH, mikroba tanah, teknik penapisan mikroba penyubur tanah agen POH dan dapat memproduksi POH baik untuk pemenuhan kebutuhan sendiri atau untuk diperjualbelikan sehingga dapat meningkatkan pemasukan ekonomi serta mampu mendukung pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
(esti/humas/biotek)