Pelatihan Teknik Kultur Jaringan Tanaman

Selain mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kepada masyarakat, LIPI juga turut menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan hidup. Melalui Program Biovillage yang dikoordinasi Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, LIPI berkreasi dengan kegiatan-kegiatan diseminasi hasil riset bercorak lingkungan berkonsep zero waste yang menggabungkan topik food (pangan/pertanian), feed (pakan), fertilizer (pupuk) dan fuel (bahan bakar terbarukan--hayati).

Untuk mendiseminasikannya yaitu dengan melakukan kegiatan pelatihan kepada masyarakat yang diselenggarakan pada tanggal 24 November 2016 di Puslit Bioteknologi LIPI. Salah satu kegiatan pelatihan yang dilaksanakan yaitu pelatihan teknih kultur jaringan tanaman yang diikuti 10 peserta yang sebagian besar peserta merupakan guru sekolah di kawasan Jabodetabek. Kultur jaringan tanaman adalah suatu teknik penumbuhan jaringan tanaman pada media buatan, lingkungan buatan, dalam keadaan terkontrol, dan pada kondisi steril (disebut dengan istilah in vitro). Teknik kultur jaringan tanaman berdasarkan pada satu konsep dasar yang disebut "totipotensi sel", yaitu suatu sifat dari sel-sel hidup pada suatu tanaman jika ditumbuhkan pada kondisi yang sesuai mempunyai kemampuan untuk beregenerasi menjadi tanaman utuh.

Pada kondisi in vitro, sel, jaringan, dan organ dari tanaman dapat dipelihara secara terus menerus tanpa batas dengan cara melakukan subkultur secara periodik dalam media tumbuh yang sesuai. Teknik kultur jaringan tanaman mempunyai banyak aplikasi dalam bidang bioteknologi, diantaranya untuk perbanyakan tanaman, produksi metabolit sekunder, rekayasa genetika, konservasi plasma nutfah, penyediaan benih buatan, dan studi biokimia sintesis metabolit primer dan sekunder.Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman Dasar ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar yang sederhana dan mudah dipahami mengenai kultur jaringan tanaman.


Pembicara dalam pelatihan ini yaitu Betalini Widhi Hapsari, M. Si, Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan Dyah Murtanti M. Si, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI. Materi yang disampaikan oleh para pembicara meliputi persyaratan kultur jaringan, teknik dasar dalam kultur jaringan, pengenalan macam-macam kultur jaringan dan aplikasi kultur jaringan secara sederhana.

Tidak sekadar penyampaian materi di dalam ruangan, para peserta juga dibekali dengan berbagai praktek di lapangan mengenai teknik kultur jaringan tanaman. Para peserta dibagi menjadi 3 kelompok, dimana masing-masing kelompok diberi pengenalan bahan dan alat yang digunakan dalam kultur jaringan, cara kultur di ruang steril dengan menggunakan laminar dan aklimatisasi. Harapannya dari pelatihan tersebut peserta lebih memahami teknik kultur jaringan tanaman dan dapat diaplikasikan ditempat masing-masing, terutama kepada peserta yang sebagian besar adalah guru sekolah, pelatihan yang diberikan dapat diajarkan ke siswa siswi disekolah. (warda-humas-biotek).