Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Biosiklofarm CSL

biovillage2Pupuk Organik Biosiklofarm CSL adalah pupuk kompos yang dibuat dari hasil pelapukan bahan-bahan tanaman atau limbah organik seperti jerami, sekam, daun-daunan, rumput-rumputan, limbah organik pengolah an pabrik, dan sampah organik yang mengandung mikroba penghasil multi biokatalis yang berfungsi merombak biomass (lignin, selulose, protein) dilengkapi mikrobaagen biocontrol tanaman.

Selain itu, pupuk organik Biosiklofarm CSL diperkaya Corn Steep Liquor (CSL) yang merupakan sumber nitrogen serta kaya akan asam amino, vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk pengolahan produksi pupuk. Salah satu manfaat kompos organik adalah dapat memperbaiki kondisi media tanam sehingga dapat mendorong pertumbuhan tanaman secara alami. Kompos selain memiliki sifat ramah lingkungan juga memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Ketersediaan kompos bermutu dapat dihasilkan melalui proses pengolahan yang sesuai dengan standar pengolahan kompos yang tepat. Mekanisme pengolahan kompos secara umum meliputi pengumpulan sampah daun, penggilingan, fermentasi, penyaringan dan aplikasi (pemakaian di lapangan). Kegiatan pengelolaan sampah organik menjadi bagian dari model Biovillage yang
ditujukan untuk memproduksi kompos organic berkualitas. Kompos yang diolah diharapkan dapat mendukung pelaksanaan beberapa kegiatan Biovillage yang saling terintegrasi dengan volume sampah daun yang cukup besar di kawasan CSC-BG yang berpotensi diolah menjadi kompos organik.

Meskipun penggunaan mikroba sudah dikenal oleh praktisi pertanian, tetapi pemanfaatan bahan-bahan organik yang murah dan berkualitas serta mikroba unggulan dengan aktivitas menguntungkan belum sepenuhnya diketahui dan digunakan secara optimal. Demikian pula dengan teknologi pembuatan pupuk organik biosiklofarm CSL yang mudah dan murah tetapi berkualitas belum tersentuh para petani maupun kelompok tani.

Oleh karena itu melalui kegiatan diseminasi Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik Biosiklofarm CSL yang berlokasi di kawasan CSC-BG pada tanggal 24 November 2016. para peserta peserta dari kalangan petani, akademisi perguruan tinggi serta industri.

Tujuan dan sasaran pelatihan pembuatan pupuk organik biosiklofarm CSL serta kurikulumnya menekankan pada peningkatan pemahaman serta kemampuan dalam hal teori maupun praktek. Metode yang digunakan pendekatan partisipatif secara langsung( direct communication ) dimana peserta pelatihan dipacu berpartisipasi aktif dalam setiap kesempatan pada saat pelatihan.

Kegiatan pelatihan terdiri dari materi, diskusi dan praktek. Diantara materi yang disampaikan adalah penjelasan tentang ciri-ciri dari kompos yang berkualitas baik diantaranya bentuk fisiknya menyerupai tanah, warnanya cokelat kehitaman, suhu kompos mendekati suhu ruangan, tidak mengeluarkan bau busuk, baunya menyerupai tanah, Strukturnya remah dan tidak menggumpal, Kompos matang memiliki pH 6,5-7,5, Memiliki ratio C/N sebesar 10-20 dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) 110me/100 gram. Hal ini dinilai sangat penting diketahui para peserta pelatihan agar mengetahui standar keberhasilan dalam pembuatan

Pupuk Organik Biosiklofarm CSL. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 1 hari ini memiliki tujuan agar para peserta pelatihan Pupuk Organik Biosiklofarm CSL mampu menghasilkan produk yang bisa dipergunakan sendiri serta dipasarkan ke masyarakat luas. Dalam pengembangan pengolahan kompos organik di dalam model Biovillage dikawasan SCS-BG dapat menjadi unit kegiatan yang bisa diadopsi langsung peserta pelatihan sebagai unit usaha yang efektif. (esti/humas/biotek)