Sivitas

Print

Pengembangan Kultur Tunas dan Kultur Akar Purwoceng (Pimpinella Alpina (Zoll). Koord.) untuk Perbany

Pelaksana : T.M. Ermayanti, D. R. Wulandari, A. F. Martin, E. Al Hafiizh, D. E. Rantau & B. Hapsari

 

Abstrak

             Purwoceng (Pimpinella alpina (Zoll). Koord. atau P. pruacan Molk.) adalah tanaman obat asli Indonesia yang tergolong langka. Oleh sebab itu upaya untuk konservasi dan perbanyakan jenis tanaman ini perlu dilakukan untuk pengembangan di masa mendatang. Kegiatan penelitian ini merupakan tahun pertama sebagai upaya untuk melakukan konservasi dan perbanyakan secara in vitro. Pada tahun ini telah dilakukan inisiasi tunas untuk penyediaan kultur tunas yang akan diperbanyak. Sterilisasi eksplan yaitu daun, tangkai daun, tangkai bunga dan biji telah dilakukan untuk mendapatkan tunas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sterilisasi eksplan masih merupakan kendala, sehingga frekuensi pembentukan tunas masih rendah. Demikian juga bahwa perkecambahan biji sangat sulit. Pertumbuhan tunas yang telah terbentuk juga sangat lambat. Sampai akhir tahun pertama ini media yang cukup baik untuk stimulasi tunas samping adalah media MS yang mengandung 2 mg/l BAP yang dikombinasikan dengan 0,5 mg/l NAA. Inisiasi akar rambut dengan A. rhizogenes belum berhasil diperoleh karena kendala eliminasi bakteri dan eksplan yang cepat layu, menguning atau kering. Percobaan akan diteruskan pada tahun mendatang.

 

 

Kata kunci : Purwoceng, Pimpinella alpina, P. pruacan, kultur tunas, akar rambut, A. rhizogenes

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI