Sivitas

Print

Peningkatan Kadar Aloin Lidah Buaya melalui Embriogenesis dan Mutagenesis

Pelaksana : M. Imelda, A.Wulansari, L.Sari dan F. Erlyandari

Abstrak

       Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) dari suku Aloeaceae telah dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika dan obat tradisional sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Lidah buaya dilaporkan bermanfaat sebagai obat diabetes, obat kanker dan HIV, bahkan untuk mengatasi stres dan kecanduan. Peningkatan mutu tanaman lidah buaya sulit dilakukan secara konvensional mengingat tanaman ini diperbanyak secara vegetatif dalam jangka waktu lama. Dalam penelitian ini, keragaman genetik tanaman lidah buaya diinduksi melalui mutasi dengan radiasi sinar gamma terhadap tunas in vitro dan kalus lidah buaya kecil (A.vera) dan lidah buaya besar (A.vera var. Chinensis) dan melalui proses organogenesis atau embriogenesis somatik dari kultur kalus.  Kultur tunas in vitro 2 varietas lidah buaya diradiasi dengan sinar gamma (10-60 gray) kemudian diperbanyak pada media MS yang mengandung 1 mg/lBAP. Induksi kalus dilakukan dalam media MS yang mengandung 1-2 mg/l 2,4 D dan 0,1-0,5 mg/l Kinetin dari eksplan pangkal daun tunas in vitro tersebut. Kalus yang terbentuk diregenerasikan melalui proses organogenesis atau embriogenesis somatik. Pada tahun berikut munculnya mutan akan diuji dengan teknik RAPD

 

Kata Kunci :    Lidah buaya, Aloe vera, A.vera var. Chinensis, proliferasi tunas in vitro, organogenesis, radiasi sinar gamma

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI