Sivitas

Print

Pengembangan Teknologi Aplikasi Mikoriza dalam Menunjang Program Pembangunan Bersih Lingkungan (Cdm)

Pelaksana :H. I. Sukiman, H. Karsono, S. J. Lekatompessy, R. Simarmata, T. Widowati, Nuriyanah, L. Nurjanah,  A. Rivai, Adang R. dan Muplih

 

Abstrak

 

Teknologi produksi biomasa mikorisa telah dikuasai sejak beberapa waktu yang lalu dan produk pupuk bio mikorisa telah diujicobakan pada sejumlah tanaman pangan dan hutan di beberapa lokasi khususnya di Jawa dan Kalimantan. Teknologi tersebut merupakan  transfer teknologi  dari Osaka Gas Co. Ltd Jepang yang dirintis melalui kerjasama antara Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan sejak tahun 1999. Hasil penelitian kerjasama ini menunjukkan bahwa pupuk bio mikorisa dapat diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia dengan tingkat kualitas yang sama dengan produk mikorisa asal Jepang. Aplikasi jamur mikorisa pada berbagai jenis tanaman hutan (Acacia mangium, A. crassicarpa, Paraserianthes falcataria, Enterobolium sp. Khaya sp, Eucalyptus sp. dll) menunjukkan hasil yang signifikan dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan jamur mikorisa mampu meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang dengan nilai akselerasi masing-masing 16.5% dan 19.4% dibandingkan dengan tanaman kontrol. Hal ini menyamai perlakuan dengan pupuk kimia sehingga dapat diasumsikan bahwa mikorisa dapat menggantikan kebutuhan akan pupuk kimia khususnya nitrogen dan phosphat (Sukiman H. I. dkk, 1999, Santosa E. dkk 1999). Namun produk pupuk bio mikorisa yang diujikan tersebut diproduksi dengan  starter jamur mikorisa asal Jepang. Produk pupuk bio mikorisa ini berisi isolat mikorisa terpilih dari kelompok Glomus sp. 

Melalui program penelitian DIPA Tahun Anggaran 2005, kegiatan penelitian difokuskan pada pengumpulan biodiversitas mikorisa asli Indonesia. Seperti telah diketahui Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas flora dan faunanya. Secara langsung hal tersebut juga menunjukkan megabiodiversitas mikrobanya. Target yang diinginkan adalah dimilikinya sejumlah koleksi isolat murni jamur mikorisa asal Indonesia yang efektif untuk dikembangkan sebagai produk pupuk bio. Selanjutnya seleksi isolat jamur mikorisa difokuskan pada isolat yang tahan terhadap kondisi ekstrim khususnya asam. Teknologi produksi pupuk bio mikorisa selanjutnya akan dikembangkan dengan menggunakan isolat asal Indonesia yang mempunyai daya resistensi spesifik .

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan isolat mikorisa asli Indonesia yang potensial untuk selanjutnya dikembangkan sebagai pupuk bio dan menunjang  program reforestrasi di Indonesia. Departemen Kehutanan melaporkan bahwa luasan lahan kritis hingga tahun 2004 sudah mencapai 500.000 ribu hektar dan jumlah ini akan terus bertambah apabila program reforestrasi tidak berjalan dengan lancar. Keberhasilan program reforestrasi ini tentunya ditunjang dengan tersedianya jumlah benih yang berkualitas. Selanjutnya,  aplikasi pupuk bio berbasis mikorisa yang telah berhasil diproduksi di Indonesia akan diimplementasikan dengan mengacu program CDM (Clean Development Mechanism) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (Mudiyarso,  2003)

Dari hasil penelitian telah berhasil didapatkan sejumlah isolat mikorisa asli Indonesia. Di samping itu telah dilakukan produksi pupuk bio VAM secara kontinyu dan pupuk bio tersebut sudah diaplikasikan pada tanaman hutan yakni Suren gunung dan Acacia crasicarpa.

 

Kata kunci : Mikrorisa, Pupuk Bio VAM, Reforestrasi

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI