Print

Identifikasi Molekuler Bakteri Asam Laktat dari Dadih dan Danke serta Standarisasi Produk Yogurt untuk Mendukung Proses Pengolahan Daging dan Susu

Bakteri Asam Laktat (BAL) atau Lactic acid bacteria (LAB) adalah bakteri gram positif yang banyak dimanfaatkan padamakanan fermentasi. Biotechnology Culture Collection (BTCC) memiliki koleksi BAL dalam jumlah yang cukup banyak. Koleksi BAL dipreservasi secara kering beku selama hampir 20 tahun. Pada kegiatan ini, penumbuhkembali 42 isolat BAL yang diisolasi dari dadih (makanan fermentasi dari susu seperti yogurt) dan danke (makanan koagulasi susu seperti keju) telah dilakukan. Identifikasi molekuler berdasarkan analisa gen 16S rRNA menunjukkan bahwa 42 isolat diidentifikasi sebagai genusLactobacillus, Lactococcus, Enterococcus, dan Pediococcus. Analisa mutu susu yang dilakukan dengan mngembangkan metode analisa dan menggunakan alat Milko Testing mengindikasikan bahwa dua kelompok susu yang dikelola oleh 2 kelompok yang berbeda mempunyai mutu susu

Kata kunci: bakteri asam laktat, dadih, danke,gen 16S rRNA, standarisasi susu

(Peneliti: Puspita Lisdiyanti, Shanti Ratnakomala, Eko Suyanto, Miranti Nurindah Sari, dan Yantyati Widyastuti; sumber laptek 2012)

Print

Peningkatan Populasi dan Mutu Genetik Ternak Melalui Aplikasi Bioteknologi Peternakan

demplotsapiIndonesia sampai saat ini masih mengimpor daging sebesar 30% dan susu 70% untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Import sapi, daging dan susu yang semakin besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri akan meningkatkan ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bangsa lain dan dapat mengancam kedaulatan pangan bangsa. Upaya pengembangan industri peternakan yang tangguh, modern dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kemandirian bangsa memenuhi kebutuhan pangan asal ternak menjadi sangat penting.

Print

Produksi Sperma dan Embrio Sapi Melalui Teknologi Reproduksi dalam Rangka Mendukung Penyediaan Ternak Sapi Unggul Nasional

embrioProgram pemerintah untuk mewujudkan Swasembada Pangan Nasional 2014 perlu didukung sepenuhnya oleh seluruh komponen yang terlibat terutama dalam bidang peternakan.Peningkatan konsumsi produk pangan asal ternak khususnya ternak sapi yang semakin meningkat setiap tahunnya,memerlukan dukungan dari produksi lokal supaya tidak selalu bergantung pada produk impor.Tantangan ini tidak mudah karena saat ini impor daging, susu dansapi bakalan sangat besar, sekitar 30 persen dari kebutuhan dagingdan susu nasional. Permintaan yang tinggi terhadap produk asal ternak sapi perlu didukung dengan program peningkatan populasi ternak sapi nasional. Aplikasi teknologi reproduksi yaitu Inseminasi Buatan (IB)dan Transfer Embrio (TE) merupakan upaya dalam meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia.

Print

Pengembangan Silase Komplit Menggunakan Bahan Pakan Lokal untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia

Untuk mengatasi kelangkaan hijauan pakan pada musim tertentu, upaya preservasi hijauan dapat dilakukan dengan membuat silase. Pembuatan silase komplit perlu dikembangkan menggunakan bahan-bahan dengan pertimbangan harga, kemudahan dan ketersediaan serta nilai gizinya. Silase komplit dibuat untuk kebutuhan penelitian in vivo menggunakan 12 ekor sapi perah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (4 perlakuan 3 ulangan). Komposisi silase komplit R1: R. gajah: konsentrat: bungkil biji matahari(45%:50%: 5%); R2: R. gajah : konsentrat : jerami padi : b. biji matahari(30%:50%:15%:5%) dan R3: R. gajah : konsentrat : pelepah sawit : b. biji matahari (30%:50%:15%:5%). Penambahan aditif berupa inokulum bakteri asam laktat (BAL) 0,5 ml per kg hjauan dan enzim kasar selulase 1 ml per kg hijauan.

Print

Formulasi Antibakteri Asal Mikroorganisme dan Tanaman untuk Pencegahan dan Pengobatan Mastitis pada Sapi

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat tanaman daun sirih (Piper betle Linn.), serai (Andropogon citratus DC) dan bawang putih (Allium sativum) serta ekstrak bakteriosin dari Lactobacillus plantarum terhadap bakteri penyebab mastitis pada sapi perah (Isolat bakteri Streptococcus aureus, Eschericia coli diperoleh dari Biotechnology Culture Collection sedangkan Staphylococcus agalactiae diperoleh dari BBalitvet.Formulasi asal tanaman dan mikroorganisme dikombinasikan dalam delapan perlakuan dengan konsentrasi 6.25%, 12.5% dan 25%.Uji sensitivitas antibakteri menggunakan metode kertas cakram menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap bakteri uji dengan diameter zona hambat yang lebih besar pada konsentrasi yang lebih besar.

Kata kunci:mastitis, antibakteri, Formulasi, bakteri pathogen, sapi perah

(Peneliti: Nova Dilla Yanthi, Nina Herlina, Judhi Rahmat, Dewi Kartika Sari,Heni Widyowati,Erik Ferdian, Didik Tulus Subekti, Haryatun, dan Asep Muhammad Ridwanulloh; sumber: laptek 2012)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI