Klaster Pengolahan Pakan dan Susu

Keamanan pangan menjadi fokus utama dalam industri pangan. Tuntutan konsumen terhadap persyaratan keamanan pangan terus berkembang seiring dengan perkembangan dunia industri di indonesia. Keamanan pangan dapat diterapkan dengan cara melakukan penerapan Sistem Kemanan pengan yaitu Food Safety Management System. Food Safety Management System (FSMS). FSMS mencakup pengendalian produk mulai dari penjaminan kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga proses distribusi yang sesuai. Mulai dari pengolahan pasca panen yang diolah menjadi bahan setengah jadi ataupun produk jadi. FSMS merupakan standar yang ditetapkan sistem manajemen mutu ISO 22000:2005 yang telah diadopsi oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu SNI ISO 22000:2009. Standar SNI ISO 22000:2009 menjelaskan, industri yang berkaitan langsung dengan rantai produk pangan wajib menggunakan standar tersebut. Disebabkan industri pakan industriberkaitan langsung dengan rantai produk pangan, maka standardisasi industri pakan sama dengan industri pangan Food safety manajemen system merupakan gabungan antara standardisasi manajemen pengelolaan dan Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP). Salah satu industri yang termasuk dalam rantai pangan adalah industri pengolahan pakan konsentrat dan pengolahan susu.

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI mengembangkan Inkubator teknologi pengolahan susu dan pakan yang bertujuan untuk hilirisasi produk pakan dan susu yang dihasilkan penelitian. Program Biovillage melalui kegiatan “Pengembangan dan Pengelolaan Inkubator Teknologi Pengolahan Pakan dan Susu Sebagai Model Biovillage di CSC” mempunyai tujuan utama mengoperasikan inkubator pengolahan susu yang telah dibangun. Pengoperasian suatu inkubator pengolahan harus didukung kegiatan pengembangan produk dan kelengkapan dokumen operasional unit pengolahan. Pengembangan produk berfungsi menjawab tantangan pasar dalam memenuhi kebutuhan dan selera konsumen, mengaplikasikan hasil penelitian dan mampu memanfaatkan potensi pangan lokal sehingga tercipta produk baru yang bercita rasa, sehat, aman dan digemari.

Keberhasilan inkubator teknologi pengolahan susu dan pakan dipengaruhi 4 faktor, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, standarisasi, dan manajemen pengelolaan. Keempat faktor tersebut dapat dipenuhi dengan penerapan FSMS. Penerapan FSMS dimulai dari pembuatan dokumen sistem manajemen mutu. Dokumentasi operasional unit pengolahan pangan meliputi standar wajib dan pilihan yang harus dipenuhi agar hasil pengolahan secara legal dapat dipasarkan, adanya jaminan produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, melindungi konsumen dari risiko konsumsi pangan, stabil dalam kualitas dan kuantitas, serta standar/baku proses operasional.

Pada tahun 2016 ini, kegiatan inkubator susu berfokus pada instalasi mesin dan peralatan pengolahan susu, uji coba (trial) dan produksi susu pasteurisasi/UHT, pembuatan dokumen analisis bahaya produk susu, pengembangan produk susu fermentasi dan buku pedoman pembuatannya, serta analisis kelayakan bisnis industri susu. Sedangkan kegiatan inkubator pakan konsentrat difokuskan pada pembuatan dokumen HACCP Plan, dokumen SSOP, Formula produk pakan konsentrat berbahan baku lokal, dan analisis feasibility study pengolahan pakan konsentrat. Instalasi dilakukan oleh PT TERAS. Proses uji coba mempunyai peran penting dalam menciptakan produk yang aman dan berkualitas, karena berfungsi untuk mengetahui cara kerja sistem operasi mesin/alat dan sanitasi mesin/alat. Proses sanitasi yang baik, tepat dan mudah akan menciptakan produk yang aman, berkualitas dan yield tinggi dalam jangka waktu (lead time) yang pendek. Uji coba proses produksi juga memberikan gambaran produk yang kita buat. Produk yang baik hasil pengembangan di laboratorium akan sedikit berbeda jika dilakukan pada skala produksi. Di sinilah peranan proses uji coba produksi.