Budidaya Padi Gogo Organik

Padi gogo merupakan jenis padi yang ditanam pada areal lahan kering atau lazim disebut dengan padi tegalan. Budidaya padi gogo sama sekali tidak membutuhkan irigasi dan dapat diaplikasikan didaerah bercurah hujan rendah. Dapat dikatakan, padi gogo merupakan jawaban bagi kebutuhan pangan untuk daerah-daerah di Indonesia yang bercurah hujan rendah. Penyadartahuan tentang budidaya padi gogo sangat penting dilakukan untuk pemerataan produksi beras di Indonesia.



Tantangan inilah yang coba dijawab oleh LIPI melalui program Biovillage. Pada program ini telah dikreasikan model budidaya padi gogo yang berlokasi di Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Pada praktiknya, model budidaya ini telah melepas tiga varietas padi gogo, yaitu Inpago LIP Go 1, Inpago LIPI Go 2 dan Inpago LIPI Go 4. Ketiga varietas ini memilki keunggulan toleran terhadap kekeringan, tahan penyakit blas dan memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan padi gogo pada umumnya dengan rerata produksi 4-5 ton/ha dengan potensi produksi mencapai 7-8 ton/ha. 

Selain itu, keunggulan model budidaya ini bersifat organik. Artinya, pemupukannya menggunakan kompos dan pupuk organik cair. Pemberian kompos dilakukan diawal penanaman untuk memperbaiki kesuburan tanah dan dilanjutkan dengan pemberian pupuk organic cair seminggu sekali sampai masa panen dengan dosis 21 L/ha. Walhasil model pertanian ini ramah lingkungan dan menghasilkan padi yang aman bagi kesehatan.

Model budidaya padi gogo organik dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipelajari masyarakat. Pada model budidaya padi gogo organik ini dapat dipelajari bagaimana cara mengolah tanah, penyiapan benih padi, pembuatan lubang penanaman, jarak tanam, pemupukan, pemeliharaan dan panen. (Esti/Humas Biotek)