Oposum Layang: Si Mungil Bernilai Tinggi

Oposum layang (Petaurus breviceps) atau dikenal dengan nama asing sugar glider adalah salah satu jenis mamalia berkantung (marsupialia) asli Indonesia.  Hewan ini berbulu lebat, berwarnawarna coklat keabu-abuan serta memiliki ukuran tubuh yang kecil.  Panjang badan oposum layang berkisar 12-32 cm dengan panjang ekornya berkisar 15-48cm.  Hewan mungil yang hanya memiliki berat badan  4-6 ons ini terlihat semakin unik dengan kantong yang berada dibagian perut. 



Oposum layang merupakan satwa liar yang biasa beraktivitas malam hari dan hidup di atas pohon ini memiliki kelebihan mudah ditangkarkan dan dipelihara.  Dalam beberapa tahun belakangan ini muncul tren pemeliharaan oposum layang. para pemelihara umumnya masyarakat perkotaan.  Tren ini juga memberikan nilai tambah harga jual oposum. Di pasaran, harga jualnya pada kisaran 3-15 juta/ekor. Untuk pemeliharaan, oposum layang bisa ditempatkan di kandang berdinding jeruji aluminium/kawat yang dilengkapi dengan tempat pakan, tempat minum, kantung tidur, ayunan bahan kain dan batok kelapa sebagai tempat beraktivitas dan tempat istirahat, serta roda berputar sebagai tempat bermain. 

Guna melestarikan satwa berkantong asli Indonesia, program biovillage mengembangkan model budidaya oposum layang di Pusat Penelitian Biologi-LIPI.  Di kawasan pengembangan model budidaya oposum layang, masyarakat dapat mempelajari siklus hidup, pakan yang cocok, dan cara pemeliharaan oposum layang yang baik dan benar. Melalui program Biovillage, sampai saat ini sudah banyak masyarakat mengikuti pelatihan yang diadakan secara berkala.  Keberadaan model budidaya oposum layang mendukung konservasi plasma nutfah fauna Indonesia dan pelestariannya karena masyarakat tidak menangkap langsung dari alam.(esti/humas)