Pelatihan Pemeliharaan Oposum Layang

biovillage3Oposum layang (Petaurus breviceps) atau dikenal dengan sugar glider adalah satwa liar berkantung (Marsupialia). Satwa ini bertubuh mungil dan aktif pada malam hari (nocturnal) dan tergolong ke dalam famili Petauridae.

Di Indonesia, oposum ini tersebar di Papua dan Halmahera Utara. Satwa ini hidupnya di atas pohon (arboreal) dan pemakan segal jenis pakan (omnivorus).

Saat ini, oposum layang banyak digemari masyarakat sebagai pet animals, sehingga perdagangan dan ekspor satwa ini meningkat. Perburuan liar terhadap oposum terus dilakukan, sehingga populasinya dialam dikhawatirkan terus menurun.

Salah satu upaya penyelamatan satwa liar antara lain oposum layang dari kepunahan yaitu melalui penangkaran. Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Pemeliharaan di penangkaran merupakan salah satu sistem pelestarian secara ex situ, dalam hal ini perlu diupayakan habitat yang mendekati habitat aslinya.

Melihat kondisi masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemeliharaan oposum layang, para peneliti pakar oposum layang di lingkungan Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI tergugah untuk menularkan ilmu pemeliharaan oposum layang. Pelatihan
menjadi sarana penularan.

Melalui program biovillage, didakan pelatihan pemeliharaan oposum layang pada tanggal 24 November 2016 bertempat di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Cibinong. Para peserta berasal dari klub-klub pecinta (hobbyist) oposum layang se-Jabodetabek.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan meliputi teori dan praktek. Beberapa materi yang disampaikan adalah tata cara pemilihan dan pemberian pakan, tata cara pembersihan kandang, tata cara perawatan anak/bayi oposum layang, penjinakan (bonding) oposum layang, dan pengenalan aspek kesehatan oposum layang. Pada kegiatan praktek, peserta pelatihan ikut terlibat langsung dalam tiap-tiap jenis kegiatan.

Pada akhir kegiatan diharapkan para peserta pelatihan dapat memahami tata cara pemeliharaan oposum layang dari segala aspeknya yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sehingga kondisi oposum layang yang sehat dan berkualitas dapat diwujudkan. (Angga Wijaya HF)