Model Budidaya Tanaman Organik

sayuran organikDewasa ini permintaan pasar terhadap produk organik termasuk sayur-sayuran sangat tinggi seiring dengan tumbuhnya kepedulian masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat yang terbebas dari residu kimia sintetis.

Menjawab fenomena kekikinian itu, telah dilakukan budidaya organik sayuran daun dan buah menggunakan pupuk organik seperti kompos maupun pupuk organik hayati (POH) serta biopestisida di rumah kasa (screen house) Kebun Plasma Nutfah Puslit Bioteknologi-LIPI.

Saat ini sebagian besar sayuran yang beredar dipasaran diproduksi dengan teknik hidroponik karena dapat menghasilkan penampilan yang lebih menarik, namun saying teknik hidroponik ini masih menggunakan hara anorganik sehingga hasilnyapun sebenarnya tidak dapat diklaim jenis sayuran organik.


Menjawab tantangan itu, Kelompok Penelitian Sayuran Organik dan Hidroponik Kebun Plasma
Nutfah Puslit Bioteknologi telah melakukan penelitian untuk menghasilkan formulasi larutan hidroponik dari bahan-bahan organik yang murah dan mudah diperoleh sehingga produk yang dihasilkannya dapat diklaim sebagai organik.

sayuran organik 2Pada tahap awal telah dilakukan uji coba pembibitan sayuran daun secara organik menggunakan pupuk organik yang dihasilkan kegiatan Biovillage seperti kompos dan pupuk organik hayati yang mengandung PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria). Produksi bibit secara organik sangat penting karena langkah awal dari rangkaian kegiatan pertanian organik.Pada tahap selanjutnya akan dilakukan penelitian untuk memperoleh larutan hidroponik organic dari bahan-bahan murah dan mudah diperoleh seperti sari kompos (compost tea), slurry biogas dan bahan organik lainnya.

Teknik hidroponik organik sayuran sangat prospektif untuk dikembangkan secara komersial mengingat produknya lebih menyehatkan dan harganya lebih tinggi dari produk pertanian konvensional. Kegiatan lain yang sedang dilakukan adalah akuaponik yaitu perpaduan antara akua kultur dengan hidroponik. Kotoran dan bangkai ikan dari kegiatan akuakultur tidak terakumulasi di dalam kolam karena akan dimanfaatkan sebagai hara tanaman hidroponik. Bagi para penyuka tanam menanam, teknik ini dapat menjadi penyaluran bakat meskipun tidak mempunyai lahan yang cukup luas.(Dody Priadi)