Model Penangkaran Oposum Layang

penjikanan opsosumTentang oposum layang

  • Oposum layang (Petaurus breviceps) atau dikenal dengan nama asing sugar glider adalah salah satu jenis mamalia berkantung (marsupialia) asli Indonesia tergolong dalam famili Petauridae. Merupakan satwa liar yang mudah beradaptasi di luar lingkungan habitatnya (penangkaran). Dapat dipelihara di kandang berdinding jeruji aluminium/kawat yang dilengkapi dengan tempat pakan, tempat minum, kantung tidur, ayunan bahan kain dan batok kelapa sebagai tempat beraktivitas dan tempat istirahat, serta roda berputar sebagai tempat bermain.
  • Satwa ini aktif di malam hari (nocturnal), omnivorus, dan hidupnya di atas pohon (arboreal).
  • Tubuhnya kecil, panjang tubuhnya berkisar 12-32 cm, panjang ekornya 15-48 cm, berat badannya berkisar 4-6 ons, dan pada oposum layang betina terdapat kantung di perut depannya.
  • Berbulu lebat serta halus berwarna coklat keabu-abuan, terdapat garis hitam dari dahi hingga punggungnya, memiliki mata yang besar, lincah, lucu, mungil dan eksotis, sehingga banyak digemari masyarakat sebagai pet animals.
  • Masa buntingnya singkat, berkisar 15-16 hari dengan jumlah anak per kelahiran 1-2 ekor
  • Mudah dijinakkan, mudah dalam pemberian pakan, dan mudah dalam pemeliharaan. Pakan oposum layang terdiri dari berbagai jenis pakan buah-buahan, bubur formula, madu, telur, dan serangga

Keunggulan

Satwa yang mudah dijinakkan, mudah dalam pemberian pakan, dan mudah dalam pemeliharaan, digemari masyarakat sebagai pet animals dengan harga jual yang tinggi.

Manfaat

Melalui penangkaran oposum layang, pemanfaatannya adalah dari hasil budidaya, tidak menangkap langsung dari alam sehingga terjaga kelestariannya, sekaligus mendukung konservasi plasma nutfah Indonesia.

Sepasang oposum layang dapat dipelihara dalam kandang kawat berukuran pangang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 40 cm. Dalam kandang dilengkapi dengan tempat pakan, tempat minum, hammock (ayunan sekaligus tempat tidurnya), dan roda berputar sebagai sarana bermain bagi oposum layang. Pakannya berupa bubur bayi formula, buah-buahan, dan serangga (jangkrik dan ulat jerman). Masa bunting oposum layang sangat singkat yaitu 12-15 hari dan jumlah anak per kelahiran adalah 1-2 ekor.

Oposum layang mudah dijinakkan dan dijadikan sebagai satwa kesayangan dan berpotensi sebagai satwa komersil, di pasaran harga jualnya cukup tinggi.

Brosur : PDF

 

Koordinator Sub Kegiatan:

Dr. Wartika Rosa Farida

Pusat Penelitian Biologi – LIPI Cibinong Science Center

Jl. Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong