• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Konstruksi Plasmid pJ804-mCSF3 untuk Ekspresi Protein met-hG-CSF pada Escherichia coli

artely2019a

Gen CSF3 merupakan gen penyandi human granulocyte-colony stimulating factor (hG-CSF). Gen CSF3 yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gen sintetik dari penelitian terdahulu (disebut CSF3syn) yang dikonstruksi secara in vitro. Gen tersebut mengandung kodon preferensi Escherichia coli dan telah berhasil digunakan untuk mengekspresikan protein hG-CSF rekombinan pada E.coli menggunakan plasmid ekspresi berbasis promotor T7. Gen CSF3syn disubkloning ke dalam plasmid ekspresi yang mengandung promotor rhaBAD pada penelitian ini. Promotor ini dapat terinduksi oleh rhamnose dalam media sebagai sumber karbon. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konstruk plasmid rekombinan pJ804-mCSF3 sebagai sumber vektor alternatif untuk produksi protein hG-CSF rekombinan pada sistem ekspresi E. coli menggunakan plasmid berbasis promotor rhaBAD. Konstruksi plasmid dilakukan melalui subkloning gen CSF3syn ke dalam plasmid pJ804. Terdapat dua varian gen CSF3syn yang digunakan, yaitu mCSF3-ori dan mCSF3-new2. Kedua gen tersebut diisolasi masing-masing dari plasmid pJ414-mCSF3-ori dan pJ414- mCSF3-new2 setelah didigesti dengan enzim restriksi NdeI dan XhoI. Gen target dan plasmid selanjutnya diligasi dan plasmid rekombinan yang diperoleh diklon ke dalam E. coli DH5α. Sebanyak 12 dari 30 koloni transforman pJ804-mCSF3- ori dan 7 dari 44 koloni transforman pJ804-mCSF-new2, positif menunjukkan pita gen CSF3syn sebesar 558 pb setelah diverifikasi menggunakan teknik PCR koloni dan PCR plasmid. Analisis digesti plasmid menggunakan enzim NdeI dan XhoI mengonfirmasi situs ligasi dan ukuran dari plasmid rekombinan yang diperoleh (4.723 pb). Plasmid rekombinan pJ804-mCSF-ori dan pJ804-mCSF3-new2 telah berhasil dikonstruksi. 

 
 


Kata kunci : gen 
CSF3, gen sintetik CSF3syn,plasmid pJ804, promotor rhaBAD, rhamnose

(Disusun oleh Siti. Elly Faisholyah./pustakawan)

 

Purifikasi dan Karakterisasi Aspartic Protease dari Lactobacillus casei WSP untuk Produksi Peptida Bioaktif

Peptide antibakteri

Protease adalah enzim yang dihasilkan oleh organisme seperti virus, bakteri, protista, fungi, tumbuhan, hewan dan manuisa. Protease secara umum diklasifikasikan sebagai aspartic, ysteine, glutamic, serine, threonine dan metallo protease. Penelitian tentang aspartic protease bakteri menjadi topik yang menarik karena masih sedikit yang melaporkan tentang protease jenis ini. Bakteri merupakan mikroba yang berpotensi untuk menghasilkan enzim. Kelebihan bakteri dalam proses produksi enzim diantaranya, adalah pertumbuhannya yang cepat, kultivasinya tidak membutuhkan tempat yang luas, dan mudah dimanipulasi untuk menghasilkan jenis enzim yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu bakteri yang berpotensi menghasilkan aspartic protease adalah Lactobacillus casei WSP. Aspartic protease merupakan acid-endopeptidase dengan berat molekul berkisar antara 30-80 kDa. Aktivitas enzim ini optimal pada kondisi pH rendah dan dipengaruhi oleh asam amino residu jenis aspartat pada sisi aktifnya. Aspartic protease memiliki beberapa manfaat salah satunya untuk produksi protein hidrolisat yang disebut peptida bioaktif dari substrat susu skim.

Desain dan Konstruksi RNAi untuk Knock-Down Ekspresi Gen Poligalakturonase pada Capsicum annuum : Skripsi

mekanisme RNAiCabai (Capsicum annuum) memiliki buah dengan kadar air tinggi. Buah cabai juga mempunyai sifat fisiologi yang cukup rentan terhadap kerusakan mekanis. Tanpa penanganan pascapanen yang tepat, industri buah cabai di Indonesia dapat mengalami kehilangan hasil panen hingga 40% akibat kerusakan pada saat transportasi dan penyimpanan. Kerusakan ini berhubungan dengan pelunakan buah setelah pematangan pascapanen. Pelunakan buah cabai disebabkan oleh degradasi komponen dinding sel secara enzimatis, yaitu pektin.

Efek Fermentasi Menggunakan Bakteri Asam Laktat Pada Proses Aging Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) Terhadap Profil Aktivitas Antioksidan Bawang Putih Tunggal Hitam: Skripsi

bawangputihitamTransformasi bawang putih menjadi bawang hitam menghasilkan banyak efek positif, sehingga perlu dilakukan proses yang sama pada bawang putih tunggal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kombinasi variasi lama lama fermentasi dan proses aging terhadap profil aktivitas antioksidan bawang tunggal hitam, menganalisis sifat fisik dan kimia bawang tunggal hitam yang terfermentasi serta menentukan kombinasi lama fermentasi dan aging untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Waktu aging dan lama fermentasi yang digunakan berturut – turut adalah 7, 14, 21 hari dan 2, 4, 6 hari.

Pengaruh Pemberian Asam Amino Glutamin terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Sumba Ongole (Bos Indicus), Pascakriopreservasi : Skripsi

Foto-Indah Sari

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi asam amino glutamin (5 mM, 15 mM, dan 25 mM) terhadap kualitas spermatozoa sapi sumba ongole (Bos indicus) pascakriopreservasi. Semen diperoleh dari satu ekor sapi SO yang dikoleksi setiap satu minggu sekali selama enam kali pengulangan. Sampel semen diencerkan menggunakan pengencer tris kuning telur (TKT) dan penambahan glutamin. Kelompok kontrol (KK), semen diencerkan dalam TKT tanpa penambahan asam amino, sedangkan pada kelompok perlakuan semen diencerkan dalam TKT dengan penambahan glutamin sebesar 5mM; 15mM; dan 25mM (KP1, KP2, dan KP3).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI