Kegiatan Riset

Penggunaan Barley Stripe Mosaic Virus (BSMV) sebagai Vektor untuk Memproduksi Human Erythropoietin

Pelaksana : Adi Santoso

 

Abstrak

Penelitian dalam bidang transgenik tanaman biasanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitasnya dengan cara meningkatkan resistensi pada beberapa macam penyakit dan stress, atau juga untuk meningkatkan kandungan endogenous product nya. Alternatif lain yang sangat attractive adalah dengan cara menggunakan tanaman sebagai bioreaktor untuk memproduksi biopharmaceutical molecules atau bahan kimia lain dengan skala yang besar. Terminologi yang sering di gunakan untuk teknik ini adalah teknologi molecular farming. Prinsip yang mendasari teknologi semacam ini adalah kenyataan bahwa dengan mengintegrasikan suatu gen yang kita kehendaki kedalam suatu tanaman maka secara teori gen yang telah kita integrasikan tersebut akan terekspresi dan mensintesis bahan kimia yang kita kehendaki.

Human erythropoietin (hEPO) adalah glycoprotein (berat molekul 30.400 Daltons) yang bersifat seperti hormon, di produksi oleh sel capillary endotheleum pada ginjal. Fungsi hEPO didalam tubuh sangat esensial yaitu sebagai pengatur produksi sel darah merah. Menurunnya kandungan EPO dalam tubuh dapat menyebabkan anemia. Beberapa penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa penggunaan hEPO sangat efektif untuk menyembuhkan anemia (Varan et al., 1999). Sekitar 50-60% penderita kronik anemia karena kanker dapat disembuhkan dengan menggunakan recombinant human erythropoietin (rhEPO) (Catherine, 1997).

Hal yang unik dari penelitian ini adalah digunakannya BSMV (barley stripe mosaic virus) untuk memproduksi hEPO. Gen hEPO diintegrasikan pada virus BSMV (barley stripe mosaic virus) strain ND18 (Santoso and Edwards, 2003). Tepatnya gen hEPO akan diintegrasikan pada 3[ES][SQ] site of genome γb pada virus BSMV. Penelitian kami sebelumnya (tahun 2004 dan 2005) telah berhasil memodifikasi gen hEPO dan mengekspresikannya pada genom γb pada tanaman inang (barley). Saat ini tahapan yang sedang dilakukan adalah melakukan analisa immunoassay dengan menggunakan full-lenght anti hEPO antibodi. Termasuk juga pada tahap ini adalah mengisolasi protein hEPO dengan menggunakan Histrap. Hasil yang didapat kemudian akan dikarakterisasi. Dari hasil penelitian ini diharapkan protein hEPO dapat di produksi dengan efisien.