Kegiatan Riset

Inventarisasi dan Preservasi In Vitro Koleksi Plasma Nutfah Tanaman

Pengembangan teknik in vitro untuk tujuan perbanyakan tanaman (mikropropagasi) dan/atau peningkatan mutu tanaman di Puslit Bioteknologi-LIPI, antara lain telah dilakukan pada tanaman buah-buahan seperti pisang, nanas (Ananas comosus); tanaman ubi-ubian seperti talas (Colocasia esculenta), iles-iles (Amorphophallus muelleri); tanaman kehutanan seperti mangium (Acacia mangium), sungkai (Peronema canescens); tanaman obat seperti pegagan (Centella asiatica), sukun (Artocarpus altilis), buah merah (Pandanus conoideus) dan tanaman hias seperti anggrek (Dendrobium spp. dan Paraphalaenopsis).
Maria Imelda, Laela Sari, dan Aida Wulansari

Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Jl. Raya Bogor Km. 46, Cibinong 16911, Indonesia
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

ABSTRAK
Pengembangan teknik in vitro untuk tujuan perbanyakan tanaman (mikropropagasi) dan/atau peningkatan mutu tanaman di Puslit Bioteknologi-LIPI, antara lain telah dilakukan pada tanaman buah-buahan seperti pisang, nanas (Ananas comosus); tanaman ubi-ubian seperti talas (Colocasia esculenta), iles-iles (Amorphophallus muelleri); tanaman kehutanan seperti mangium (Acacia mangium), sungkai (Peronema
canescens); tanaman obat seperti pegagan (Centella asiatica), sukun (Artocarpus altilis), buah merah (Pandanus conoideus) dan tanaman hias seperti anggrek (Dendrobium spp. dan Paraphalaenopsis). Keluaran dari penelitian tersebut antara lain adalah produk berupa kalus, tunas ataupun planlet in vitro dari berbagai jenis tanaman di atas. Hasil tersebut merupakan koleksi in vitro yang perlu dipelihara dan disimpan atau dipreservasi agar kelak dapat dimanfaatkan untuk penelitian lanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi inventarisasi atau pendataan koleksi yang ada serta preservasi in vitro dengan menghambat pertumbuhannya, sehingga dapat mempertahankan stabilitas genetiknya serta menghemat biaya pemeliharaan. Teknik konservasi yang diterapkan pada tahun ini adalah menekan pertumbuhan dengan menyimpan koleksi kultur buah merah pada suhu 14 °C dan semua koleksi kultur pada suhu 18-20°C. Selain itu juga diteliti pengaruh pemberian manitol dalam menghambat pertumbuhan kultur talas. Inventarisasi koleksi kultur in vitro menghasilkan 15 nomor koleksi, yang terdiri atas 3 kultivar pisang, 1 kultivar nanas, 1 kultivar talas, 1 kultivar iles-iles, 2 kultivar sungkai, 1 kultivar mangium, 1 varietas buah merah, 1 kultivar pegagan, 2 kultivar lidah buaya, 1 kultivar sukun dan 2 jenis anggrek. Pada suhu preservasi 14°C kultur tunas in vitro buah merah mati dalam waktu 2 bulan, sedangkan semua koleksi kultur in vitro yang dipreservasi pada suhu 18-20 °C, masih tetap hidup sampai umur 1,5 bulan.
 
Kata kunci : konservasi in vitro, pertumbuhan lambat, suhu rendah, manitol

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI