Kegiatan Riset

Perbaikan genetik ubi kayu : Insentif Ristek 2009

ubikayu2Peneliti : Enny Sudarmonowati

 

Kegiatan penelitian ubi kayu pada tahun 2009 merupakan kegiatan lanjutan bekerjasama dengan pihak di luar negeri dengan topik berbeda namun untuk mencapai tujuan akhir yang sama yaitu menghasilkan varietas unggul ubi kayu (amilosa rendah, amilosa tinggi, hasil tinggi). Mitra kegiatan rekayasa genetika dalam “Joint Research Program” Program Riset Insentrif Kementriam Negara Riset dan Teknologi (tahun ke 3) adalah pihak Belanda (WUR = Wageningen University-Research Centre serta bekerjasama dengan Avebe), sedangkan kegiatan induksi mutan (tahun ke 4) bekerja sama dengan IAEA (International Atomic Energy Agency).

Metoda yang digunakan untuk menghasilkan tanaman transgenik beramilosa tinggi dan yang beramilosa rendah adalah menginduksi Friable Embryogenic Callus (FEC) dari genotip lokal dibandingkan dengan Adira 4 lalu FEC yang diperoleh digunakan untuk transformasi genetik via Agrobacterium tumefaciens. Sedangkan metoda untuk menginduksi mutan dilakukan dengan meradiasi stek pada dosis 20-30 krad, tunas in vitro pada dosis 2 krad dan biji hasil silangan pada dosis 20 krad. Lingkup kegiatan kerjasama dengan WUR tentang ubi kayu amilosa tinggi mencakup: (1) Produksi trangenik ubi kayu amilosa tinggi, (2) produksi FEC ubi kayu genotip lokal, (3) teknologi induksi dan proliferasi FEC, (3) konstruksi gen pIR3 yang mengandung gen BEI dan BEII. Lingkup kegiatan kerjasama amilosa rendah mencakup : (1) produksi tanaman ubi kayu beramilosa rendah, (2) Perbanyakan tunas Adira 4 yang diregenerasi dari kalus friabel embriogenik (FEC) dan evaluasi pertumbuhan dan hasil di lapang hingga beberapa generasi dibandingkan asal multiplikasi tunas in vitro, dan stek batang, dibandingkan dengan genotip lokal (Iding, Gebang, Menti, Darul Hidayah, Rawi, Tim-tim 29). Sedangkan lingkup kegiatan kerjasama induksi mutan adalah : (1) Induksi mutan ubi kayu Adira 4, Iding dan Gebang bersifat unggul yaitu amilosa tinggi, amilosa rendah, hasil tinggi, kandungan pati tinggi dan tahan kekeringan dengan integrasi marka molekuler untuk mencapai tujuan akhir uji multilokasi, (2) Persiapan pelepasan varietas. Mitra di Indonesia kegiatan perbaikan ubi kayu melalui induksi mutan adalah BATAN dan BB BIOGEN (Deptan).

Hasil dari kegiatan kerjasama mengenai ubi kayu mencakup: (1) tanaman ubi kayu transgenik amilosa rendah, (2) “friable embryogenic callus” (FEC) Iding dan Gebang dibandingkan dengan FEC Adira 4 dari Belanda, (3) tanaman transgenik amilosa tinggi yang diinsersi pIR3 yang mengandung gen BEI dan BEII, (4) planlet asal PSE (Primary Somatic Embryo), SSE (Secondary Somatic Embryos), FEC (Friable Embryogenic Callus) Iding/Gebang dan Adira 4 di ruang kultur, di rumah kaca dan di lapang, (5) bagian gen yang dikonstruksi berdasarkan antisense dan inverted repeat, (6) konstruk gen pIR3 yang mengandung gen BEI dan BEII, (7) Hasil evaluasi di lapang berupa variasi morfologi dan ketahanan terhadap hama, variasi hasil dan komponen hasil, variasi kandungan pati dan komposisinya dibandingkan dengan tanaman asal mulitplikasi tunas in vitro dan yang berasal dari “FEC”, (8) Beberapa klon FEC yang hasilnya lebih tinggi dibandingkan kontrol, (9) Klon mutan putatif beramilosa tinggi asal stek yang diradiasi, (10) mutan putatif yang dikonfirmasi lebih lanjut menggunakan AFLP dan TILLING, (11) tanaman asal tunas in vitro yang diradiasi generasi dua di lapang, (12) Publikasi sebanyak 4 buah yaitu:

  1. Sudarmonowati, E. , Hani Fitriani, Reny H. Zul, Vivi Anggraini, H. Koehorst, RGF. Visser. 2009. Improved Production and Agrobacterium-mediated Transformation of friable embryogenic callus (FEC) of cassava genotypes Iding and Gebang. Proceedings of Symposium & National Congress of PERIPI. Bogor, November 17-19, 2009.
  2. Sudarmonowati, E., Supatmi and Reny. H. Zul. 2009. Induction and Regeneration of primary somatic embryos (PSE) and secondary somatic embryos (SSE) of local cassava genotypes Iding and Gebang for genetic transformation materials. Proceedings of Symposium & National Congress of PERIPI. Bogor, November 17-19, 2009.
  3. Koehorst-van Putten, H.J.J., E. Sudarmonowati, Herman M., I.M. Pereira-Bertram, A.Wolters, N. De Vetten, C.J.J.M Raemakers and R.G.F. Visser.. 2009. Field evaluation of genetically modified commercial cassava in Indonesia. Nature Biotechnology (submitted in November 2009).
  4. 4. Sudarmonowati, E., H. Fitriani, Supatmi, Nurdiya Ardiyanti. 2009. Factors affecting friable embryogenic callus in several plant species. Jurnal Konsorsium Bioteknologi (submitted Desember 2009).

Rencana kegiatan kerja sama ubi kayu yang akan dilakukan pada tahun 2010 mencakup: (1) pemanenan generasi ke enam dari tanaman induk hasil kultur jaringan (”FEC” dan multiplikasi tunas) dibandingkan dengan yang berasal dari stek, seleksi tanaman asal FEC untuk penanaman generasi ke tujuh, (2) memperbanyak tanaman transgenik Adira 4 yang mengandung gen pIR3 untuk kandungan amilosa tinggi serta evaluasi di fasilitas uji terbatas, (4) melanjutkan transformasi genetik FEC Iding/Gebang, (5) perbanyakan transgenik Adira 4 beramilosa rendah dan melanjutkan evaluasi di lapang, (6) perbanyakan stek hasil radiasi tunas pucuk in vitro pada 0.2- 2.0 krad dan melanjutkan evaluasi di lapang generasi ketiga, seleksi mutan generasi lanjut dan konfirmasi genetik, (7) perbanyakan dan melanjutkan uji lapang tanaman mutan hasil radiasi biji dan asal stek, (8) melanjutkan TILLING sampel ubi kayu hasil radiasi.

ubikayu

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI