Kegiatan Riset

Pengembangan Padi Tahan Penggerek Batang Mengandung Gen cryIAb Bebas Marka dan Fusi Gen cry1B-cryIAa dengan Promoter Konstitutif

paditrans2Padi mengalami kendala produksi karena banyaknya faktor biotik dan abiotik yang menghambat.Diantara cekaman biotik utama adalah serangan penggerek batang kuning.Tantangan utama pengembangan padi unggul adalah ketersediaan sumber gen. Pengembangan padi tahan penggerek batang mengalami kendala karena tidak adanya gen ketahanan terhadap penggerek batang pada padi maupun kerabat liarnya.

Terbukti sampai saat ini tidak ada padi yang benar-benar tahan terhadap penggerek batang.Sementara itu, pengendalian penggerek batang menggunakan cara-cara konvensional melalui penyemprotan, cara mekanis dan pengaturan musim tanam kurang ramah lingkungan dan mahal.Untuk itu perakitan padi melalui rekayasa genetika dimana sumber gen dapat diperoleh dari Bakteri tanah Bacillus thuringiensis (Cry) merupakan alternatif yang sangat potensial.Saat ini LIPI melakukan beberapa kegiatan yang bersifat integratif untuk merakit padi tahan penggerek batang.Pendekatan yang dilakukan bertujuan selain untuk merakit padi tahan penggerek batang, juga sebagai strategi untuk mengurangi risiko terbangunnya ketahanan pada seranggaterhadap racun Cry.Pendekatan dilakukan dengan cara merakit galur-galur padi tahan penggerek batang dengan variasi gen-gen Cry yang berbeda (Cry1Ab, Cry1B dan Cry1Aa) yang memiliki spesifisitas ke Lepidoptera dikombinasikan dengan promoter yang berbeda-beda tingkat ekspresinya maupun waktu ekspresinya (promoter Ubi, CaMV35S).Pendekatan pertama adalah perakitan padi dengan fusi gen Cry1Aa dan Cry1B diekspresikan dengan promoter Ubiquitin, dan yang kedua adalah dengan gen Cry1Ab diekspresikan oleh promoter CaMV35.Selain itu, pendekatan kedua didesain untuk mendapatkan tanaman transgenik yang bebas marka molekuler, free marker.Tahun 2012, untuk pendekatan free marker kegiatan difokuskan untuk mendapatkan tanaman bebas marka melalui beberapa metoda skrining menggunakan PCR dan immunobloting.Sementara untuk pendekatan fusi kegiatan difokuskan untuk perbanyakan benih tanaman yang telah terseleksi molekuler untuk melaksanakan pengujian keamanan lingkungan di lahan uji terbatas (LUT).Tanaman padi CV Rojolele dan Ciherang bebas marka telah diperoleh dan sedang diperbanyak.Tanaman padi CV Rojolele dengan fusi gen telah ditanam di Sukamandi dan Muara untuk melaksanakan pengujian keamanan lingkungan.

Kata kunci: padi, penggerek batang, Cry1B, Cry1Aa, Cry1Ab, Lahan Uji Terbatas, keamanan lingkungan

(Peneliti: Satya Nugroho, Puspita Deswina, Agus Rachmat, Dwi Astuti, Carla Frieda Pantouw, Dwi Widyajayanti, dan Dadang Supriatna; sumber laptek 2012)

Pengembangan Padi Tahan Penggerek Batang Mengandung Gen cryIAb Bebas Marka dan Fusi Gen cry1B-cryIAa dengan Promoter Konstitutif

Satya Nugroho, Puspita Deswina, Agus Rachmat, Dwi Astuti, Carla Frieda Pantouw, Dwi Widyajayanti, dan Dadang Supriatna

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Jl. Raya Bogor Km. 46, Cibinong 16911.

E-mail. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

ABSTRAK

Padi mengalami kendala produksi karena banyaknya faktor biotik dan abiotik yang menghambat.Diantara cekaman biotik utama adalah serangan penggerek batang kuning.Tantangan utama pengembangan padi unggul adalah ketersediaan sumber gen. Pengembangan padi tahan penggerek batang mengalami kendala karena tidak adanya gen ketahanan terhadap penggerek batang pada padi maupun kerabat liarnya.Terbukti sampai saat ini tidak ada padi yang benar-benar tahan terhadap penggerek batang.Sementara itu, pengendalian penggerek batang menggunakan cara-cara konvensional melalui penyemprotan, cara mekanis dan pengaturan musim tanam kurang ramah lingkungan dan mahal.Untuk itu perakitan padi melalui rekayasa genetika dimana sumber gen dapat diperoleh dari Bakteri tanah Bacillus thuringiensis (Cry) merupakan alternatif yang sangat potensial.Saat ini LIPI melakukan beberapa kegiatan yang bersifat integratif untuk merakit padi tahan penggerek batang.Pendekatan yang dilakukan bertujuan selain untuk merakit padi tahan penggerek batang, juga sebagai strategi untuk mengurangi risiko terbangunnya ketahanan pada seranggaterhadap racun Cry.Pendekatan dilakukan dengan cara merakit galur-galur padi tahan penggerek batang dengan variasi gen-gen Cry yang berbeda (Cry1Ab, Cry1B dan Cry1Aa) yang memiliki spesifisitas ke Lepidoptera dikombinasikan dengan promoter yang berbeda-beda tingkat ekspresinya maupun waktu ekspresinya (promoter Ubi, CaMV35S).Pendekatan pertama adalah perakitan padi dengan fusi gen Cry1Aa dan Cry1B diekspresikan dengan promoter Ubiquitin, dan yang kedua adalah dengan gen Cry1Ab diekspresikan oleh promoter CaMV35.Selain itu, pendekatan kedua didesain untuk mendapatkan tanaman transgenik yang bebas marka molekuler, free marker.Tahun 2012, untuk pendekatan free marker kegiatan difokuskan untuk mendapatkan tanaman bebas marka melalui beberapa metoda skrining menggunakan PCR dan immunobloting.Sementara untuk pendekatan fusi kegiatan difokuskan untuk perbanyakan benih tanaman yang telah terseleksi molekuler untuk melaksanakan pengujian keamanan lingkungan di lahan uji terbatas (LUT).Tanaman padi CV Rojolele dan Ciherang bebas marka telah diperoleh dan sedang diperbanyak.Tanaman padi CV Rojolele dengan fusi gen telah ditanam di Sukamandi dan Muara untuk melaksanakan pengujian keamanan lingkungan.

Kata kunci:      padi, penggerek batang, Cry1B, Cry1Aa, Cry1Ab, Lahan Uji Terbatas, keamanan lingkungan

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI