Kegiatan Riset

Produksi Sperma dan Embrio Sapi Melalui Teknologi Reproduksi dalam Rangka Mendukung Penyediaan Ternak Sapi Unggul Nasional

embrioProgram pemerintah untuk mewujudkan Swasembada Pangan Nasional 2014 perlu didukung sepenuhnya oleh seluruh komponen yang terlibat terutama dalam bidang peternakan.Peningkatan konsumsi produk pangan asal ternak khususnya ternak sapi yang semakin meningkat setiap tahunnya,memerlukan dukungan dari produksi lokal supaya tidak selalu bergantung pada produk impor.Tantangan ini tidak mudah karena saat ini impor daging, susu dansapi bakalan sangat besar, sekitar 30 persen dari kebutuhan dagingdan susu nasional. Permintaan yang tinggi terhadap produk asal ternak sapi perlu didukung dengan program peningkatan populasi ternak sapi nasional. Aplikasi teknologi reproduksi yaitu Inseminasi Buatan (IB)dan Transfer Embrio (TE) merupakan upaya dalam meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia.

Program tersebut memerlukan ketersediaan straw sperma dan embrio beku yang dalam jumlah besar sehingga dapat disebarkan pada peternak. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung BIB di daerah dalam meningkatkan produksi straw sperma beku. Pengembangan produksi straw sperma sexing juga akan dilakukan untuk mempermudah penentuan rasio antara pedet jantan dan betina yang ingin diperoleh sesuai dengan kebutuhan peternak sapi potong maupun sapi perah. Produksi embrio beku untuk diaplikasikan pada program TE juga merupakan salah satu upaya dalam mendukung peningkatan populasi ternak sapi di Indonesia.

Kata kunci: sapi, daging, susu, sperma beku, embrio, IB, TE

(Peneliti: Ekayanti M. Kaiin, Muhammad Gunawan, Fifi Afiati, Nina Herlina, Edy Sophian, Tulus Maulana, dan Riska Tabitha: sumber: laptek 2012)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI