• pui2017bsun
  • refleksiiph
  • biotrends17
  • Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Bambang Sunarko (kedua dari kanan), melakukan Penandatanganan Pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 Oleh Kemenristekdikti di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 13 Desember 2017.
  • Kegiatan Refleksi Akhir Tahun Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2017, bertempat di Hotel Safero, Bogor.

Produk

Print

Transfer Embrio

on .

 

Pengantar

Transfer embrio (TE) merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB). Teknologi ini memiliki kelebihan dari ilmu reproduksi lainnya seperti IB. Transfer embrio merupakan suatu proses, mulai dari pemilihan sapi-sapi donor, sinkronisasi birahi, superovulasi, inseminasi, koleksi embrio, penanganan dan evakuasi embrio, transfer embrio ke resipien sampai pada pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran. Transfer embrio memiliki manfaat ganda karena selain dapat diperoleh keturunan sifat dari kedua tetuanya juga dapat memperpendek interval generasi sehingga perbaikan mutu genetik ternak lebih cepat diperoleh. Selain itu, dengan TE seekor betina unggul yang disuperovulasi kemudian diinseminasi dengan sperma pejantan unggul dapat menghasilkan sekitar 40 ekor anak sapi unggul dan seragam setiap tahun, bila dibandingkan dengan perkawinan alam atau IB hanya mampu melahirkan 1 ekor anak sapi pertahun. Bahkan bisa dibuat kembar identik dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan teknik "Cloning". Teknologi TE juga dapat membuat jenis kelamin (jantan atau betina) anak sapi yang diinginkan. Selama kurun waktu enam tahun, Puslit Bioteknologi - LIPI bekerjasama dengan Peternakan Tri ‘S[ES][SQ] Tapos telah berhasil mengembangkan penelitian dan telah memproduksi ± 500 embrio sapi potong dan sapi perah dan sebagian sudah ditransfer ke sapi-sapi resipien dan lahir. Sejak tahun 1995 mulai disebar embrio beku sapi perah ke peternak di Bogor, Lembang dan Garut dalam program bantuan Bapak Presiden (Banpres).

Tahun 1997 dimulai program membuat sapi unggul jenis "Brangus" khususnya daerah Indonesia Timur (Lombok, NTB) dengan teknologi embrio transfer.

Bidang Pemakaian

  • Industri peternakan sapi perah
  • Industri penggemukan sapi potong

Kegunaan

  • Penyediaan bibit ternak unggul yang seragam.
  • Peningkatan produksi susu, kualitas daging dan pertumbuhan yang cepat

Tingkat Hasil R & D

  • Teknologi transfer embrio untuk menghasilkan bibit unggul telah dikuasai sejak tahun 1990 dengan kerjasama Peternakan Tri ‘S[ES][SQ] Tapos.
  • Produksi susu dan kualitas daging dengan teknik transfer embrio telah dikaji selama 5 tahun.
  • Produksi embrio dan sperma beku sudah disebar dibeberapa daerah di Indonesia

Bentuk yang dialihkan

  • Bibit sapi unggul
  • Embrio sapi perah dan sapi potong
  • Sperma sapi perah dan potong (sperma jantan atau betina)
  • Ilmu pengetahuan (training dan konsultasi) industri peternakan

Sasaran Mitra Usaha

  • Industri pabrik pengolahan susu
  • Industri pengemukan sapi potong (Feed loter)
  • KUD

Kontak:


Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian (PDHP)

Tel.     : 021-87905152, 021-8754587

Fax     : 021-8754588

e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI

 

facebook  

twitter 

 youtube