Produk

Print

Embrio Ternak

 

Lajunya perkembangan teknologi reproduksi ternak, produksi embrio secara laboratorium atau in vitro dalam jumlah besar dengan teknologi fertilisasi in vitro (In vitro Fertilization = IVF) dimungkinkan saat ini. Dengan memanfaatkan limbah indung telur (ovarium) ternak dari rumah pemotongan hewan (RPH) dan setelah melalui beberapa proses seperti pematangan dan pembuahan sel telur serta pengembangan in vitro (IVM/IVF/IVC), embrio sapi atau domba dapat dihasilkan sperma telah terkapasitasi dan terjadi reaksi akrosom. Setelah terjadi pembuahan, sel telur mengalami aktifasi dan selanjutnya membelah 2-sel; 4-sel sampai tahap morula atau blastosit.

Kegagalan IVF sering terjadi karena embrio tidak mampu berkembang ketahap lebih lanjut atau embrio hanya mampu berkembang sampai tahap 4-sel. Ini disebut dengan istilah ‘early development block[ES][SQ]. Kejadian ini secara alami juga terjadi karena adanya perubahan sintesa protein pada embrio tahap 4-sel. Dengan menggunakan ko-kultur sel-sel somatis, monolayer saluran uterus atau oviduct, penambahan faktor pertumbuhan (growth factor), masalah ‘early development block[ES][SQ] dapat diatasi.

Masalah utama di Indonesia untuk pengembangkan teknologi IVF pada sapi yaitu tersedianya materi ovarium berkualitas baik dan dalam jumlah banyak tidak dapat terpenuhi. Teknik koleksi sel telur dari hewan hidup atau dikenal dengan istilah ‘OPU[ES][SQ] (ovum pick up)diharapkan dapat mengatasi persoalan tersebut terutama untuk program pemuliabiakan karena materi genetik berupa sel telur dapat dikoleksi dari donor hewan terpilih dari anak sapi (juvenile atau heifer) atau induk (cow). Dengan teknik IVF diharapkan kebutuhan masyarakat akan protein hewani dapat dipenuhi dengan cepat dan murah. Selain itu dengan teknik ‘OPU[ES][SQ], mutu ternak dapat diperbaiki lebih cepat karena jarak generasi dapat diperpendek.

Bidang pemakaian

  • Industri embrio beku, pedet
  • Unit transfer embrio
  • Konservasi ex situ

Penggunaan/kegunanan

  • Pemanfaatan limbah ovarium di RPH (Rumah Pemotongan Hewan)
  • Menyediakan embrio segar atau beku untuk transfer embrio
  • Materi penelitian (manipulasi embrio, biologi molekuler)
  • Menyelamatkan sumber genetik hewan unggul

Tingkat hasil R & D

  • Penguasaan teknik IVM/IVF/IVC
  • Pengujian kelangsungan hidup embrio secara in vitro

Bentuk yang dialihlan

  • Teknologi IVM/IVF/IVC terpilih
  • Produksi embrio asal hewan mati atau hidup (teknik ‘OPU[ES][SQ])

Sasaran mitra usaha

  • Industri peternakan sapi skala menengah ke atas
  • Industri pemuliabiakan ternak sapi
  • Kebun binatang

 

Kontak

Bidang Pengelolaan Diseminasi dan Hasil Penelitian (PDHP)

Tel  :021-87905152, 021-8754587

Fax: : 021-8754588 

e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI