Biotek

Masteria Yunovilsa Putra, Menguak Potensi Biodiversitas Menjadi Obat Alami

Cibinong, Humas LIPI. Saat ditanya alasan apa yang mendorongnya ingin menjadi seorang peneliti? “Saya ingin berkontribusi nyata mendukung kemajuan iptek di Indonesia,” jawab Masteria Yunovilsa Putra mantap. Benar saja, kini hampir enam tahun pria kelahiran Padang tersebut telah menekuni karir sebagai peneliti di bidang Bioteknologi Kesehatan. Riset di bidang ini dipilihnya untuk mencari senyawa aktif dari biodiversitas laut yang berpotensi menjadi antikanker, antibakteri dan antivirus. Upaya akan tersebut terus dilakukan untuk menguak potensi senyawa aktif dalam bahan alami menjadi obat.

RONI RIDWAN: “PROBIOTIK, SUPLEMEN PAKAN TERNAK SAPI POTONG DAN SAPI PERAH”

Cibinong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI saat ini sedang mengembangkan produk “Supermix Combo” yang didalamnya mengandung probiotik unggul dan formulasi campuran mineral organik. Produk ini merupakan bahan tambahan pada formulasi pakan sebagai suplemen pakan khususnya ternak sapi potong dan sapi perah. Manfaat produk ini adalah meningkatkan keseimbangan metabolisme, mensuplai kebutuhan mineral tubuh dengan tingkat penyerapan yang lebih tinggi, menurunkan presentase lemak, menjaga kesehatan ternak dengan meningkatkan sistem imun, meningkatkan pencernaan dan penyerapan, dan menjaga keseimbangan mikroba saluran pencernaan, serta meningkatkan produktivitas ternak (pertambahan bobot badan dan produksi susu). Produk ini sedang diujicobakan di peternakan mulai dari skala kecil sampai ke skala perusahaan.

Produk lain yang sudah diriset dan sedang dikembangkan saat ini yaitu probiotik dan Inokulum Silase mulai dari bentuk cair, powder sampai ke probiotik instan yang lebih mudah dalam aplikasinya. Pengembangan produk-produk bioteknologi ini tidak lepas dari peran Dr. Roni Ridwan, yang sejak Awal tahun 2020 ini diberi amanah oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI untuk menjadi Ketua Kelompok Penelitian Bioteknologi Hewan, berdasarkan Surat Keputusan Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI. Selain itu, pria yang akrab dipanggil Roni ini juga menjadi Koordinator Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah LIPI.

Cegah Wabah Covid-19, LIPI Selenggarakan Pelatihan Penanganan SARS-Cov-2

Cibinong, Humas LIPI. Kiprah LIPI terhadap pencegahan mewabahnya Covid-19 tidak berhenti sebatas produksi bahan hand sanitizer dan desinfektan semata. Pembentukan tim penanganan melalui kegiatan Pelatihan Penanganan Sars-Cov-2 pun dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam Gugus Tugas Covid-19. Pelatihan Sesi I yang merupakan pelatihan perdana dilakukan secara online pada Selasa (31/3) yang selanjutnya akan dilakukan pelatihan secara langsung pada Rabu dan Kamis (1-2/ 4) di fasiltas BSL-3 (Biosafety Level 3) LIPI yang berstandar WHO.

Khasiat Jahe Merah

Cibinong, Humas LIPI. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu jenis unggul tanaman rimpang jahe yang ada di Indonesia. Jenis ini merupakan varietas unggul karena memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya. Sehingga jahe merah banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional. Secara morfologi, jahe merah mempunyai rimpang berwarna merah hingga jingga muda serta memiliki aroma tajam dan rasa yang pedas.

Beberapa bulan terakhir, masyarakat Indonesia diresahkan dengan merebaknya COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Persebaran virus ini berpusat di Wuhan, Cina yang saat ini sudah menjadi pendemik di seluruh dunia. Berdasarkan publikasi di Jurnal Military Medical Research, kombinasi beberapa tanaman herbal (Traditional Chinese Medicine) dengan jahe merah sebagai salah satu komposisinya, telah digunakan untuk pencegahan dan mengurangi gejala penyakit COVID-19.

Teknologi Genome Editing untuk Kualitas Tanaman Pangan Lebih Baik

Kemajuan di bidang bioteknologi ditandai dengan munculnya produk-produk hasil rekayasa genetika dan genome editing. Namun, pengembangan penerapan genome editing belum dibarengi dengan regulasi yang tepat dan jelas. Di Indonesia, pemanfaatan teknologi rekayasa genetika diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik yang mengelompokkan hasil genome editing sebagai Genetically Modified Organisms (GMO) sehingga dalam proses pelepasannya akan mengikuti aturan pelepasan tanaman hasil rekayasa genetika. “Harapan kami pada tahun ini  Indonesia sudah mempunyai keputusan tentang kebijakan regulasi terkait pemanfaatan genome editing yang dibedakan kategorinya dengan produk rekayasa genetik yang lain,” ujar Plt. Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Yan Rianto pada FGD “Genome Editing: Status Riset Pengembangan dan Regulasinya”di Cibinong. (13/01)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI