• pui2017bsun
  • biotrends17
  • refleksiiph
  • Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Bambang Sunarko (kedua dari kanan), melakukan Penandatanganan Pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 Oleh Kemenristekdikti di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 13 Desember 2017.
  • Kegiatan Refleksi Akhir Tahun Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2017, bertempat di Hotel Safero, Bogor.
Print

LIPI Dorong Ubi Kayu sebagai Primadona Pangan

on .

ubi kayu

Workshop Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Rantai Nilai Ubi Kayu Indonesia di Pusat Penelitian Bioteknologi Kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Kamis, 7 September 2017. (Beritasatu Photo/Ari Rikin)Oleh: Ari Supriyanti Rikin / FER | Kamis, 7 Sepember 2017 | 20:25 WIB

Bogor - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, ubi kayu (singkong) belum dijadikan primadona dan belum diprioritaskan dalam mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan.

Padahal, berbagai varietas ubi kayu telah ditemukan. Namun, inovasi ini tidak akan banyak mendongkrak nilai tambah ubi kayu tanpa adanya kebijakan yang mendukung.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, saat ini diversifikasi pangan masih fokus pada padi, jagung dan kedelai (pajale). Padahal, seharusnya umbi-umbian dijadikan fokus.

"Perlu adanya diversifikasi pangan, tidak mungkin bergantung pada pajale saja," katanya di sela-sela Workshop Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Rantai Nilai Ubi Kayu Indonesia di Pusat Penelitian Bioteknologi Kawasan Cibinong Science Center- Botanic Garden, Bogor, Kamis (7/9).

Enny menambahkan, dari hasil riset dan inovasi, ubi kayu mampu hidup di lahan marginal bahkan di lahan pertanian berbasis gambut. Jenis lahan ini di Indonesia cukup luas.

"Di taman tematik LIPI sudah mengkoleksi 117 genotip ubi kayu. LIPI pun saat ini sedang meneliti kandungan ubi kayu untuk anti kanker," jelasnya.

Sebelumnya, kata Enny, LIPI telah berhasil mengoptimalkan waktu tunda pembusukan pada ubi kayu yang tadinya 5 hari sudah busuk bisa tahan hingga 14 hari. Selain itu, juga telah mampu melakukan perbaikan genetiknya. Ubi Kayu pun dipilah jenisnya mana yang cocok untuk pangan, produk turunan lainnya dan energi.

"Kami gunakan berbagai teknologi mulai dari yang sederhana hingga radiasi sinar gamma dengan teknologi molekuler," ucap Enny.

Menurutnya, hal penting yang harus ditekankan adalah teknologi pascapanen. Hal ini diharapkan mendongkrak nilai tambah ubi kayu Indonesia.

Profesor Riset Puslit Bioteknologi LIPI, Endang Sukara mengungkapkan, Indonesia mengekspor ubi kayu ke berbagai negara sebagai bahan mentah. Selanjutnya, dari negara tujuan ekspor itu juga memberikan nilai tambah dan kembali dijual ke Indonesia dengan harga yang jauh lebih mahal.

Bahkan untuk kebutuhan industri, produk turunan ubi kayu seperti maltodekstrin sangat dibutuhkan oleh industri farmasi, makanan dan domestik. Bahkan pati ubi kayu sangat potensial jika Indonesia mampu mengembangkannya.

"Perlu riset inovasi dengan pendekatan transdisiplin ilmu untuk memperkuat rantai ekonomi singkong. Tidak bisa ditangani secara sektoral saja," ucapnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, Achmad Subagio menyebutkan, nilai perdagangan singkong mencapai Rp 100 triliun per tahunnya. Angka ini, lanjut dia, jauh lebih besar dibanding kedelai yang hanya Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun.

"Produk turunan singkong untuk kebutuhan industri inilah yang punya potensi besar. Nilai perdagangan ubi kayu tinggi tapi terabaikan pemerintah. Industri farmasi, kimia, kertas butuh turunan singkong," katanya.

Selain itu, lahan marginal di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi dan lahan gambut di Kalimantan bisa dimanfaatkan ditanami singkong. Bahkan, di Nigeria saja sudah ada lahan 100.000 hektare (ha) budidaya singkong dengan teknologi modern.


Sumber: Suara Pembaruan
URL: http://www.beritasatu.com/kesra/451374-lipi-dorong-ubi-kayu-sebagai-primadona-pangan.html

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI

 

facebook  

twitter 

 youtube