Print

Inovasi bioteknologi ini diharapkan bantu pasien kemoterapi

kemoMerdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini memang tengah gencar melakukan kerjasama penelitian dengan pihak swasta maupun industri. Kali ini, kerja sama LIPI bersama Bio Farma akan mengembangkan penelitian terkait Erythropoietin.

Pengembangan Erythropoietin ini diklaim bisa membantu terapi pada pasien cuci darah, kemoterapi, dan anemia. Sebagai tahap awal peluncuran hasil temuan, LIPI menyerahkan Research Cell Bank (RCB) EPO kepada Bio Farma untuk dilakukan kajian lebih mendalam.

Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi LIPI, Dr. Bambang Sunarko mengemukakan, riset terkait EPO tersebut sebenarnya sudah dilakukan di Puslit Bioteknologi LIPI sejak tahun 2005 silam.

Print

OBAT KANKER Dikembangkan EPO Generasi Kedua

JAKARTA (SK) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia (LIPI) bersama perusahaan farmasi Bio Farma kembangkan pembuatan erythropoetin (EPO) genberasi kedua. Diharapkan obat tersebut bisa diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan.

“Produk EPO nantinya akan berguna untuk pengobatan gagal ginjal, kemoterapi dan anemia,” kata Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain disela penyerahan materi research cell bank (RCB) kepada Bio Farma di Bandung, Senin (28/12).

Iskandar menyebutkan, pengembangan EPO merupakan bagian dari insentif riset sistem inovasi nasional (insinas) Kementerian Ristek dan Dikti, yang telah berlangsung sejak 2012.

“Konsorsium EPO merupakan tindak lanjut dari konsorsium pada Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN),” tuturnya.

Print

Inovasi bioteknologi LIPI diklaim dapat bantu kemoterapi

Tak hanya kemoterapi, inovasi bioteknologi LIPI juga diklaim dapat membantu pasien cuci darah dan anemia

Inovasi bioteknologi LIPI diklaim dapat bantu kemoterapi
 

Techno.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kini tengah gencar melakukan kerja sama riset dengan pihak swasta maupun industri. Kali ini, kerja sama tersebut dilakukan dengan Bio Farma dalam mengembangkan penelitian terkait Erythropoietin.

Sebagaimana dikutip dari Merdeka (28/12), Erythropoietin diklaim dapat bermanfaat bagi pasien cuci darah, kemoterapi, dan anemia. Hanya saja, inovasi bioteknologi ini masih dalam tahap awal serta membutuhkan kajian yang lebih mendalam.

 

Menurut Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi LIPI, Dr. Bambang Sunarko mengatakan bahwa riset EOP sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2005 silam. Namun karena beberapa kendala, dewasa ini akhirnya baru dapat kembali dilanjutkan.

"Riset ini kemudian berlanjut dengan konsorsium EPO pada Forum Riset Vaksin Nasional sejak tahun 2013. Konsorsium ini melibatkan Puslit Bioteknologi LIPI, Lab CCRC dan Fakultas Farmasi UGM, serta PT Bio Farma," ujarnya.

Sebagai tahap awal peluncuran, LIPI akan memberikan Research Cell Bank (RCB) EPO kepada Bio Farma untuk dilakukan kajian lebih dalam. Nantinya, Bio Farma akan melakukan karakterisasi dan pengembangan RCB agar siap untuk diproduksi.

Sumber : http://www.techno.id/tech-news/inovasi-bioteknologi-lipi-diklaim-dapat-bantu-kemoterapi-151228b.html

Print

Temuan Peneliti RI Ini Ringankan Pasien Gagal Ginjal

epo-viva

Pasien gagal ginjal selama ini harus keluarkan puluhan juta per bulan.

 

VIVA.co.id - Kabar bagus muncul dari periset Tanah Air. Dalam empat tahun mendatang, perusahaan produsen vaksin Bio Farma mulai mengembangkan Erythropoietin (EPO) generasi kedua.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Bio Farma, Iskandar. EPO akan menjadi kunci biaya yang murah bagi perawatan pasien gagal ginjal dan lainnya.

"Jalan masih panjang. Prototype hasil penelitian sudah ada, tapi baru satu," katanya kepada wartawan di Bandung, Senin, 28 Desember 2015.

Iskandar menargetkan, hasil riset yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), baru dipasarkan pada 2031. Menurutnya, bukan bisnis yang dia kejar, melainkan pengabdian untuk masyarakat.

Sejak 2004 lalu, peneliti ahli Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Adi Santoso, melakukan penelitian. Bersama 20 peneliti lain dari UGM dan LIPI, mereka mengembangkan Erythropoietin generasi kedua.

Print

LIPI dan Bio Farma Sukses Kembangkan Produk Terapi Cuci Darah

ginjalD7News – Kabar gembira datang dari dunia riset tanah air. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan PT Bio Farma sukses mengembangkan Erythropoietin (EPO) generasi kedua.

Produk tersebut bakal meluncur beberapa tahun ke depan. Atas penemuan itu, diharapkan menjadi sebuah produk yang membantu untuk terapi cuci darah, kemoterapi dan anemia.

Sebagai tahap awal peluncuran hasil temuan, LIPI akan menyerahkan Research Cell Bank (RCB) EPO kepada Bio Farma pada Senin (28/12) di Gedung Bio Farma, Bandung, Jawa Barat.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, kerjasama penelitian antara LIPI dan Bio Farma merupakan wujud nyata hasil penelitian yang bisa langsung dimanfaatkan oleh pengguna, baik kalangan industri maupun masyarakat.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI