Print

LIPI Kembangkan Bahan Bakar dari Bakteri Laut

bakteri-ilustrasi- 130806205345-724REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG, JAWA BARAT -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) masih terus mengembangkan penelitian untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen memanfaatkan bakteri laut "Rhodobium marinum".

Menurut peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Peza Batamarlia Reko, penelitian ini bisa menjadi pilihan agar negara tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil.

"Di Taiwan dan Yunani teknologi ini sudah dipakai, namun memang masih sedikit (belum massal)," ujar Peza di sela acara "Biotechnology is Fun" yang diadakan LIPI di Cibinong Science Center, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (19/11).

Ada pun dasar pemikiran dari riset yang telah dimulai sejak tahun 2003 ini adalah bagaimana gas hidrogen yang dihasilkan dari bakteri Rhodobium marinum, diubah menjadi energi listrik.

Cara kerjanya, secara umum, bakteri diatur agar bisa mengeluarkan hidrogen melalui fermentasi, setelah Rhodobium marinum menyerap substrat yang memiliki kadar karbon tinggi.

Sebenarnya, hasil fermentasi tersebut bukanlah hidrogen murni. Karena itu, dimanfaatkanlah mikroalgae Spirulina sp. untuk menyerap gas lain di luar hidrogen, seperti karbon dioksida (CO2) yang bisa dimanfaatkan untuk fotosintesis.

"Sementara itu, tingkat pH di media bakteri harus tetap di kisaran 6-7. Untuk menjaganya kami menggunakan natrium hidroksida (NaOH)," papar Peza.

Hidrogen yang terkumpul kemudian disedot untuk memutar dinamo, yang sudah dimodifikasi agar bisa menyerap oksigen dari udara bebas. Kedua jenis gas ini akan berperan sebagai anoda dan katoda yang dapat menghasilkan energi listrik. "Kami menargetkan pada tahun 2045 ini bisa diterapkan ke kendaraan bermotor masyarakat," tutur Peza.

Selain bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, teknologi ini juga dapat mengurangi limbah, khususnya limbah cair berkarbon tinggi seperti limbah vinasse dari industri gula.

Vinasse sendiri adalah sisa pemrosesan limbah gula menjadi etanol. "Biotechnology is Fun" adalah kegiatan silaturahmi ("open house") yang diadakan oleh LIPI dan diselenggarakan pada 19-20 November 2015 di Cibinong Science Center, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Ini menjadi bagian dari usaha LIPI untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bioteknologi.

Red: Yudha Manggala P Putra

Sumber : http://trendtek.republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/15/11/19/ny2ib8284-lipi-kembangkan-bahan-bakar-dari-bakteri-laut

Print

Harian Umum Sore. Redaksi: (021) 57851555. Sirkulasi:(021) 8280000 ext 108, 140. Iklan: (021) 71688268. Tahun XXIII 8.311. 24 Halaman. Rp 2.800. Langganan Rp 68.000 KLASIFIKASI GALERI FOTO | E-PAPER | LIPI Populerkan Biotekn

[JAKARTA] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memopulerkan bioteknologi kepada masyarakat melalui kegiatan silaturahim ("open house") yang diadakan di Cibinong Science Center, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong.

Melalui acara ini, LIPI ingin membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bioteknologi. Padahal cabang ilmu pengetahuan itu terkait langsung dalam isu-isu penting seperti pangan, energi dan obat-obatan.

"Kami berharap kegiatan 'open house' ini dapat menarik minat pelajar menggeluti penelitian bioteknologi di masa depan," ujar Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi LIPI Bambang Sunarko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/11).

Silaturahim ini sendiri bertema "Biotechnology is Fun" dan diselenggarakan pada 19-20 November 2015. Sasarannya adalah masyarakat umum, khususnya pelajar.

Menurut Bambang, kegiatan ini dikemas secara populer dan interaktif, di mana pengunjung diperkenalkan pada aktivitas laboratorium bioteknologi. Selain itu akan ada demo pembuatan susu fermentasi (yoghurt), keju, kompos, keju mozarella, demo deteksi sifat genetis ternak, perbanyak tanaman dan persilangan padi gogo.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Puslit Bioteknologi LIPI Syamsidah Rahmawati menambahkan, tujuan lain "open house" ini adalah menarik minat masyarakat terhadap teknologi rekayasa genetika, ujung tombak bioteknologi.

"Masyarakat perlu tahu cara kerja dan aplikasi sederhana bioteknologi, karena itu LIPI akan menunjukkannya dengan cara menyenangkan," ujar Syamsidah.

Ada pun acara "open house" ini juga dilengkapi dengan loka karya ("workshop") bagi guru sekolah menengah atas (SMA), yang langsung dipraktikkan. Beberapa materinya antara lain sejarah perkembangan bioteknologi, materi genetik, gen, isolasi dan amplifikasi DNA, manipulasi genetik serta aplikasi kultur jaringan tanaman.

Puslit Bioteknologi sendiri telah menghasilkan beberapa penelitian bidang bioteknologi seperti tanaman padi tahan kekeringan, alat pendeteksi kanker serviks dan payudara, produk bioenergi dan "sperma sexing". [Ant/L-8]

Sumber : http://sp.beritasatu.com/home/lipi-populerkan-bioteknologi-melalui-kegiatan-silaturahmi/101987

Print

Harian Umum Sore. Redaksi: (021) 57851555. Sirkulasi:(021) 8280000 ext 108, 140. Iklan: (021) 71688268. Tahun XXIII 8.311. 24 Halaman. Rp 2.800. Langganan Rp 68.000 KLASIFIKASI GALERI FOTO | E-PAPER | Open House Bioteknologi

[CIBINONG] Guna menarik minta generasi muda akan penelitian di bidang bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar open house bertema Bioteknologi is Fun.

Open house yang digelar 19-20 November 2015 tersebut bertempat di Pusat Penelitian Bioteknologi Cibinong Science Center Botanical Garden, Bogor.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Desiminasi Hasil Penelitian Puslit Bioteknologi Syamsida Rahmawati mengatakan target kegiatan open house ini untuk mendorong animo masyarakat pada teknologi rekayasa genetika yang merupakan garda terdepan bioteknologi.

"Peserta akan diberikan kesempatan mengetahui seluk beluk penelitian mulai dari identifikasi masalah hingga proses penciptaan teknologi itu sendiri," katanya di sela-sela open house di Puslit Bioteknologi LIPI, Cibinong, Bogor (19/11).

Peserta open house adalah pelajar SD hingga SMA lebih dari 20 sekolah sejabodetabek.

"Kita berharap lebih menjaring minat anak muda mencintai penelitian bidang bioteknologi," ujarnya.

Dalam pameran itu, Puslit Bioteknologi menampilkan kegiatan riset pada tanaman, peternakan, obat dan energi mulai dari teknologi sederhana hingga beragam.

Sejumlah demo pun dilakukan dalam pameran ini seperti pembuatan yugort, keju mozarella, sifat genetis ternak, perbanyakan tanaman, pembuatan kompos dan demo persilangan padu gogo.

Hal ini dimaksudkan agar penelitian bioteknologi yang dihasilkan bisa lebih dirasakan masyarakat.

"Kita pun ada kerja sama dengan industri. Sudah ada yang dipakai industri. Kita kerja sama dalam pengembangan obat anti animea dan pengembangan ternak sapi unggul di rumpin," ucapnya.

Helmy Naufal salah satu siswa SMA Al Madinah, Cibinong mengaku baru melihat laboratorium bioteknologi. Ia mengaku senang bisa mengetahui berbagai laboratorium bioteknologi sehingga termotivasi menjadi peneliti.

"Melalui pameran ini saya mengetahui bioteknologi, uji protein. Ternyata membuat obat prosesnya susah dan panjang," ucapnya. [R-15/L-8]

Sumber : http://sp.beritasatu.com/nasional/open-house-bioteknologi-lipi-tarik-minat-generasi-muda/102025

Print

LIPI Gelar Diseminasi dan Open House Bioteknologi

JAKARTA, (PRLM).- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi menyelenggarakan diseminasi dan "open house" yang bertema "Biotechnology is Fun", berlangsung di Cibinong Science Center (CSC) Botanical Garden, Cibinong, Bogor, pada 19 s.d. 20 November 2015.

Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Bambang Sunarko menuturkan, membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penelitian adalah hal yang mutlak yang harus dilakukan.

Kegiatan "open house" dilaksanakan untuk "memancing" ketertarikan pelajar dan mahasiswa pada hasil riset di bidang bioteknologi. "Kegiatan 'open house' 2015 ini dikemas secara populer dan interaktif," ujarnya sebagaimana dalam keterangan, Kamis (19/11/2015).

Dijelaskan, pengunjung diperkenalkan pada aktivitas laboratorium bioteknologi. Sejumlah demo juga dilakukan, di antaranya demo pembuatan yoghurt, keju mozarella, demo deteksi sifat genetis ternak, perbanyak tanaman, pembuatan kompos, dan persilangan padi gogo.

Bambang menjelaskan, dibutuhkan sosialisasi dan diseminasi untuk menarik minat pelajar dan masyarakat pada riset bioteknologi, sehingga mereka memiliki gambaran pentingnya sebuah penelitian mengingat saat ini animo pelajar terhadap riset bioteknologi masih minim.

Keterbatasan pemahaman membuat rendahnya ketertarikan masyarakat terhadap riset. Oleh karena itu, kata Bambang, kalangan pelajar harus didorong untuk memahami proses penelitian.

Bambang mengatakan, Puslit Bioteknologi telah menghasilkan sejumlah penelitian di bidang bioteknologi, di antaranya tanaman padi tahan kekeringan, kit pendeteksi kanker serviks dan kanker panyudara, produk bioenergi, dan teknologi "sperma sexing" ternak.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslit Bioteknologi LIPI Syamsidah Rahmawati mengatakan bahwa target lain yang ingin dicapai melalui kegiatan "open house" ini adalah mendorong animo masyarakat pada teknologi rekayasa genetika yang merupakan garda terdepan dalam penelitian bioteknologi.

Menurut dia, masyarakat perlu tahu cara kerja dan dasar aplikasi sederhana bioteknologi. "Dan, kami berusaha membuat riset bioteknologi menjadi menyenangkan," katanya.

Acara "open house" ini juga dilengkapi dengan lokakarya (workshop) bagi guru Sekolah Menengah Atas (SMA). Beberapa materinya antara lain sejarah perkembangan bioteknologi, materi genetik, gen, isolasi, dan amplifikasi DNA, manipulasi genetik, dan aplikasi kultur jaringan tanaman.(Agus Ibnudin/A-89)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2015/11/19/350527/lipi-gelar-diseminasi-dan-open-house-bioteknologi

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI