Bio Farma-LIPI kembangkan Erythropoitin generasi kedua

Senin, 28 Desember 2015 17:27 WIB | 2.816 Views
 

Bandung (ANTARA News) - PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia (LIPI) mengembangkan pembuatan erythropoetin (EPO) generasi kedua yang akan diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan. "Konsorsium ini kelanjutan dari konsorsium erythtropoetin sebagai bagian dari insentif riset dan sistem inovasi nasional. Produk ini akan berguna untuk pengobatan gagal ginjal, kemoterapi, dan juga anemia," kata Kepala LIPI, Prof Dr Iskandar Zulkarnain, di sela-ela penyerahan Research Cell Bank (RCB) kepada PT Bio Farma di Bandung, Senin.

Pengembangan Mikroalga Masih Lamban

BOGOR, KOMPAS - Pengembangan mikroalga, ganggang berukuran mikro dari laut untuk bahan baku biodiesel di Indonesia lamban. Padahal, sumberdaya mikroalga melimpah karena garis pantai Indonesia terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Percepatan pemanfaatan mikroalga sebagai bahan baku biodiesel bergantung pada kemauan politik pemerintah, terutama dalam mendanai riset energi baru terbarukan.

"Mengikuti target energi baru terbarukan 23 persen dari semua sumber energi tahun 2025 pun terlambat" ujar peneliti di Laboratorium Bioenergi dan Bioproses Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Swastika Praharyawan, di Cibinong Science Center-Botanical Garden, Cibinong, Bogor, Kamis (19/11).

Jika pemerintah tak segera mewujudkan biodiesel dari mikroalga. Indonesia akan kian tertinggal. Di Amerika Serikat perusahaan Solazyme yang berdiri sejak 2003 membuat bahan bakar turunan mikroalga untuk pesawat jet dinamakan Solajet.

Di Malaysia perusahaan Al-gaetech aktif mengkaji pemanfaatan mikroalga bagi bahan pangan dan sumber energi. Perusahaan itu juga punya proyek pemanfaatan karbon dioksida dari pembangkit listrik untuk budidaya alga di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia.

Produktivitas tinggi

Menurut Swastika, produksi mikroalga bagi energi memberilebih banyak manfaat dibandingkan dengan kelapa sawit yang jadi penghasil biodiesel. Riset terbaru menunjukkan, spesies tertentu mikroalga menghasilkan biodiesel 30 kali daripada sawit per hektar per tahun.

Produksi mikroalga tak butuh lahan produktif seperti sawit Sebab, lahan hanya untuk menempatkan kolam perbanyakan mikroalga. "Jadi, mikroalga tak mengorbankan kebutuhan lahan bagi tanaman pangan," ujarnya.

Sejauh ini, LIPI memiliki sejumlah jenis mikroalga potensial untuk biodiesel seperti Nannochloropsis sp, Chlorella sp. dan Scenedesmus sp. Spesies-spesies itu lipid rendah, sekitar 30 persen, dan berpotensi menghasilkan biodiesel 10 kali jumlah biodiesel dari kelapa sawit per hektar per tahun. Namun, produktivitas mikroalga di LIPI baru dua kau produktivitas sawit.

Riset juga mencari mikroalga dengan lipid mengandung asam lemak berikatan rangkap satu lebih banyak, yakni asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty aad/MUFA).

Dalam open house LIPI, para peneliti bioteknologi memperkenalkan teknologi seperti kultur jaringan tanaman, inseminasi buatan ternak, dan rekayasa genetika. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Riset Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Syamsidah Rahmawati, potensi bioteknologi di Indonesia besar mengingat sumber daya hayati melimpah, tetapi minat remaja menjadi peneliti bioteknologi rendah. (JOG)

» Sumber : Kompas, edisi 20 November 2015.

LIPI Upayakan Riset Bioteknologi Lebih Dikenal Masyarakat

(Bogor – Humas LIPI). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi telah menggelar kegiatan Open House Bioteknologi dengan tema "Biotechnology is Fun" selama dua hari pada Kamis-Jumat (19-20/11) lalu, di Gedung Puslit Bioteknologi Kawasan Cibinong Science Center (CSC) Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memasyarakatkan riset bioteknologi agar lebih dikenal lagi oleh khalayak, terutama generasi muda.

Ini Cara LIPI Populerkan Bioteknologi kepada Masyarakat

lab1

Rimanews - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memopulerkan bioteknologi kepada masyarakat melalui kegiatan silaturahim ("open house") yang diadakan di Cibinong Science Center, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong.

Melalui acara ini, LIPI ingin membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bioteknologi. Padahal cabang ilmu pengetahuan itu terkait langsung dalam isu-isu penting seperti pangan, energi dan obat-obatan.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI