Print

Dikunjungi Komisi VII DPR RI, LIPI Minta Anggaran Penelitian Ditambah

Komisi VII DPR RI, Nawafie Saleh dan Ivan Doly Gultom saat melakukan kunjungan kerja ke LIPI Cibinong, Kabupaten Bogor Rabu (28/2/2018)

komisi8TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan LIPI di Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG) Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (28/2/2018).

Kedua politisi dari partai Golkar itu yakni Nawafie Saleh dan Ivan Doly Gultom sempat mengunjungi sejumlah tempat yang berada di kawasan LIPI Cibinong, Kabupaten Bogor.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, kunjungfan kerja itu merupakan kelanjutan kegiatan diseminasi iptek yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Enny menambahkan, kedatangan kedua wakil rakyat itu diharapkan membawa angin segar bagi LIPI untuk lebih mengembangan penelitiannya kedepan.

Print

Komisi VIII DPR tinjau penelitian pertanian-kehutanan LIPI

Rabu, 28 Februari 2018 11:33

gedunglipiKomisi VIII DPR melakukan kunjungan kerja ke Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk meninjau hasil penelitian di bidang pertanian dan kehutanan.

"Kami berharap kunjungan kerja ini mampu menyebarluaskan dan mendekatkan hasil penelitian LIPI kepada para pemangku kepentingan, terutama para anggota DPR," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (28/2).

Kunjungan kerja tersebut bertema "Pengembangan Bibit Unggulan Tanaman Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan dalam rangka Memperkuat Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor".

Kunjungan tersebut merupakan kelanjutan kegiatan penyebarluasan hasil penelitian LIPI yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Print

Pusat Penelitian LIPI Di Cibinong Jadi Tempat Kunker Dewan

RABU, 28 FEBRUARI 2018 , 04:49:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

gedunglipiRMOL, Anggota Komisi VII DPR RI berencana melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kawasan LIPI di Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/2).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, Kunker tersebut dimaksudkan untuk meninjau pusat penelitian, beragam fasilitas dan hasil penelitian LIPI terkait pertanian dan kehutanan di kawasan tersebut.

Selain itu, Kunker ini juga kelanjutan kegiatan diseminasi iptek yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Menurut Enny, Kunker anggota Komisi VII ini akan melibatkan dua orang anggota, yakni Nawafie Saleh dan Ivan Doly Gultom dari Fraksi Partai Golkar

Print

LIPI akan hasilkan Super Mikroba untuk Biorefineri

Bogor (ANTARA News) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Puslit Bioteknologi tengah mengembangkan Super Mikroba yang dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan salah satunya Biorefineri sebagai energi alternatif penghasil bioetanol dan biokatalis.

“Target kami bulan ketiga tahun depan (Maret 2018) Super Mikroba ini diluncurkan,” kata Dr Yopi Sunarya selaku manajer proyek Biorefineri di sela-sela Simposium Internasional ISIBio 2017 di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Super Mikroba dikembangkan oleh LIPI bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau JICA yang sudah berjalan selama empat tahun.

Target dari kerja sama ini adalah menghasilkan Super Mikroba yang mampu memproduksi enzim yang dapat menghasilkan bioetanol atau biokatalis yang bisa mencapai 50 gram per liter.

“Untuk bisa menghasilkan bioetanol atau biokatalis dengan enzim atau ragi hasil rekayasa mikroba menjadi 50 gram per liter itu sangat berat, saat ini baru bisa menghasilkan 40 gram per liter, ini terus kita kembangkan,” kata Yopi.

Yopi menjelaskan dalam menghasilkan Super Mikroba, peneliti LIPI yang didukung pendanaan JICA telah menyeleksi 2.000 isolat mikroba lokal yang tersimpan di Bank Mikroba LIPI.

Print

LIPI Kembangkan Supermikroba untuk Biorefineri

mikroba-ilustrasi- 140720215801-180
 
Red: Yudha Manggala P Putra

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Puslit Bioteknologi tengah mengembangkan supermikroba yang dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan salah satunya Biorefineri sebagai energi alternatif penghasil bioetanol dan biokatalis."Target kami bulan ketiga tahun depan (Maret 2018) supermikroba ini diluncurkan," kata Dr Yopi Sunarya selaku manajer proyek Biorefineri di sela-sela Simposium Internasional ISIBio 2017 di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/9).Supermikroba dikembangkan oLIPI bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau JICA yang sudah berjalan selama empat tahun.

Target dari kerja sama ini adalah menghasilkan supermikroba yang mampu memproduksi enzim yang dapat menghasilkan bioetanol atau biokatalis yang bisa mencapai 50 gram per liter."Untuk bisa menghasilkan bioetanol atau biokatalis dengan enzim atau ragi hasil rekayasa mikroba menjadi 50 gram per liter itu sangat berat, saat ini baru bisa menghasilkan 40 gram per liter, ini terus kita kembangkan," kata Yopi.Yopi menjelaskan dalam menghasilkan supermikroba, peneliti LIPI yang didukung pendanaan JICA telah menyeleksi 2.000 isolat mikroba lokal yang tersimpan di Bank Mikroba LIPI.Seleksi dilakukan guna mencari mikroba yang unggul, mampu kuat mampu memproduksi enzim yang dapat menghancurkan struktur pada serat biomassa yang menjadi bahan baku utama biorefineri, seperti ampas sawit, batang sawit perasan, atau ampas tebu, kakao, dan tembakau. Memasuki tahun keempat, lanjutnya, LIPI sudah dapat masing-masing untuk mikroba enzim dan mikroba untuk fermentasi. "Saat ini sedang dalam proses rekayasa, konfirmasi," katanya.Yopi menegaskan bahwa mikroba yang dikembangkan dalam supermikroba tersebut adalah mikroba lokal Indonesia. Bukan mikroba impor, karena jika menggunakan mikroba dari luar tidak efisien, daya tahan hidupnya tidak lama.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI