Print

Jokowi: Mau tidak Mau Harus Impor Daging Sapi

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/Agung Supriyanto
 Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Senen Jakarta Pusat, Selasa (7/6).  (Republika/Agung Supriyanto)
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Senen Jakarta Pusat, Selasa (7/6). (Republika/Agung Supriyanto)
 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Pemerintah menargetkan swasembada daging sapi secara mandiri kemungkinan tercapai sekitar sembilan hingga sepuluh tahun. Oleh karena itu, pemerintah untuk sementara mengambil kebijakan impor daging sapi demi memenuhi kebutuhan daging sapi di masyarakat.

“Swasembada itu prosesnya panjang bukan instan. Asal konsisten bisa tercapai swaembada itu. Sebelum itu, mau tidak mau sebagian harus diimpor untuk dikonsumsi,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau PT Karya Anugerah Rumpin di Bogor, Selasa (21/6).

Jika tidak diimpor, dia melanjutkan, indusk-induk sapi betina berkulitas bisa disembelih dengan harga tinggi. Kondisi ini dinilai perlu dihindari mengingat bahaya yang akan didapatkan ke depannya.

Di samping itu, Jokowi menyinggung harga daging sapi ideal yang seharusnya berlaku di Indonesia. Ia menegaskan, harga idealnya sebesar 80 ribu rupiah sebagaimana yang telah ditargetkan sebelumnya. Patokan besarana ini tidak sembarang karena pemerintah mengklaim telah mengalkulasi sebelumnya.

"Saya sampaikan bolak-balik kalau negara lain harga daging itu bisa Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu. Ini bukan cerita, saya dapat invoice-nya langsung. Oleh sebab itu, kita di sini juga mengarahkannya ke sana sehingga saya menyampaikan Rp 80 ribu dan itu sudah dikalkulasi," ungkapnya.

Sejauh ini, kata Jokowi, pemerintah akan terus mengejar target realisasi harga daging sapi ideal ini. Pihaknya bersama swasta pun sudah melaksanakan operasi pasar guna menindaklanjuti hal tersebut.

“Saya kira sekarang ini ada 10 perusahaan BUMN dan swasta yang bergerak di pasar menjual dengan harga Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu," tambah dia.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/06/21/o945wl330-jokowi-mau-tidak-mau-harus-impor-daging-sapi

Print

Jokowi "Blusukan" ke Tempat Penggemukan Sapi

Selasa, 21 Juni 2016 | 11:49 WIB
 
Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi pada Selasa (21/6/2016).
 

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meninjau tempat penggemukan sapi atau feedloter milik PT KAR yang berlokasi di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6/2016).

Pantauan Kompas.com, Jokowi sampai ke lokasi pukul 10.45 WIB, setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), lokasi kunjungan pertama.

(baca: Jokowi: Tol Ini Pernah "Groundbreaking" Empat Kali, Sekarang Semeter Pun Belum Mulai)

Jokowi disambut pemilik feedloter kemudian meninjau sapi-sapi yang digemukkan. Salah satu pemilik, Hernadi, mengantarkan Jokowi melihat satu per satu sapi yang berada di kandangnya.

"Ini sapi lokal, Pak. Awalnya beratnya hanya 200 kilogram. Sekarang sudah 400 kilogram," papar Hernadi menunjukkan salah satu sapi.

Selain itu, Hernadi juga menunjukkan seekor sapi lokal yang dipersiapkan untuk pasar menengah ke atas.

"Ini sapi lokal, tapi kualitasnya sama dengan wagyu. Ini nanti untuk steak," lanjut Hernadi menjelaskan sapi lainnya.

Selama meninjau, ada salah satu sapi bernama Dodit yang terus-terusan melenguh. Suara sapi berjenis Belgian Blue seberat 466 kilogram itu cukup menarik perhatian tamu undangan.

"Tumben itu si Dodit teriak terus. Sehari-hari mah biasa aja," ujar salah satu pegawai feedloter.

Dalam peninjauannya, Presiden didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Rencananya, Presiden menyaksikan penandatanganan MoU antara Kementerian Pertanian dengan perusahaan penggemukkan sapi itu.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Sandro Gatra

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/06/21/11491381/jokowi.blusukan.ke.tempat.penggemukan.sapi?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

Print

Jokowi Akui Swasembada Daging Sapi di Indonesia Masih 10 Tahun Mendatang

Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat meninjau feedloter di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6/2016).

BOGOR, KOMPAS.com

 

- Presiden Joko Widodo memprediksi swasembada daging sapi di Indonesia masih jauh. Menurut Jokowi, Indonesia baru akan memasuki swasembada daging sapi hingga sepuluh tahun mendatang.

"Dari hitung-hitungan yang kami lakukan, itu (swasembada daging sapi) akan dimulai sembilan atau sepuluh tahun," ujar Jokowi usai meninjau feedlotter milik PT KAR di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6/2016).

Pemerintah telah memiliki tujuh lokasi untuk pengembangbiakan sekaligus penggemukan sapi potong. Seluruh tempat itu di bawah naungan Kementerian Pertanian dan Peternakan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Ketujuh tempat tersebut bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pemerintah juga akan bekerja sama dengan Spanyol dan Brazil dalam hal teknologi pengembangbiakan sekaligus penggemukkan sapi potong.

Namun, tempat tersebut ibarat baru langkah awal menuju swasembada daging sapi. Jokowi ingin berkomitmen dan konsisten untuk mengembangkan tempat-tempat serupa.

"Cara ini harus dengan konsentrasi tinggi dan terus menerus sehingga dari semua potensi itu sangat memungkinkan kita bisa. Tapi juga harus konsisten dalam waktu sembilan atau sepuluh tahun," ujar dia.

Sampai ke swasembada daging sapi, Jokowi pun memastikan bahwa Indonesia akan tetap melakukan impor.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/06/21/15332811/jokowi.akui.swasembada.daging.sapi.di.indonesia.masih.10.tahun.mendatang

Print

Jokowi: Indonesia Butuh 10 Tahun Untuk Swasembada Sapi

Christie Stefanie, CNN Indonesia Selasa, 21/06/2016 14:58 WIB
Jokowi: Indonesia Butuh 10 Tahun untuk Swasembada Sapi
Sambil menunggu swasembada terwujud, impor daging sapi dianggap Presiden Jokowi sebagai solusi paling cepat untuk mengendalikan harga daging. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia masih membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk bisa swasembada daging sapi, menunggu program pembibitan sapi menuai hasil. Sambil menunggu itu terjadi, impor daging sapi dianggapnya sebagai solusi paling tepat untuk mengendalikan harga.

Menurutnya, rata-rata setiap tahunnya dibutuhkan kurang lebih 2-3 juta ekor sapi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, diperlukan proses pembibitan dan penggemukan sapi selama sekitar enam tahun. Untuk bisa dikonsumsi, maka harus melalui proses hilirisasi, yang diperkirakan butuh waktu tambahan sekitar tiga tahun.

"Itu harus terus menerus dengan konsistensi tinggi. Ya butuh waktu sembilan hingga sepuluh tahun lagi," ujar Jokowi ketika berkunjung ke peternakan sapi milik PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) di Cibodas, Jawa Barat‎, Selasa (21/6).

Ia mengatakan, proses pembibitan dan penggemukan sapi merupakan program jangka panjang. Untuk itu, perlu waktu untuk melakukan seleksi ketat bibit-bibit sapi yang punya kualitas bagus untuk diternak oleh industri atau petani.
 
"Kita ini mempunyai tujuh lokasi yang sudah ada, antara lain Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Malang, Singosari, dan Pare-Pare," paparnya.

Dalam pelaksanaan program swasembada sapi, kata Jokowi, Kementerian Pertanian akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingi.  Bahkan, Indonesia akan menjalin kerjasama dengan pemerintah Brazil dan Spanyol.

"Semunaya sudah berada pada rel yang betul. Hanya perlu konsistensi terus, jangan behenti. Dan kita tidak mungkin lagi bagi-bagi sapi ke petani tanpa manajemen pengawasan dan pendampingan. Gagal kalau seperti itu diulang," jelasnya. (ags/ags)

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160621145805-92-139802/jokowi-indonesia-butuh-10-tahun-untuk-swasembada-sapi/

Print

Jokowi Berharap 10 Tahun Mendatang Indonesia Swasembada Daging

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Usai melihat peternakan sapi di Rumpin, Bogor, Presiden Joko Widodo mengharapkan Indonesia bisa swasembada daging sapi pada tahun 10 tahun.

"Dalam sebuah program jangka panjang yang kita harapkan nantinya kita betul-betul dapat swasembada daging sapi sendiri. Dari hitung-hitungan yang kita lakukan, itu akan selesai 9 sampai 10 tahun," ujar Presiden di peternakan sapi milik PT Karya Anugerah Rumpin, Selasa (21/6/2016).

Usaha untuk mencapai swasembada daging tersebut, Presiden menjelaskan dalam jangka waktu 6 tahun ini inseminasi atau pembibitan agar menghasilkan sapi unggul terus dilakukan.

Namun, Presiden menegaskan, mempersiapkan bibit sapi yang unggul diperlukan konsistensi agar harapan 10 tahun mendatang bisa diwujudkan.

"Satu tahun kita membutuhkan kurang lebih 2 sampai 3 juta semen beku yang terus menerus kalau itu sampai 6 tahun itu baru mencapai hulunya selesai swasembada itu. Tapi masih dihilirkan lagi butuh 3 sampai 4 tahun," ucap Presiden.

Presiden juga mengapresiasi sinergi yang dibangun antara Pemerintah dengan pihak swasta dalam mengembangkan program janka panjang tersebut.

"Ini menurut saya sangat bagus karena melibatkan ada swasta, ada peneliti LIPI dibawah Dikti, ditempat yang lain seperti di Mangatas, Sumbar itu dikerjakan total oleh kementan. Itu juga bagus," tutur Presiden.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI