Biotek

Cegah Wabah Covid-19, LIPI Selenggarakan Pelatihan Penanganan SARS-Cov-2

Cibinong, Humas LIPI. Kiprah LIPI terhadap pencegahan mewabahnya Covid-19 tidak berhenti sebatas produksi bahan hand sanitizer dan desinfektan semata. Pembentukan tim penanganan melalui kegiatan Pelatihan Penanganan Sars-Cov-2 pun dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam Gugus Tugas Covid-19. Pelatihan Sesi I yang merupakan pelatihan perdana dilakukan secara online pada Selasa (31/3) yang selanjutnya akan dilakukan pelatihan secara langsung pada Rabu dan Kamis (1-2/ 4) di fasiltas BSL-3 (Biosafety Level 3) LIPI yang berstandar WHO.

Ratih Asmana Ningrum selaku Manajer BSL-3 LIPI menjelaskan, tingkat pemahaman untuk penanganan wabah ini sangat penting agar dapat bekerja untuk menurunkan risiko pemaparan dan infeksi virus. “Memberikan pembekalan pada stake holder yg akan menjadi front liner pada penanganan virus SARS-CoV-2, baik sebagai tenaga medis maupun sebagai tenaga laboratorium uji, agar mempunyai tingkat pemahaman yg sama terhadap bahaya yg ditimbulkan virus”, jelasnya. 

 
Terhitung sejak pembukaan pendaftaran pada Jumat (27/3), tercatat sebanyak 900 peserta yang mendaftar. “Akan terus dilakukan pelatihan sampai 6 bulan ke depan, namun pastinya tidak bisa 900 peserta dapat mengikuti pelatihan semua, harus ada seleksi”, ungkapnya.
 
Menurut Ratih, peserta yang tergabung dalam dalam pelatihan ini berasal dari LIPI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Universitas, Pemerintah Daerah.  “Minggu ini merupakan sesi I. Untuk sesi I, khusus untuk peserta dari LIPI.  Setiap sesi akan diikuti 16 orang peserta yang dibagi menjadi dua tim, jadi setiap hari ada 8 orang peserta”, paparnya.  
 
Dirinya mengungkapkan, pelatihan ini meliputi pengetahuan mengenai pathogenesis virus, cara bekerja di Laboratorium Biosafety Level 2 dan 3, manajemen resiko untuk menghindari Laboratory Acquired Infection (LAI), pemakaian alat pelindung diri, isolasi RNA dan RT-PCR. 
 
Sebagai informasi, kriteria untuk menjadi peserta pelatihan ini harus memiliki antara lain, pengalaman bekerja di Laboratorium Biosavety Level 2, memiliki pengalaman bekerja dengan metode berbasis biologi molekuler, yaitu isolasi materi genetic dan RT-PCR, memiliki minat untuk bergabung bersama laboratorium rujukan pemeriksaan Covid-19. Setidaknya peserta memiliki 2 dari kriteria tersebut.
 
Selain itu, kriteria sebagai instruktur antara lain, memiliki pengalaman riset di Fasilitas BSL-3 atau Animal BSL-3, memiliki sertifikat pelatihan Biosafety terstandar, menguasai metode berbasis biologi molekuler, dan dapat membuat modul pelatihan secara komprehensif.(Sf/ ed: SL)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI