Biotek

RONI RIDWAN: “PROBIOTIK, SUPLEMEN PAKAN TERNAK SAPI POTONG DAN SAPI PERAH”

Cibinong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI saat ini sedang mengembangkan produk “Supermix Combo” yang didalamnya mengandung probiotik unggul dan formulasi campuran mineral organik. Produk ini merupakan bahan tambahan pada formulasi pakan sebagai suplemen pakan khususnya ternak sapi potong dan sapi perah. Manfaat produk ini adalah meningkatkan keseimbangan metabolisme, mensuplai kebutuhan mineral tubuh dengan tingkat penyerapan yang lebih tinggi, menurunkan presentase lemak, menjaga kesehatan ternak dengan meningkatkan sistem imun, meningkatkan pencernaan dan penyerapan, dan menjaga keseimbangan mikroba saluran pencernaan, serta meningkatkan produktivitas ternak (pertambahan bobot badan dan produksi susu). Produk ini sedang diujicobakan di peternakan mulai dari skala kecil sampai ke skala perusahaan.

Produk lain yang sudah diriset dan sedang dikembangkan saat ini yaitu probiotik dan Inokulum Silase mulai dari bentuk cair, powder sampai ke probiotik instan yang lebih mudah dalam aplikasinya. Pengembangan produk-produk bioteknologi ini tidak lepas dari peran Dr. Roni Ridwan, yang sejak Awal tahun 2020 ini diberi amanah oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI untuk menjadi Ketua Kelompok Penelitian Bioteknologi Hewan, berdasarkan Surat Keputusan Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI. Selain itu, pria yang akrab dipanggil Roni ini juga menjadi Koordinator Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah LIPI.

Pria kelahiran Cianjur tanggal 16 Juli 1975 ini aktif dalam riset pengembangan probiotik, pakan, dan nutrisi ternak sebagai Peneliti Ahli Madya di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Berlatar belakang pendidikan S1 Bidang Nutrisi dan Makanan Ternak, S2 Bidang Bioteknologi dan S3 Bidang Mikrobiologi, Roni menekuni penelitian bidang kepakaran Bioteknologi Hewan-Nutrisi Ternak. Lulusan S3 Institut Pertanian Bogor ini memang telah menunjukkan minatnya dalam bidang peternakan sejak kecil, “Bidang tersebut cukup menarik bagi saya, karena dari dulu saya suka memelihara ternak. Sejak kecil orang tua saya sudah memperkenalkan ternak peliharaan mulai dari ternak unggas sampai ke ternak ruminansia. Saya menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan ternak sangat dipengaruhi oleh pakan yang merupakan faktor sangat penting untuk menunjang kehidupannya, “ tuturnya.

Dalam menekuni karier sebagai peneliti, Roni telah mendaftarkan temuan inovasi sebagai paten terdaftar sebanyak 5 buah (1 paten diantaranya sudah tersertifikasi) dan 1 buah lisensi. Publikasi hasil riset telah dilakukan di beberapa jurnal internasional dan nasional, serta prosiding internasional dan nasional. Roni juga ikut berkontribusi dalam penulisan Buku Panduan Teknis dalam kegiatan Technopark Banyumulek NTB tahun terbit 2019 dan 2020. Proyek ini merupakan kerjasama LIPI (Periode tahun 2015-2019) dengan Pemerintah Daerah Provinsi NTB, Pemerintah Daerah Kabupaten NTB, Universitas Mataram, dan Perusahaan Daerah Provinsi NTB.

Pria yang telah dikaruniai tiga orang anak ini juga menceritakan kegiatan-kegiatannya di luar tugas penelitian yang dilakukannya. “Saya aktif dalam pembimbingan mahasiswa S1, S2 dan S3 untuk menyelesaikan tugas akhirnya di berbagai perguruan tinggi diantaranya IPB, UNPAD, ITS, UNAIR, UNES, UNJ, UNS dan UTS. Saya juga aktif sebagai narasumber di berbagai instansi dan Pemerintah Daerah untuk menyampaikan ilmu di bidang mikrobiologi dan pakan ternak,” ungkapnya.

“Menggali ide adalah kesukaan saya dikala berjalan-jalan di lingkungan kerja atau berkunjung ke suatu daerah, berdiskusi dengan peternak, ataupun melihat fenomena yang menarik di Laboratorium. Saya paling senang berkunjung ke peternakan dan berbagi ilmu serta ikut memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi,” imbuhnya lagi.

Berbagai kolaborasi riset telah dijalani Roni sejak masuk LIPI tahun 2000 sampai sekarang. Kolaborasi tersebut diantaranya ikut bergabung dengan kerjasama Internasional LIPI-NITE Jepang, SATREP- JST JICA LIPI, Meat Milk Project Indonesia-Spanyol, dan ASEAN Collaboration Research Project (India-Indonesia-Malaysia). Kerjasama Riset Nasional pada kegiatan IPTEKDA, Kompetitif LIPI, Spesifikasi Lokasi Kemenristek, PUI, PUI Daerah, Unggulan LIPI, Pengembangan Technopark Banyumulek NTB LIPI.

“Bekerja keras, pantang menyerah dan berikan manfaat untuk orang lain dan lingkungan,” kata Roni menjelaskan motto hidupnya dalam bekerja. Saat menetapkan RPJMN 2020-2024 melalui Prioritas Riset Nasional (PRN), Roni ikut berkontribusi sebagai Koordinator dari LIPI untuk PRN Bibit Sapi Potong Unggul. Untuk menambah keilmuannya, pria dengan hobby bertualang ke desa-desa, gunung, hutan, danau dan pantai ini pernah mengikuti berbagai kegiatan training di luar negeri, diantaranya yaitu: Molecular Identification of Microbes di NITE-Jepang, Molecular Ecology Analysis RIKEN di Jepang, dan Feed Management COVAP di Spanyol.

“Tahun ini juga saya mendapatkan pendanaan dari RISTEK-BRIN untuk pengembangan probiotik unggul bermitra dengan PT. Shing Sukses Abadi dalam aplikasi trial di lapangan. Namun dilakukan penundaan kegiatan ke tahun 2021 karena pandemik Covid-19.” pungkasnya.

Dalam kondisi pandemik Covid-19 Roni juga ditugaskan sebagai Koordinator Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan LIPI. Tugasnya yaitu membantu penyediaan dan pendistribusian bahan untuk deteksi Covid-19 oleh laboratorium Biosafety Level 3 atau BSL-3 LIPI, yang ada di Lingkungan Pusat Penelitian Bioteknologi, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI. (IkS ed SL)

 

“Bekerja Keras, Pantang Menyerah dan Berikan Manfaat untuk Orang Lain dan Lingkungan,”

Dr. Roni Ridwan, Peneliti Ahli Madya Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI,

Bidang Bioteknologi Hewan-Nutrisi Ternak

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI