Biotek

Peneliti LIPI Terapkan Teknologi Bioremediasi, Atasi Tumpahan Minyak di Laut

Cibinong, Humas LIPI.Belakangan ini kita sering mendengar beberapa peristiwa yang menyebabkan terjadinya pencemaran dilaut khususnya yang disebabkan oleh tumpahan minyak. Tumpahan minyak dilaut bisa berasal dari kebocoran kilang minyak lepas pantai, kapal yang tenggelam atau tercecernya bahan bakar dari kapal yang lalu lalang diwilayah perairan Indonesia. “Tumpahan minyak di lautdapat menyebabkan banyak sekali kerugian yaitu rusaknya ekosistem laut karena terhalangnya oksigen dan zat-zat lainya untuk masuk kedalam air sehingga ekosistem laut seperti ikan dan terumbu karang akan rusak dan mati” ungkap Elvi Yetti, Penelitidari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI (23/07).

“Minyak mentah adalah campuran kompleks hidrokarbon yang mengandung lebih dari 17.000 senyawa dan lebih dari 16 jenis senyawa bersifat karsinogenik,jelas Yetti. “Salah satu senyawa yang harus diwaspadai adalahsenyawa fenotiazin dari kelompok hidrokarbon aromatik polisiklik atau polycyclicaromatic hydrocarbon (PAH) yang terkandung di dalam minyak mentah, senyawa inibersifat persisten dan mudah terbakar di lingkungan,” imbuhnya.

Dirinyamenerangkan, tumpahan minyak dilaut akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia karena senyawa fenotiazin dapat menyebabkan iritasi kulit, penyakit hepatitisdan anemia pada manusia. Senyawa berbahaya yang terkandung didalam minyak mentah akan mencemari organisme laut yang pada akhirnya dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut yang telah tercemar,terang Yetti.

Yetti mengungkaplebihlanjut penanggulangan tumpahan minyak dilaut sejauh ini sering dilakukan dengan cara menyedot minyak yang mengambang diatas permukaan laut dengan menggunakan alat tertentu. Cara seperti ini dinilai kurang efektif karena tidak dapat menghilangkan tumpahan minyak dipermukaan laut secara maksimal. Biasanya masih ada saja minyak yang mengambang dipermukaan laut. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang mampu mengatasi efek negatif dari tumpahan minyak dilaut.

“Bioremediasi adalah teknologi yang mampu memecahkan berbagai masalah lingkungan termasuk tumpahan minyak dilaut dengan bantuan mikroorganisme. Salah satu tujuan bioremediasi yaitu mengubah polutan menjadi metabolit yang tidak berbahaya atau memecah polutan menjadi karbon dioksida dan airsehingga bisa terurai dan dapat mengurangi cemaran,” terang Yetti.

Lebihjauh Yetti memaparkan saat ini timpenelitinya telah menyeleksi bakteri laut yang berpotensi untuk mendegradasi tumpahan minyak dilaut, biasanya bakteri ini disebut sebagai bakteri pendegradasi minyak. Beberapa bakteri yang telah berhasil diisolasi adalah Labrenzia sp, Bacillus subtilis, Novosphiobium, Pseudomonas aeruginosa, Achromobacter dan lain-lain.Kami telah memiliki 140 isolat bakteri laut pendegradasi minyak yang di isolasi dari Pantai Marina dan pantai Cilacap,ujar Yetti.

Yetti mengisahkan penelitian tersebuttelahdilakukan sejak tahun 2011 dan diketahui cara kerja dari bakteri pendegradasi minyak ini adalah dengan menghasilkan enzim yg dpt menguraikan senyawa minyak seperti alkane monooksigenase yang mampu mendegradasi senyawa PAH (polisiklik aromatik hidrokarbon) dan menghasilkan biosurfaktan yang berfungsi sebagai emulsifier sehingga memudahkan untuk memecah molekul minyak. “Hasil penelitian ini diharapkan mampu mengatasi cemaran minyak dilaut Indonesia sehingga kerusakan ekosistem laut yang terjadi dapat ditanggulangi sekaligus akan menyelamatkan mata pencarian masyarakat pesisir pantai seperti nelayan,tutup Yetti.(eb ed:ey, sl)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI