Biotek

Print

SIARAN PERS

Sehubungan dengan pemberitaan di Kompas tanggal 11 September 2008, berjudul “Periset Pilih Hengkang”, perlu kami luruskan sebagai berikut:

 

Sehubungan dengan pemberitaan di Kompas tanggal 11 September 2008, berjudul “Periset Pilih Hengkang”, perlu kami luruskan sebagai berikut:

1. Dr. Inez Hortenze Slamet Loedin, saat ini mendapat penugasan LIPI di International Rice Research Institute (IRRI) Los Banos Philipina. Penugasan ini juga merupakan tindak lanjut MOU antara LIPI dengan IRRI dalam penelitian dan pengembangan Padi. Kerja sama dengan IRRI mempunyai arti strategis karena hasil-hasil dari IRRI telah lama dimanfaatkan di Indonesia . Puslit Bioteknologi telah mendapat manfaat banyak dari kerja sama ini antara lain dengan pengiriman schuttle scientist ke IRRI. Pada tahun 2008 sudah dua orang peneliti melakukan penelitian di IRRI, yaitu Dr. Satya Nugroho dan Dra. Syamsidah, MSc Dari Pihak IRRI sudah 2 orang peneliti dan satu teknisi datang ke Pusat Bioteknologi LIPI dalam rangka penelitian dan pemberian kuliah/pelatihan.

Meskipun Dr. Inez telah berkantor di IRRI, tugas sebagai peneliti di LIPI masih dilakukan dan penelitian yang sudah dirintis tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Kerjasama penelitian padi tidak saja dilakukan dengan IRRI, tetapi juga dengan Negara-negara maju seperti Belanda dan Australia. Saat ini bahkan sedang diperluas dengan Negara Iran untuk pengembangan padi tahan kekeringan sebagai tindak lanjut kerjasama RI dan Iran.

Pada prinsipnya Puslit bioteknologi mengadakan kerjasama dengan pihak luar bertujuan :

1. Memperkuat kemampuan para peneliti dalam bidangnya masing-masing

2. Meningkatkan mutu penelitian

3. Memperoleh akses ke media publikasi internasional

4. Mengikuti perkembangan global dalam bidang IPTEK

5. Pemanfaatan sarana penelitian yang mutakhir di luar negeri

6. Memecahkan kendala keterbatasan sarana dan prasarana penelitian serta dana penelitian

 

2. Dr. Ines Atmo Soekarto, saat ini sedang melakukan training di ANU (Australian National University) sebagai visiting fellow dan dibimbing oleh Professor yang pernah membimbing PhD. Karena training yang dilakukan langsung berhubungan dengan komersialisasai hasil riset maka yang dilakukan adalah on job training di salah satu perusahan binaan ANU semacam Start Up Company yaitu LIPPOTEK Ltd. Pada akhir September 2008 Dr. Ines ini akan kembali ke Indonesia. Materi training yang dilakukan adalah komersialisasi vaksin. Tema ini sangat bermanfaat untuk Indonesia karena berkaitan dengan apa yang sedang diteliti di Puslit Bioteknologi LIPI dimana Dr. Ines menjadi coordinator yaitu pengembangan protein M2 yang ada kaitannya dengan pengembangan vaksin flue burung.

 

Salah satu kebijakan Puslit Bioteknologi LIPI dalam rangka mempercepat pemanfaatan hasil riset ke dunia industri adalah dengan melakukan pemagangan di industri-industri. Karena prinsip learning by doing di perusahan komersial sangat bermanfaat untuk komersialisasi produk. Hal semacam ini telah banyak dilakukan para lembaga riset yang telah berhasil mengkomersialkan hasil riset ke industri di beberapa Negara.

 

Selama Dr. Ines bertugas di Australia penelitian yang berada di Indonesia tetap berjalan dengan baik. Komunikasi dengan para peneliti bawahannya cukup lancar. Sebagai indikator untuk itu adalah penelitian tentang ekspresi protein M2 yang dilakukan oleh para anggota penelitinya telah dievaluasi oleh tim evaluator (monev) LIPI dan dinyatakan cukup bagus dan baik untuk diteruskan. Penelitian M2 ini mempunyai arti yang sangat strategis dalam pengembangan vaksin sintetis untuk flue burung. Bahkan diharapkan vaksin ini dapat berfungsi ganda yaitu di samping pencegahan juga dapat menyembuhkan, tidak seperti vaksin konvensional yang berasal dari virus yang dilemahkan yang dipakai untuk pencegahan saja.

 

Bogor, 11 September 2008

Kepala Pusat Bioteknologi LIPI

Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya