Biotek

Talas Bisa Jadi Bahan Pangan Alternatif

Tanaman talas perlu dikembangkan menjadi pangan alternatif nasional selain beras, untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. "Talas merupakan plasma nutfah yang penting karena merupakan salah satu jenis ubi-ubian asli Indonesia dan sudah teruji serta terbukti beradaptasi dengan baik," kata pakar botani LIPI Made Sri Prana saat dikukuhkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi Profesor Riset di Jakarta, Jumat (21/5).

Talas, lanjut dia, merupakan penghasil karbohidrat yang cukup tinggi di mana kandungan karbohidratnya mecapai 13-29 persen. Bahkan produksi talas dalam kalori per hektare per hari (46x1 juta kalori per ha per hari) relatif lebih tinggi daripada padi (33x1 juta kalori per ha per hari). .

LIPI Teliti Singkong Transgenik untuk Lahan Kering

JAKARTA--MI: Dalam menyiasati perubahan iklim yang lebih kering di masa depan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sudah mulai melakukan sejumlah penelitian rekayasa genetika tanaman pangan. Salah satunya adalah pada tanaman ubi kayu atau mannihot esculenta.

"Misalnya gen penyandi phytoenesynthase (Psy) yang terlibat dalam biosintesis beta karoten pada ubi kayu sudah diidentifikasi dan sudah di-sequence untuk konfirmasinya," kata peneliti pada puslit Biotekologi LIPI Prof Dr. Enny Sudarmonowati yang baru saja dikukuhkan sebagai profesor riset oleh LIPI di Jakarta, Senin (24/5).

Penanda Genetika Mampu Deteksi Pembalakan Kayu Langka

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menggunakan penanda genetik untuk melihat pengaruh pembalakan terhadap keanekaragaman genetika jenis kayu penting seperti meranti serta ulin Eusideroxylon zwagerii yang mulai langka.

"Salah satu keuntungan penggunaan marka genetik adalah bisa mengetahui sidik jari suatu log kayu berasal dari daerah tertentu," kata peneliti pada Puslit Bioteknologi LIPI Prof Dr. Enny Sudarmonowati yang dihubungi di Jakarta, Senin (24/5).

Konsorsium Bioteknologi Indonesia Dukung Teknologi Bersih Di Kawasan Asia

Pemanasan global dan perubahan iklim diyakini oleh bangsa-bangsa di dunia, sebagai dampak pemakaian energy fosil yang sekian lama menumpuk. Dampak pemanasan global telah mendorong malapetaka di belahan dunia, diantaranya adalah perubahan iklim, banjir dan kekeringan. Dampak ini di masa mendatang dapat memacu krisis pangan, krisis lingkungan dan krisis energi yang berujung dapat mendorong krisis sosial dan krisis ekonomi secara global.

Menghadapi gelombang krisis global, bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba memberikan solusi yang cepat dan tepat dalam menyelamatkan bumi dan memecahkan permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang sangat signifikan dan strategis dalam menjawab permasalahan tersebut adalah upaya pencarian energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan (green energy) dan mengganti bahan-bahan yang berbasis petrokimia dengan bahan dari biomasa.

Dibentuk Asia Network for Biorefinery Technology

bambangprasJakarta : Saat ini tengah digagas pembentukan Asia Network for Biorefinery Technology, yang bertujuan memperkuat kerjasama dan mempercepat hasil pengembangan teknologi bersih di kawasan Asia.

 

ANFBT dirumuskan dalam pertemuan antara Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI), Korean Society for Biotechnology and Bioengineering (KSSB), ASEAN Sub Committee Biotechnology, serta Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Bioteknologi LIPI) dalam ASEAN-KOREA Symposium and Workshop on Biorefinery Technology for Sustainable Production of Biofuel and Industrial Biochemicals di Ancol, Jakarta (18-20 Februari)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI