Biotek

Print

Sambung Mikro Tiga Kultivar Jeruk Batang Atas dengan Jeruk Batang Bawah Japansche Citroen

Aida Wulansari, Dyah Retno Wulandari, Deritha Ellfy Rantau, Tri Muji Ermayanti.

Prosiding Seminar Perhimpunan Biologi Indonesia, Cabang Jakarta, 2016 : 271-280. ISBN 978-602-0819-14-3.

Sambung mikro merupakan suatu teknik penggabungan antara tunas yaitu batang atas dengan batang bawah yang dilakukan secara in vitro untuk menjadikan satu tanaman yang utuh dan mampu tumbuh. Penyambungan pada tanaman jeruk sudah umum dilakukan terutama untuk peningkatan kualitas dan produktivitas buah, ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tiga kultivar jeruk batang atas (pamelo ‘Jawa’, siam ‘Gunung Omeh’ dan keprok ‘Batu’) yang disambung dengan jeruk JC sebagai batang bawah. Metode penyambungan mikro dilakukan antara tunas hasil perkecambahan in vitro biji pamelo ‘Jawa’ dan siam ‘Gunung Omeh’ serta tunas asal embrio somatik keprok ‘Batu’ dengan tunas JC hasil perkecambahan biji secara in vitro. Tunas hasil penyambungan ditumbuhkan pada media Murashige & Skoog tanpa zat pengatur tumbuh. Pengamatan dilakukan setiap minggu terhadap persentase planlet yang tumbuh setelah penyambungan, jumlah daun, tinggi tunas batang atas, jumlah akar batang bawah, serta histologi daerah pertautan batang atas dan batang bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 minggu setelah penyambungan menghasilkan persentase tumbuh 100 persen pada batang atas kultivar siam ‘Gunung Omeh’ dan keprok ‘Batu’, serta 83.33 persen pada batang atas pamelo ‘Jawa’. Pertambahan jumlah daun dan tinggi tunas batang atas juga mengalami peningkatan, demikian juga jumlah akar pada batang bawahnya. Pengamatan histologi pada daerah pertautan pada batang jeruk umur 8 minggu setelah penyambungan menunjukkan bahwa telah terbentuk jembatan kalus pada permukaan sambungan dan terbentuk berkas pembuluh gabungan antara batang atas dan batang bawah. Teknik sambung mikro antara tiga kultivar jeruk batang atas (pamelo ‘Jawa’, siam ‘Gunung Omeh’ dan keprok ‘Batu’) dengan batang bawah JC berhasil dilakukan dan planlet yang dihasilkan menunjukkan kemampuan tumbuh setelah penyambungan. Dengan demikian teknik ini sangat berguna untuk propagasi jeruk.

Print

Aktivitas Penghambatan Bakteri Pembentuk Histamin Dan Antioksidan Kapang Endofit Kunyit Yang Berpotensi Sebagai Pengawet Alami

Eris Septiana, Partomuan Simanjuntak. Aktivitas Penghambatan Bakteri Pembentuk Histamin Dan Antioksidan Kapang Endofit Kunyit Yang Berpotensi Sebagai Pengawet Alami. Biopropal Industri Vol. 7 No.1, Juni 2016: 1-8.


Aktivitas mikroorganisme dan proses oksidasi dapat menyebabkan kerusakan pangan. Bahan alam yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba dan antioksidan berpotensi sebagai bahan pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapang endofit asal tanaman kunyit yang memiliki aktivitas antibakteri penghasil histamin dan antioksidan. Aktivitas antibakteri penghasil histamin dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram kertas, sedangkan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas. Pada metode difusi cakram kertas didapatkan 3 isolat yang memiliki diameter daya hambat tertinggi sampai konsentrasi 20.000 ppm yaitu berasal dari akar (15 mm), bunga (14 mm) dan rimpang (13 mm). Pada uji antioksidan didapatkan nilai IC50 terendah yaitu isolat yang berasal dari akar (39,52 ppm), bunga (157,93 ppm) dan rimpang (96 ppm). Isolat kapang endofit yang berasal dari akar, bunga dan rimpang memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami.

Kata kunci: antibakteri, antioksidan, endofit, kunyit, pengawet

Sumber:

1. http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?search=search&keywords=Aktivitas+Penghambatan+Bakteri+Pembentuk+Histamin+Dan+Antioksidan+Kapang+Endofit+Kunyit+Yang+Berpotensi+Sebagai+Pengawet+Alami

2. http://ejournal.kemenperin.go.id/biopropal/article/view/700

Print

Rapat Kerja 2016 Puslit Bioteknologi LIPI

raker2Cibinong-- Kamis, 2 Juni 2016. Puslit Bioteknologi LIPI menyelenggarakan rapat kerja dengan tema “Membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja Pusat Penelitian Bioteknologi”. Rapat kerja dilaksanakan di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI dan dihadiri oleh seluruh pegawai. Dr. Ir. Bambang Sunarko selaku Kepala Puslit Bioteknologi LIPI, membuka acara ini dan menyampaikan sambutannya kepada para peserta.

Print

Media Diharapkan Menjadi Ujung Tombak Informasi Bioteknologi

IMG 9014Cibinong,--Kamis 27 Mei 2016. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Dr. Bambang Sunarko, kepada 25 awak media cetak dan elektronik yang hadir pada acara Biotech Journalists Gathering yang diselenggarakan bersama IndoBIC dan USDA di Cibinong Science Center, Jumat 27 Mei 2016. Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi menyampaikan ada tiga tahapan penting dalam Pengembangan Produk Bioteknologi, yaitu tahapan pengembangan teknologi, pengujian sesuai aturan yang berlaku, dan penerimaan masyarakat.

Print

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Menggandeng Pemerintah dan Universitas Daerah NTB dalam Membangun Techno Park Banyumulek

pkstpb1Mataram- NTB -- Kedaulatan pangan dengan terciptanya kemandirian ketahanan pangan yang berbasis pemanfaatan sumberdaya alam lokal merupakan suatu agenda pemerintah yang menjadi program prioritas nasional saat ini. Proses pencapaian program kedaulatan pangan salah satunya akan dilakukan melalui produksi dari hulu sampai hilir yang diarahkan menjadi suatu kegiatan peternakan dan pertanian terintegrasi di dalam satu kawasan Techno Park (TP).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI