Sudut Biotek

Print

Workshop Peran Riset dan Kebijakan untuk “Penguatan Rantai Nilai Ekonomi Ubi Kayu Indonesia”, diselenggarakan di Auditorium Pusat penelitian Bioteknologi LIPI pada tanggal 7 September 2017

openhouseCibinong - Workshop Peran Riset dan Kebijakan untuk “Penguatan Rantai Nilai Ekonomi Ubi Kayu Indonesia”, diselenggarakan di Auditorium Pusat penelitian Bioteknologi LIPI pada tanggal 7 September 2017. Dihadiri kurang lebih 120 undangan dari 50 institusi. Workshop dibuka oleh Dr. Ir. Bambang Sunarko selaku Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Dimeriahkan juga oleh penampilan teatrikal yang menitipkan pesan kepada generasi muda agar kembali mencintai dunia pertanian dan turut berperan aktif mengembangkannya.

Saat memberikan kata sambutan, Dr. Bambang Sunarko menyampaikan harapan dengan diadakan workshop tersebut peserta dapat melihat gambaran secara utuh permasalahan dan penyelesaian masalah secara komprehensif dari berbagai komponen untuk mempecepat gerakan rantai ekonomi Ubikayu Indonesia .

Kegiatan workshop ini diikuti oleh undangan yang terdiri dari stakeholder yang merupakan perwakilan lebih dari50 institusi pemerintah, kalangan lembaga penelitian, akademisi universitas serta perusahaan dan organisasi profesi yang bergerak di bidang industri dan niaga ubi kayu. Stake holder yang diundang diantaranya adalah Kementrian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Institut Pertanian Bogor, Universitas Jember, School of Government and Public Policy (SGPP), Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. (Cargill), PT. Mayora Indah Tbk. (Mayora), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Center for Agriculture and People Support (CAPS) yang berperan aktif menyampaikan gagasan terkait kondisi aktual di bidang budidaya ubi kayu, tata niaga, riset dan industry.

9 Narasumber dan 1 fasilitator yang diundang, seluruhnya dapat hadir sesuai rencana dan telah mempresentasikan topik-topik yang terkait dengan iset dan kebijakan yang berkaitan dengan ubi kayu di Indonesia serta success story pengembangan ubi kayu dan aneka umbi di Indonesia baik dari aspek riset pengembangan bibit unggul maupun pasca panennya.

Konferensi pers juga telah dilakukan untuk lebih menyuarakan kondisi ril permasalahan yang ada pada rantai ekonomi ubi kayu serta gagasan penyelesaian permasalahan.. Selain itu target dari workshop ini juga dapat menginisiasi terbentuknya konsorsium ubi kayu sebagai sarana untuk menjadikan komoditi ini sebagai salah asatu komoditi prioritas pada pertanian Indonesia.

Berdasarkan pemaparan narasumber dan diskusi yang berkembang selama workshop, peningkatan peran riset dan dan kebijakan untuk penguatan rantai nilai ekonomi ubi kayu dapat dilakukan melalui pendekatan holistik dan sinergi beberapa aspek ( riset, budidaya, industri dan kebijakan ) serta perlu didekati secara lintas sektoral beberapa kementrian dan lembaga.

Poin-poin penting aspek penting untuk penguatan rantai ekonomi adalah bibit unggul, aplikasi hasil riset oleh industri serta inovasi peningkatan nilai tambah dan pegolahan paska panen. Pada aspek kebijakan , hal yang sangat penting adalah lu regulasi harga (adanya penetapan harga dasar) agar lebih terjamin dan menciptakan iklim kondusif bagi pertanian dan industri ubi kayu serta pengendalian ekspor- impor. (Oleh Dr. N.Sri Hartati, M.Si dan Dr. Dyah Wulandari, M.Si)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI