• surya univ
  • gmo
  • ise2017
  • ise2017
  • ise2017
  • banyumulek4
  • banyumulek5
  • banyumulek
  • kakao
  • fgd
  • fgd
  • fgd
  • science sma
  • isibio
  • kunjungan
  • biotek-phapros
  • Kunjungan Universitas Surya ke Puslit Bioteknologi LIPI, Cibinong, 13 November 2017
  • Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dalam kegiatan LIPI-NRF Exchange Program 2017, menyelenggarakan Knowledge Sharing and Workshop dengan topik" Current Status of Biosafety and GM Crops in Indonesia_Korea". Tampil sebagai pembicara, tampak dalam foto dari kiri ke kanan, Dr. Ir. M. Thohari, DEA , Dr. Chang-Gi Kim dan Anky Zannati, M.Si. Sedangkan acara dimoderatori oleh Dra. Puspita Deswina, M.Sc. Cibinong, 24 Oktober 2017.
  • Masih dalam acara Science Show pada perhelatan Indonesia Science Show (ISE) 2017, di stage B, kembali Puslit Bioteknologi menampilkan peragaan Perbanyakan Tumbuhan dengan Teknik Vegetatif.Nampak seorang peserta dipandu oleh para instruktur mencoba teknik sambung pucuk pada tanaman buah. Jakarta, 23 Oktober 2017.
  • Puslit Bioteknologi LIPI turut berpartisipasi dalam acara Science Show Pembuatan Yoghurt dan Keju Mozarella, yang merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Science Expo (ISE) 2017. Tampak para pengunjung stage A yang umumnya pelajar dengan antusias mengikuti jalannya acara. Jakarta, 23 Oktober 2017.
  • Peresmian pembukaan acara Indonesia Science Expo (ISE) 2017, oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, yang digelar pada tanggal 23-26 Oktober 2017 bertempat di Balai Kartini, Jakarta.
  • Kunjungan dan diskusi kerja sama Techno Park Banyumulek NTB di lokasi PT Gerbang NTB Emas, mitra Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Mataram, 12 Oktober 2017
  • Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Pemanfaatan Tanaman Lokal guna Bahan Tambahan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Lokasi Agro Edu Wisata Techno Park Banyumulek, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 10 Oktober 2017
  • Kegiatan kunjungan dan konsultasi Praktik Kerja Lapangan para Mahasiswa S1 Fakultas Peternakan Universitas Mataram ke Kawasan Agro Edu Wisata Techno Park Banyumulek Nusa Tenggara Barat, Lombok Barat, 9 Oktober 2017
  • Kegiatan dengar pendapat antara Kelompok Tani Kopi dan Kakao Desa Genggelang KLU dengan Komisi XI DPR RI, Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjen. Bun.) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU, Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kelompok Petani Kakao ‘Bunga Mekar’, Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, KLU, pada 13 September 2017. Pada kegiatan ini, Peneliti Mikrobiologi Terapan Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Fahrurrozi, memaparkan kegiatan kerja sama aplikasi IPTEK fermentasi biji kakao antara Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Lombok Utara, NTB.
  • Foto para pembicara pada acara Knowledge Sharing and Discussion dengan Judul "Status Terkini Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Pertanian", di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI-Cibinong, 8 September 2017,sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House Puslit Bioteknologi LIPI 6-8 September 2017.
  • Foto para pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) dengan Judul "Workshop Peran Riset dan Kebijakan Untuk Penguatan Rantai Nilai Ekonomi Ubi Kayu Indonesia", di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI-Cibinong, 7 September 2017,sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House Puslit Bioteknologi LIPI 6-8 September 2017.
  • Foto bersama Kapuslit Bioteknologi LIPI, Dr. Ir. Bambang Sunarko bersama peserta FGD dengan Judul "Sinergi Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat : Pengembangan Obat Malaria Dihidroartemisinin", di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI-Cibinong, 6 September 2017,sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House Puslit Bioteknologi LIPI 6-8 September 2017.
  • Kegiatan Science in Touch, Praktik Isolasi dan Ekstraksi DNA bagi Siswa SMA pada Science Week Fair Kedeputian Bidang IPH LIPI, Cibinong, 4 September 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan bioteknologi bagi para siswa SMA sejak dini dengan cara yang menarik (fun and fearless). Terlihat peneliti bidang biologi molekuler tanaman, Dr. Wahyuni menerangkan apa itu DNA kepada para siswa dengan cara yang populer.
  • Penandatangan Nasakah Nota Kesepahaman (MoU) antara Pusat penelitian Bioteknologi-LIPI, Center for Innovation, Indonesian Institute of Sciences (PUSINOV LIPI), Kobe University, Bio-Energy Corporation, PT. Agricinal tentang Cooperation on Development and Implementation of integrated Biorefinery Technology in Indonesia, pada kegiatan International Symposium Innovative Bioproduction Indonesia 2017 (ISIBio 2017), disaksikan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Prof. Dr. Bambang Prasetya dan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, Bogor 27 September 2017
  • Kunjungan Direktur Perencanaan & Pengembangan PT Bio Farma (Persero), drh. Sugeng Raharjo, MM.ke booth pameran Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dalam bazzar Science Week Fair IPH LIPI, Cibinong, 4 September 2017. Tak lupa pada kesempatan ini Bapak Direktur berfoto bersama dengan Plt. Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Dr. Mego Pinandito M.Eng., Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslit Bioteknologi-LIPI, Dr. Ir. Syamsidah Rahmawati, serta para peneliti senior Bidang Peternakan Puslit Bioteknologi-LIPI, Prof. Dr. Endang Tri Margawati dan Dr. Ekayanti Mulyawati Kaiin.
  • Penandatangan Naskah Non Disclosure Agreement (NDA) antara Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dengan PT Phapros Tbk yang dilaksanakan di Cibinong, 4 September 2017. Pada kesempatan ini Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Bambang Sunarko dan PT Phapros Tbk diwakili oleh Direktur Utama, Barokah Sri Utami, M.M., Apt., serta disaksikan oleh Plt. Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto, Sekretaris Utama LIPI, Dr. Siti Nuramaliati Prijono, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, dan Kepala Pusat Inovasi LIPI, Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Penandatangan NDA ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Science Week Fair Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, 4-9 September 2017.

Sudut Biotek

Print

Saatnya Peneliti Muda Membangun Jejaring di Blantika Riset

on .

bc1Cibinong - Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI menghimbau agar para peneliti muda aktif dalam mencari jejaring riset, dalam acara sosialisasi Newton Fund di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong (18/9/17).

“Kita jangan takut untuk mencoba, agar kita mendapatkan pengalaman. Mengetahui apa yang menjadi kekurangan kita, dan mengetahui apa yang diinginkan oleh parapanelis. Meskipun basic research, disarankan bagi yang telah memiliki link untuk segera mengkontaknya. Diawali dengan pertemuan workshop, dilanjutkan membuat proposal bersama, kemudian menjadi PI. LIPI akan menggandeng pihak diluar LIPI untuk membuat proposal kerjasama dengan pihak UK. Sebaliknya, pihak Newton fund harus menginformasikan, hal-hal yang dapat menyebabkan proposal yang diajukan tidak diterima. Jadi hasilnya target oriented, agar dapat diterapkan dan disesuaikan dengan program yang telah kita miliki. Terbentuknya sharing tentang Newton fund diharapkan adanya kerjasama antara peneliti dari UK dan Indonesia, “ tegas Enny dalam sambutannya.

 bc2Femi Sumantri, perwakilan Newton Fund Indonesia, menguatkan bahwa Newton fund memiliki dana khusus untuk sains dan teknologi dari Britania Raya (UK). Di Asia Tenggara ada 5 (lima) negara yang terpilih, salah satunya Indonesia. Research link adalah ajang untuk berjejaring bagi para peneliti UK, juga para peneliti yang berasal dari Asean Region. Hal ini dikarenakan UK ingin melakukan sesuatu untuk program global yang dihadapi oleh seluruh negara.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Dr. Dwi Susilaningsih turut memberikan motivasi bagi para peneliti muda yang ingin mengembangkan sayapnya agar giat bekerjasama dengan pihak asing. Mengangkat topik ”Mencari Partner dan Dana di Dunia Riset”, Dwi menuturkan bahwa “dunia riset saat ini belum menjadi hal yang utama, namun kesempatan yang ditawarkan sangat banyak”. Beberapa program kerjasama yang pernah diikutinya antara lain: Toray, KNAW, kompetitif LIPI, Sinas, Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi, Asean Foundation, dll.

bc3“Disini kita sangat membutuhkan kerja tim yang solid. kita harus percaya diri untuk memperkenalkan kemampuan yang kita miliki, baik antar institusi, maupun antar negara. Juga membangun kepercayaan (trust), komunikasi yang aktif dan cepat, “ ujar Dwi menggugah para peneliti muda yang hadir.

“Disini kita sangat membutuhkan kerja tim yang solid. kita harus percaya diri untuk memperkenalkan kemampuan yang kita miliki, baik antar institusi, maupun antar negara. Juga membangun kepercayaan (trust), komunikasi yang aktif dan cepat, “ ujar Dwi menggugah para peneliti muda yang hadir.

Memasuki sesi diskusi ,diawali dengan pertanyaan mengenai kontribusi social reserah, yang dilontarkan oleh salah seorang peneliti. Tanggapan Femi Sumantri bahwa Newton fund multifungsi. Saat ini terdapat bebrapa tema yakni sains, teknologi, seni dan teknik (engineering). UK juga sangat tertarik dengan biodiversitas

Berikutnya salah satu peserta acara, Briliant bertanya tentang keberadaan Nota Kesepahaman (MOU) yang bisanya digunakan sebagai instrumen dalam melandasi kerja sama riset. Femi mewakili pihak Newton fund menjawab bahwa MOU tidak menjadi wajib untuk kepentingan aplikasi proposal.

bc5Narasumber terakhir dalam sosialisasi Newton fund, Dr. Ir. Hendra Gunawan, M.Si- Peneliti Utama bidang Konservasi Sumberdaya Hutan (KLHK). Hendra memotivasi generasi muda dengan mengatakan “kita tidak perlu berkecil hati, meskipun kita lulusan dari dalam negeri, yang terpenting memiliki kemampuan dalam menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri. Tak lupa Ia berbagi tips usaha mengenai pembuatan proposal dengan mengutamakan 6 hal: 1) hal yang menjadi kepentingan untuk negara kita; 2) penting untuk pembangunan dan pengetahuan; 3) impactnya jelas untuk pengetahuan dan pembangunan; 4) sasarannya untuk peneliti, dosen, mahasiswa dan mahasiswa pasca; kemudian 5) pendanaannya; 6) serta dibutuhkan dukungan dari lembaga. "Setelah proposal kita lolos, agar kita dikenal orang, bekerja dengan baik. Dengan demikian, kita dapat rekomendasi oleh orang lain,” pungkasnya.

bc4Dua pertanyaan yang dilontarkan pada sesi diskusi yang terakhir, diantaranya oleh Dr. Wahyuni, Peneliti Puslit Bioteknologi LIPI yang bertanya tentang kondisi para peneliti dewasa ini yang sering terkerangkeng dengan kompetensi inti. Hendra pun menguraikan pengalamannya. Salah satu yang pernah ia lakukan adalah bagaimana konsep ekologi yang sesuai dengan bidang keahliannya, bisa untuk penelitian Sosial-Ekonomi (Sosek). Singkatnya, ia melanjutkan, bagaimana mensiasati dan mengkaitkan tema penelitian yang berbeda dengan kompetensi inti si peneliti agar tetap berkelindan sehingga diakui hasil penelitiannya.

Pertanyaan lainnya yang memungkas sesi diskusi berasal Deden, peneliti dari Puslit Biologi LIPI, kali ini dengan mengutarakan pendapat, “kenyataannya jika belum ada MOU, atau MOU belakangan , maka belum bisa berjalan”. Solusinya, “jika tidak ada MOU, perlu agreement untuk memperkuat, agar kita jangan sampai dirugikan”, tutup Hendra.(Avi Humas)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI