Sudut Biotek

Print

Pelatihan Rekording Ternak Sapi di Techno Park Banyumulek

record1Banyumulek - Rekording adalah segala hal yang berkaitan dengan pencatatan terhadap ternak secara individu guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangan ternak tersebut. Rekording mutlak dibutuhkan sejalan jumlah kepemilikan ternak yang semakin banyak. Dalam pengelolaan peternakan modern, rekording menjadi sangat penting. Apalagi jika berkaitan dengan ternak bibit, karena berhubungan dengan kualitas ternak ke depan serta memonitor penampilan individu ternak yang mengarah ke nilai biak guna peningkatan mutu genetik pada keturunannya. Manfaat utama dari rekording adalah memudahkan pengenalan terhadap ternak, terutama dengan adanya penanda yang terpasang langsung pada ternak seperti ear tag, pengkodean ternak, penamaan, papan nama di kandang yang dilengkapi dengan catatan penting, foto serta pemberian ciri-ciri pada ternak sehingga menghindari terjadinya inbreeding.

Guna memasyarakatkan rekording ternak sapi, Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan pelatihan rekording sapi pada tanggal 14 Agustus 2017 di kawasan Techno Park Banyumulek, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang peserta yang berasal dari koperasi ternak Ridho Illahi (Lombok timur) dan pegawai Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Provinsi NTB. Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Produksi dan Pakan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. R. Sugeng Prasetyo, M.Agr., Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram serta dua orang peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Widya Phintaka Bayu Putra, M. Sc. dan Paskah Partogi Agung, M. Si

record2Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00-16.30 ini diisi dengan materi tentang kebijakan pemerintah daerah NTB dalam pengembangan pembibitan sapi, pentingnya rekording dalam usaha peternakan rakyat untuk menghasilkan bibit unggul, teknis identifikasi ternak, rekording ternak dan diakhiri dengan praktek rekording sapi yang dilaksanakan di kandang bull BIBD Banyumulek. Beberapa hal yang dicatat meliputi pedigree, warna bulu, tanggal dan bobotlahir, perkawinan dan lain lain. Diharapkan melalui kegiatan ini Provinsi NTB dapat menghasilkan bibit unggul dari jenis sapi asli Indonesia yaitu sapi Bali. (Esti/humas)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI