Notice: Use of undefined constant getValue - assumed 'getValue' in E:\aamiin\plugins\content\fb_tw_plus1\fb_tw_plus1.php on line 417
Sharing Knowledge “Regulasi Keamanan Pangan Protein/Enzim Produk Rekayasa Genetika” - Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI
  • refleksiiphrefleksiiph
  • biotrendsbannerbiotrendsbannerbiotrends
  • pui2017bsunpui2017bsun
  • Kegiatan Refleksi Akhir Tahun Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2017, bertempat di Hotel Safero, Bogor.
  • Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Bambang Sunarko (kedua dari kanan), melakukan Penandatanganan Pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 Oleh Kemenristekdikti di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 13 Desember 2017.

Notice: Constant DS already defined in E:\aamiin\plugins\content\fb_tw_plus1\fb_tw_plus1.php on line 13

Sudut Biotek

Print

Sharing Knowledge “Regulasi Keamanan Pangan Protein/Enzim Produk Rekayasa Genetika”

on .

flip1flip1Cibinong-, Selasa (5/12) Para peneliti yang berasal dari Satuan Kerja dilingkungan Cibinong Science Center-LIPI, menghadiri sharing knowledge yang disampaikan oleh Dr. Wien Kusharyoto dengan tema “Regulasi Keamanan Pangan Protein/Enzim Produk Rekayasa Genetika”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk penyadartahuan arti penting keberadaan regulasi keamanan pangan enzim Produk Rekayasa Genetik (PRG) kepada para peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI.

Produksi serta penggunaan enzim dalam aplikasi pangan telah diatur oleh regulasi dan kebijakan yang berbeda disetiap negara. Selama ini regulasi keamanan pangan di Indonesia, masih dari segi tanaman yang menjadi fokus perhatian, sementara protein/enzim belum diprioritaskan. Di Indonesia regulasi keamanan pangan enzim Produk Rekayasa Genetik (PRG) diatur berdasarkan PP No. 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati PRG dan Peraturan Kepala Badan POM No. HK.03.1.23.03.12.1563 tahun 2012 tentang Pedoman Pengkajian Keamanan Pangan PRG. Juga Keamanan PRG mengacu pada Codex Alimentarius.

 

Dokumen utama tentang PRG dalam Codex Alimentarius berupa Principles for the Risk Analysis of Food Derived , Modern Biotechnology (2003) dan Guidelines for the Conduct Safety Assessment of Foods derived from Recombinan DNA Plant (2003). Sementara outputnya untuk Organizing of Economic Cooperation and Development, antara lain;

  1. Kerjasama antara lembaga yang berwenang dalam keamanan hayati (workshop, pertemuan, dll)
  2. Dokumen konsesus untuk membantu penilaian resiko dengan pengambilan keputusan
  3. Petunjuk praktis dalam penilaian keamanan pangan/pakan baru maupun keamanan lingkungan.

Aplikasi dan pemanfaatan dari enzim PRG maupun mikroorganisme yang direkayasa secara genetika semakin luas, mengakibatkan perbedaan cara pandang dalam penilaian pra-pemasaran terhadap keamanan pangan produk tersebut, dari evaluasi secara menyeluruh hingga tanpa evaluasi sama sekali.Berbagai aplikasi enzim dalam makanan atau pemrosesan makanan terjadi pada pembuatan roti, kue, jus, keju, susu, dan gula. Perbedaan dalam pemanfaatan protein/enzim antara lain :

  1. Sebagai bahan tambahan pangan (food additive), enzim yang tetap ada dalam produk akhir makanan, umumnya untuk warna, rasa dan tekstur makanan
  2. Sebagai bahan penolong dalam pemrosessan bahan pakan dan makanan (processing aids), enzim digunakan selama pemrosesan bahan pangan/makanan sebagai biokatalisator, namun kemudian dipisahkan dari atau dinon-aktifkan pada produk akhir makanan.
  3. petunjuk praktis dalam penilaian keamanan pangan/pakan baru maupun keamanan lingkungan.

Adanya perubahan dalam proses produksi dapat mengakibatkan tindakan tambahan yang membutuhkan waktu dan biaya untuk memperoleh persetujuan/ijin terkait keamanan pangan. Regulasi keamanan pangan enzim Produk Rekayasa Genetika (PRG) yang diterapkan di beberapa negara seperti;

Pertama, di Amerika Seriat, enzim untuk pemrosesan makanan diatur sebagai bahan tambahan pangan sekunder berdasarkan Federal Food, Drug and Cosmetic Act. Untuk memperoleh ijin pra-pemasaran sebagai bahan pangan additive, produsen harus menyerahkan food additive petition. Data-data tentang enzim PRG diserahkan kepada FDA untuk dilakukan evaluasi tentang keamanan pangan hanya untuk tujuan penggunaan yang diperlukan. Untuk memperoleh status GRAS (Generally Recognized as Safe) untuk galur mikroba atau sebuah enzim, untuk suatu aplikasi tertentu, produsen harus menyerahkan GRAS affirmation petition, dan seluruh bukti ilmiah tentang keamanan pangan yang telah disetujui oleh para ahli yang memiliki kualifikasi yang memadai;

Kedua, di Eropa, enzim untuk aplikasi pangan diatur berdasarkan regulasi (EC) No. 1332/2008 sebagai bahan bantuan dalam pemrosesan makanan/bahan pangan. Pengajuan dengan seluruh data yang diperlukan disampaikan kepada European Commision, sedangkan penilaian keamanan pangan dilkukan oleh EFSA;

Ketiga, di Kanada enzim untuk pemrosesan makanan diatur sebagi bahan tambahan pangan berdasarkan Food and Drugs Regulation Act. Health Canada bertanggung jawab terhadap ijin atau persetujuan pra-pemasaran tentang keamanan pangan preparasi enzim. Keamanan dari organisme sumber enzim merupakan bahan pertimbangan utama dalam evaluasi keamanan pangan. Dilakukan pula evaluasi terhadap uji toksisitas dari preparasi enzim serta evaluasi terhadap proses produksi enzim (Avi-Humas)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI

 

facebook  

twitter 

 youtube