Sudut Biotek

Print

Kerjasama Riset PUI Biorefinery Ikut dalam Perhelatan Indonesia Innovation Day di Kota Kobe Jepang

kobe1Kobe - Jepang, 16 oktober 2018. . Dalam rangka menjemput peluang kerja sama dengan industri dan lembaga riset internasional, Pusat Unggulan Iptek Biorefinery Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan Indonesia Innovation Day 2018 di Kobe Jepang. Acara yang digelar di Rokko Hall Universitas Kobe ini mempertemukan para peneliti dari seluruh Pusat Unggulan Iptek dengan berbagai mitra industri dan lembaga riset yang datang dari seluruh penjuru Jepang. Misi riset ke luar negeri ini menjadi sangat penting dan merupakan kegiatan diplomasi ilmu pengetahuan guna menunjukkan kemampuan riset dan kelebihan riset Indonesia langsung di halaman negara maju. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari sejarah baru dalam dunia riset Indonesia setelah sebelumnya kegiatan ini juga telah diadakan sebelumnya pada tahun 2017 di Belanda. Berbagai MoU kerja sama berhasil ditanda tangani antara lembaga riset Indonesia dan perusahaan Jepang untuk bekerja sama dalam bidang pemasaran maupun riset, terkait produk yang dihasilkan oleh berbagai lembaga pusat unggulan iptek (PUI) di Indonesia.

kobe2 Pada kegiatan kali ini, produk unggulan yang dipresentasikan adalah “monomer sugar biokatalyst" dan “Inoka". Monomer sugar biokatalys adalah enzim unggul yang merupakan hasil produksi dari mikroba lokal yang mampu merubah biomassa seperti ampas tebu dan tandan kosong kelapa sawit menjadi gula monomer yang banyak dibutuhkan di Industri pangan maupun energi di Indonesia. Produk ini merupakan produk unggul karena selain bisa mengurangi ketergantungan Indonesia pada enzim impor (saat ini lebih dari 90% kebutuhan enzim berasal dari impor) juga mampu memproduksi bahan pangan, dan energi dengan bahan baku biomassa yang sangat melimpah di Indonesia dan tidak akan mengganggu kestabilan persediaan bahan pangan kita.

kobe3 Produk Inoka merupakan produk unggulan ke dua yang kami bawa ke acara ini. Produk ini diharapkan mampu menarik minat industri Jepang untuk menggunakan Kakao dari Indonesia. Kami berusaha meyakinkan para produsen coklat di Jepang, bahwa produk Kakao Indonesia yang diberikan sentuhan teknologi proses pascapanen, berupa perlakuan fermentasi menggunakan inokulum coklat Inoka , maka produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi. Alhasil Kakao Indonesia mampu menyaingi standar kualitas Kakao yang berasal dari produsen Kakao lain di dunia seperti Ghana dan Pantai Gading. Walaupun secara fakta, Indonesia adalah negara terbesar ke-3 pengekspor kakao di dunia, namun kualitas Kakao Indonesia masih jauh di bawah standar yang diharapkan. Oleh karena itu, saat ini Indonesia masih mengimpor Kakao powder dari pantai gading maupun Ghana untuk kebutuhan coklat dalam negeri. (uff/ humas)

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI