Sudut Biotek

Print

Meningkatkan Kesadaran Terhadap Diabetes, Pusat penelitian Bioteknologi Menggelar Talkshow “Produk-produk Hasil Riset Pengontrol Gula Darah”

 iseSerpong, 4 November 2018. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI turut memeriahkan gelaran Indonesia Science Expo 2018 dengan mengadakan talkshow dengan judul “Produk Hasil Riset Pengontrol Gula Darah”. Talkshow yang menghadirkan pakar farmakologi dr. Flori Ratna Sari. ini menyuguhkan gambaran umum penyakit diabetes dewasa ini. Selain itu, Talkshow ini juga membahas mengenai produk-produk hasil riset LIPI yang berfokus pada penanggulangan penyakit diabetes.

Dalam talkshow ini, Flori mengungkapkan bahwa besarnya jumlah pengidap diabetes di Indonesia berkorelasi dengan pola makan orang Indonesia yang didominasi karbohidrat dibanding porsi sayur dan proteinnya. Pentingnya riset mengenai diabetes ini bisa dilihat dari besarnya jumlah pengidap diabetes di dunia dan besarnya nilai uang yang digunakan untuk pengobatan diabetes di dunia, yaitu sebesar 1000 triliun per tahun.

talk1Ada fakta yang menarik yang diutarakan, pasien diabetes memiliki keharusan mengonsumsi obat dalam jangka waktu panjang. Hal ini menyebabkan sebagian besar penderita tersebut bosan, bahkan ada di antara mereka yang menebus obat di apotek tetapi tidak diminumnya. Kondisi inilah yang harus dipecahkan oleh produk riset pengontrol gula darah baik obat sintetis, obat herbal maupun pangan fungsional yang sejalan dengan psikologis pasien sekaligus bisa mengobati sang pasien.

Contoh permasalahan yang dihadapi pasien adalah tidak bisa makan tanpa menggunakan pemanis atau sumber karbohidrat yang sebenarnya harus mereka batasi. Di sinilah peneliti berusaha menciptakan solusi pemanis yang bukan hanya menyediakan rasa manis yang tidak berbahaya bagi mereka tetapi sekaligus memiliki efek mengobati pasien. Seperti halnya produk gula langka sikosa yang saat ini telah diujikan ke hewan uji menunjukkan bahwa ketika hewan uji diberi perlakuan gula sikosa selama 12 Minggu hewan uji yang terkena diabetes ini gula darahnya kembali normal. Gula langka sikosa ini diharapkan bisa memecahkan permasalahan psikologi pasien sekaligus mampu memberi efek kesehatan bagi penderitanya.

Flori menegaskan pentingnya mengetahui gejala diabetes sejak dini. Menurutnya, resistensi terhadap insulin bisa diperbaiki. Semakin dini diketahui, akan lebih mudah dalam memperbaikinya. Sebisa mungkin hanya mengonsumsi karbohidrat kompleks dan menghindari mengonsumsi karbohidrat sederhana dan jika tetap ingin makan nasi, harus diupayakan mengonsumsi nasi berkandungan serat tinggi seperti beras pratanak dan nasi merah. (uff/humas)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI