Sudut Biotek

Print

LIPI Gandeng Boyolali Tingkatkan Nilai Tambah Singkong di Sektor Pangan Melalui Aplikasi Teknologi

singkongUbikayu atau singkong merupakan salah satu komoditi unggulan penunjang perekonomian masyarakat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Berdasarkan data BPS tahun 2018, luasan area panen singkong di Kabupaten Boyolali sekitar 5600 hektar dengan jumlah produksi mencapai 123.499 ton/tahun. Besarnya potensi singkong ini ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Boyolali terutama sebagai bahan baku pangan berkualitas. Oleh karena itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI melalui Pusat Penelitian Bioteknologi telah mengenalkan teknologi pembuatan tepung singkong termodifikasi dengan karakter unggul kaya beta karoten atau disebut juga mocaf kaya beta karoten. Jenis tepung mocaf ini dapat meningkatkan nilai tambah atau daya saing singkong sebagai bahan pangan dan juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk pembuatan berbagai pangan olahan yang berkualitas. Hadirnya tepung ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan tepung terigu. Saat ini, LIPI melalui program kegiatan Insentif Sistem Riset Inovasi Nasional atau Insinas dari Kemenristekdikti bekerjasama dengan UMKM Mekar Sari di Boyolali tengah mengembangkan produk mie menggunakan mocaf kaya beta karoten. Selain itu, LIPI bekerjasama dengan Universitas Boyolali juga sudah berencana akan mengenalkan beberapa bibit unggul hasil penelitian Pusat Penelitian Bioteknologi di Boyolali. Keberhasilan program pengembangan singkong dan produk turunannya ini tentu sangat tergantung dari sinergi antara peneliti, akademisi, petani, pelaku industri, dan pemerintah daerah.

singkong2Boyolali, 22 November 2018. LIPI dengan membawa teknologinya bersinergi dengan stakeholder di Boyolali untuk meningkatkan nilai tambah ubikayu dan menguatkan potensi daerah Boyolali. Teknologi yang ditawarkan mencakup teknologi budidaya bibit unggul hingga proses pengolahanan setelah panen. “Dengan jumlah yang melimpah dan pemanfaatan yang masih terbatas, perlu dilakukan peningkatan nilai tambah ubikayu melalui kegiatan diseminasi hasil riset. Ubikayu merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang sangat potensial untuk membantu ketahanan pangan nasional,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Syamsidah Rahmawati. “Ubikayu sebagai bahan pangan fungsional dan produk turunannya dapat dijadikan sebagai produk unggulan lokal yang memiliki potensi untuk dapat meningkatkan perekonomian daerah,” tambahnya.

singkong2Dirinya menuturkan, hasil penelitian ubikayu yang dikembangkan oleh LIPI dapat digunakan sebagai bibit unggul untuk bahan baku pangan olahan berkualitas. Produk-produk berbasis ubikayu juga sangat cocok untuk orang yang alergi terhadap gluten yang terdapat pada tepung terigu. “Dengan sentuhan inovasi LIPI, ubikayu kaya beta karoten dapat diolah menjadi pangan lokal untuk mengatasi masalah kekurangan gizi seperti stunting atau kekerdilan”. Syamsidah menjelaskan, ubikayu akan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah menjadi produk antara yang lebih fleksibel seperti tepung singkong termodifikasi atau yang kita kenal dengan istilah mocaf. “Dalam hal ini kami telah menghasilkan beberapa inovasi hasil riset ubikayu yang dapat untuk dimanfaatkan di daerah-daerah potensi penghasil ubikayu dan tentunya kami siap untuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait lainnya”, tambahnya.

singkong2Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Ahmad Fathoni, menjelaskan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI pada pertengahan tahun ini telah melakukan alih teknologi produksi mocaf kaya beta karoten bermitra dengan UMKM Mekar Sari, Boyolali. “Untuk tahun 2018 ini, kami juga melakukan pengembangan produk mie sayur berbasis mocaf kaya beta karoten melalui skema pendanaan Program Insinas Riset Pratama Konsorsium RistekDikti Pangan Fungsional Tahun 2018 bekerjasama dengan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI Gunungkidul, akademisi (Universitas Boyolali), petani Boyolali melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Boyolali, dan UMKM Mekar Sari di Boyolali” imbuh Fathoni.

singkong2Kegiatan Insinas pengembangan mie sayur berbasis mocaf kaya beta karoten tahun ini telah menghasilkan formula terbaik yang dapat digunakan untuk pembuatan mie dan target tahun depan adalah peningkatan skala produksi yang juga akan dilakukan di Boyolali. Selain itu, untuk menjamin ketersediaan bahan baku singkong yang berkualitas, LIPI akan menggandeng Universitas Boyolali dan petani melakukan demplot beberapa jenis singkong unggul. “Pengembangan singkong ini memerlukan sinergisme semua pihak dari hulu hingga hilir sehingga kami berharap adanya sebuah jejaring yang menghubungkan semua pihak terkait di Boyolali”. Untuk itu, LIPI melalui workshop yang diadakan tanggal 22 November 2018 dengan tema “Pengembangan Ubikayu Sebagai Bahan Baku Pangan Fungsional Melalui Sinergisme Hasil Riset Dengan Akdemisi, Petani, Pelaku Industri Dan Pemerintah Daerah Di Boyolali” mendorong terbentuknya jejaring ini. “Saat ini jejaring yang telah terbangun adalah antara LIPI dengan akademisi Universitas Boyolali, UMKM Mekar Sari dan perwakilan masyarakat Boyolali” jelas Fathoni. “Dorongan serta dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Boyolali mutlak dibutuhkan dalam pengembangan produk-produk olahan mocaf sehingga produk yang dihasilkan dapat dikenal dimasyarakat dan bahkan menjadi unggulan daerah” terang Fathoni.

Deklarasi jejaring pelaku ubi kayu di Boyolali yang diberi nama Forum Singkong Boyolali (For Si Boy) menjadi puncak acara pada workshop yang digelar selama satu hari di Boyolali. Deklarasi bertujuan untuk mengekspose kerjasama konsorsium ubikayu agar diketahui oleh masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Boyolali sehingga para pemangku kepentingan tergerak untuk ikut memperkuat jejaring ubikayu di Boyolali,” tutup Syamsidah.

Keterangan Lebih Lanjut hubungi Syamsidah Rahmawati ( Plt.Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI)

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI