Sudut Biotek

SMA Ibnu Hajar Boarding School Putri Depok Kunjungi Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI

 

Cibinong, 31 Oktober 2019. Humas LIPI. Dalam rangka membangun budaya penelitian sejak dini, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI kembali menerima kunjungan dari SMA Ibnu Hajar Boarding School Putri Depok. Pada kesempatan ini pengunjung berkesempatan mengunjungi Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman, Laboratorium Bioenergi dan Bioproses, dan Green House Sayuran Hidroponik. 

Tempat penelitian pertama yang dikunjungi adalah Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman. Laela Sari, peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menjelaskan kepada para siswa tentang kultur jaringan. “Semua jenis tanaman pada prinsipnya dapat dikembang biakan dengan teknik kultur jaringan tanaman dan ditumbuhkan di media yang cocok, bahannya bisa berasal dari akar , daun , batang, buah, biji, bunga.” jelasnya. Laela menyebutkan fungsi utama dari kultur jaringan adalah untuk memperbanyak tanaman. “Dari satu menjadi sepuluh, sepuluh menjadi seratus, seratus menjadi seribu,” ungkapnya.

Kunjungan selanjutnya yaitu di Laboratorium Bioenergi dan Bioproses yang dipandu oleh Swastika Praharyawan, peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI.Swastika menjelaskan fungsi utama laboratorium ini adalah untuk produksi bioenergi. Mikroalga selayaknya tanaman,mempunyai lipid,karbohidrat,dan protein. Beberapa spesies mikroalga bahkan mempunyai lipid atau minyaknya 50% lebih tinggi jika dibandingkan dengan sumber lainnya,” ungkapnya.


Kunjungan terakhir yaitu di Green House Sayuran Hidroponik yang dipandu oleh Heru Wibowo selaku penyelia Green House Sayuran Hidroponik Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Heru menjelaskan tentang model budidaya yang ada di rumah kaca tersebut. “Di sini kalian dapat belajar mengenai 3 jenis model budi daya pertanian, yaitu hidroponik, aquaponik dan model organik,” jelasnya. Menurutnya karena lahan semakin sempit maka dikembangkan metode tanam hidroponik. “Hidroponik merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan, karena dapat disusun secara vertikal dan dapat pula disusun di tembok,” ungkapnya. Dirinya juga menjelaakan tentang beberapa keunggulan hidroponik. “Dalam model hidroponik, dapat menanam berbagai komoditas dalam satu instalasi, tidak ada gulma, dan kita dapat menyediakan nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tanaman,” jelasnya.
Setiap fase dalam pertumbuhan sayuran membutuhkan tingkat nutrisi yang berbeda-beda.“Dalam sayuran daun ada tiga fase, fase pertama atau fase persemaian yaitu ketika berusia 14 hari, dalam fase ini membutuhkan 500-600 Part Per Millionatau biasa disingkat PPM”, tuturnya.


Sedangkan fase selanjutnya membutuhkan nutri yang lebih banyak lagi. “Fase remaja mebutuhkan antara 800-1000 PPM, fase dewasa hinggapanen membutuhkan 1100-1200 PPM. Sedangkan untuk pH yang ideal untuk sayuran daun bekisar antara 5,5 – 7, tergantung jenis sayur yang ditanam,” tutupnya. Sebagai informasi, siswi SMA Ibnu Hajar yang berkunjung ke Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI merupakan murid kelas 12 dan berjumlah 26 siswi dan dua guru pendamping. Kunjungan ini bertujuan agar siswi dapat secara langsung melihat tempat aksi dari peneliti Indonesia.(dr/sep)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI